Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 162


__ADS_3

Letty menatap kekasihnya itu, begitupun dengan Disa yang juga melirik Natan dari kaca "Siapa? " Ucap Disa dengan wajah yang terlihat sangat penasaran. "Kau jangan bercanda lagi Natan"


"Aku tidak sedang bercanda aku rasa dia sangat cocok dengan mu, dia bisa melindungi mu dia juga kaya dan tampan "


"Ha apakah ada laki-laki yang sebagus itu" Ucap Disa meremehkan.


"Sayang kau jangan menjahili Disa ya" Ucap Letty yang seperti nya ikut meragukan ucapan kekasihnya itu.


"Sayang apa kau tidak percaya padaku, aku ini serius mengatakan nya"


"Kalau begitu jawab siapa laki-laki itu? " Tanya Disa yang semakin penasaran dan tidak sabar mendengar jawaban Natan.


"Dia adalah tuan Erlan" Jawaban Natan itu membuat Disa mengerem mobil secara mendadak karena terkejut dengan jawaban Natan.


Disa melirik tajam Natan namun kemudian membayangkan wajah Erlan "Tidak-tidak aku dan dia itu mustahil"


Letty mendengar jawaban kekasihnya itu mulai berfikir dan menganalisa dengan cermat di pikiran nya "Tidak buruk tuan Erlan bukan pilihan yang buruk" Ucap Letty yang seperti nya setuju dengan saran Natan.


"Tidak, itu sangat buruk aku pasti tidak akan cocok dengannya meskipun dia tampan" Ucap Disa keceplosan tentang ketampanan Erlan


"Belum coba bersama belum tau, Disa kau harus memikirkan dengan serius saran ku" Ucap Natan dengan penuh percaya diri.


"Tidak terimakasih" Ucap Disa yang mulai melajukan mobilnya kembali setelah mengatur nafasnya.


****


Rocky, Aleena dan Arion hampir sampai di bandara namun tiba-tiba Aleena teringat dengan Elin "Om apakah kita masih ada waktu sebelum penerbangan? " Tanya Aleena kepada Rocky.


"Kenapa? apa kau ingin bertemu seseorang sebelum pergi" Rocky menatap tajam Aleena.


Aleena mengangguk " Hmm aku ingin bertemu dengan E-" Belum selesai berbicara Rocky sudah menyela dengan tatapan wajah yang tidak biasa.


"Kau ingin bertemu dengan siapa hah, apakah teman kuliahmu" Tanya Rocky curiga.


Aleena merasa Rocky sedang cemburu dan dia ingin menjahili nya "Benar aku ingin bertemu dengan teman kuliahku"


"Tidak boleh! " Ucap Rocky tegas tak berfikir panjang.


"Bertemu saja apakah dia laki-laki " Ucap Arion yang ikut memanas-manasi.


"Diam Arion kau jangan memberikan pengaruh buruk pada adik mu" Ucap Rocky yang tambah kesal mendengar kalimat Arion.

__ADS_1


Aleena merasa Rocky semakin cemburu membuat Aleena khawatir jika dia terus cemburu akan susah membuat moodnya kembali baik "Om tenanglah teman yang aku maksud adalah Elin om tenanglah" Ucap Aleena lagi mencoba menenangkan kekasihnya itu.


"Hmm aku sudah tau " Ucap Rocky yang berlagak tidak terjadi apa-apa


"Wajah mu sama sekali tidak menunjukkan itu" Ucap Arion meremehkan Rocky.


"Berisik! "


"Hahaha Kau benar-benar mudah di tebak" Ucap Arion yang menertawakan Rocky.


"Om bolehkah? " Tanya Aleena.


Rocky melihat jam "Seperti nya tidak bisa" Ucap Rocky


"Bukankah gadis itu nanti sore akan pergi ke keluarga mars, kau bisa menemuinya di sana " Ucap Arion tenang.


"Ah kau benar kak, kalau begitu aku akan mengirim pesan saja" Ucap Aleena yang akhirnya tidak jadi menemui Elin.


Mobil terus melaju sampai bandara, Rocky Arion dan Aleena sudah sampai di bandara lebih dulu di banding Natan dan Alister.


Mereka berjalan menuju tempat duduk namun semua mata melihat ke arah mereka berdua dua laki-laki tampan dan berkharisma satu gadis cantik nan imut tentu mencuri banyak perhatian orang umum.


"Apakah mereka bertiga model mereka begitu tampan dan cantik" Bisik wanita berbaju merah yang menatap Arion dan Rocky.


"Benar mereka seperti aktor-aktor di tv sangat tampan" Ucap wanita berbaju biru yang duduk di samping baju merah.


Aleena mendengar dan melihat tatapan wanita-wanita itu pada Rocky, Aleena segera menggandeng erat tangan Rocky membuat Rocky tersenyum senang karena sifat cemburu Aleena itu yang tidak mau membiarkan wanita lain melirik ke arah Rocky.


Wanita-wanita itu terus bergunjing "Ternyata dia kekasih laki-laki yang terlihat dingin itu" Bisik wanita berbaju merah.


"Ha tapi tenang masih ada wanita yang terlihat seperti tuan muda itu" Bisik wanita berbaju biru itu.


Arion mendengar ucapan para wanita itu dia segera mengangkat tangannya berlagak melihat jam tapi sebenarnya dia sedang memperlihatkan cincin nikahnya membuat wanita itu terdiam dengan tatapan tajam Arion yang seakan berkata JANGAN DEKATI SAYA, SAYA SUDAH BERISTRI DAN KALIAN BUKAN SELERA KU.


Tatapan itu membuat dua wanita dan wanita-wanita lain merinding tak berani lagi menatap ke arah mereka begitupun laki-laki yang melirik ke arah Aleena Rocky segera menutupi muka Aleena dengan tangan besarnya.


"Om aku tidak bisa melihat" Ucap Aleena


"Tidak perlu melihat cukup ikuti aku mengerti SAYANG" panggilan sayangnya di buat begitu keras agar beberapa laki-laki yang berdiri di samping mereka mendengar ucapannya.


Mereka akhirnya duduk meskipun begitu masih banyak yang mencuri pandang ke arahnya sampai akhirnya Natan, Letty, Disa serta Alister dan Robby datang.

__ADS_1


"Kalian sudah datang " Tanya Alister.


"Lama! " Ucap Arion menatap Alister.


"Kak Arion kau ikut pulang? " Tanya Alister


"Kenapa tidak boleh? " jawab Arion di iringi dengan tatapan tajam melirik ke Arah Alister.


"Bu.. bukan begitu kak tapi bukankah Rocky hanya membeli dua tiket"


"Kau pikir aku ini siapa" Ucap Arion dengan sombong


Alister merasa tertekan dengan ucapan Arion hanya bisa tersenyum dan menggosok tengkuknya yang tak gatal. "Ah ini sudah waktunya kalian masuk ke pesawat bukan" Ucap Alister mengubah topik


Mendengar itu Letty mengencangkan pegangan nya di lengan Natan membuat Natan menatap Letty tersenyum "Kau harus sabar menunggu ku "


Letty mengangguk kecil dan tersenyum "pasti" Ucap Letty dengan mantap Natan mengusap pucuk kepala Letty.


"Natan" panggil Alister.


Natan melepaskan tangannya pelan dari pucuk kepala Letty dan melihat ke arah Alister yang berjalan ke arahnya "Iya tuan"


"Natan aku sudah memberitahukan sebagian besar tentang apa yang akan kau lakukan di sana, tapi satu hal yang harus kau ingat ikuti semua perintah Robby "


"Aku mengerti tuan"


"Setelah dua atau tiga hari aku akan datang ubah melihat mu, dan satu lagi" Ucapan Alister terhenti seperti nya dia ragu mengatakan nya.


"Ada apa tuan? " Tanya Natan penasaran.


"Tidak jadi, kau akan tau saat nanti kau di sana apapun yang terjadi kau tidak boleh menyerah jika ingin menjadi orang ku" Ucap Alister.


"Siap tuan" Ucap Natan.


"Kau boleh pergi sekarang" Ucap Alister


Alister menahan Robby sebentar "Tuan apa anda yakin tidak memberitahunya "


"Tidak perlu, itu akan lebih menarik jika dia tidak tau apa-apa"


"Baiklah jika itu keputusan tuan" Ucap Robby pasrah.

__ADS_1


__ADS_2