Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 110


__ADS_3

Laki-laki itu keluar dan melihat beberapa orang yang bertarung dengan bawahannya, dia bertepuk tangan dengan kencang membuat Natan dan Rocky melirik ke arah laki-laki itu dan mereka berdua terkejut "Kau" Ucap Natan dan Rocky


Laki-laki itu pun menatap Rocky dan Natan kemudian menyeringai "Heh tak ku sangka kita bertemu lagi dalam keadaan seperti ini" Ucap laki-laki itu membuat Aleena melihat ke arah Rocky begitupun Alister.


"Tidak termasuk kenal" Ucap Rocky.


"Kejam! kau lupa aku sudah membantumu"


"Aku sudah membayar bantuan-mu! " Ucap Rocky sembari menendang anak buah orang itu dan terjatuh tepat di bawah kakinya.


"Tuan Erick kenapa kau melakukan nya" Ucap Natan, orang itu bernama Erick orang yang mau merekrut Rocky waktu itu.


"Heh! ini bukan urusan mu! harusnya ini yang aku tanyakan beraninya kalian menganggu-ku! " Ucap Erick dengan cepat melemparkan pisau dan mengenai tangan Aleena yang tidak waspada.


"Aleena" Teriak Rocky kemudian menendang orang yang ingin memukul Aleena karena Aleena kurang fokus.


"Hahaha kalian benar-benar kekurangan orangkah sampai mengajak wanita untuk bertarung hahaha menggelikan" Ucap Erick menertawakan mereka.


"Cih! berisik sekali" Teriak Aleena yang melemparkan pisau lipatnya tepat menggores wajah Erick.


"Wanita sialan beraninya kau! " Teriak Erick penuh dengan Amarah.


"Aleena tangan mu terluka! jangan paksakan" Ucap Rocky merobek baju yang dia pakai dan mengikat lengan Aleena yang tergores.


"Om jangan khawatir ini hanya luka kecil" Ucap Aleena yang menatap Rocky.


"Huh luka kecil! berani melukaimu berarti dia ingin mati" Ucap Rocky menyentuh dagu Aleena kemudian menatap tajam Erick membuat Erick panik.


Erick melihat anak buah bayaran nya sudah tiba dan itu buka jumlah yang sedikit "Kalian semua hancurkan mereka! " Teriak Erick.


"Sebelum itu aku yang akan menghancurkan mu! " Ucap Rocky yang segera berlari dan mulai memberikan pukulannya namun Erick berhasil menangkis pukulan Rocky.


Meski begitu Rocky tidak berhenti dia memberikan pukulan kombinasi yang dia kuasai.


Erick masih di posisi bertahan dia sangat kelelahan namun dia tidak menyerah ada kesempatan dia menendang Rocky, Rocky menyeringai dua menangkap tendangan Erick, mengunci dan melemparkan kaki Erick membuat Erick terjatuh.


Erick tidak Terima akan penghinaan Rocky yang mampu menjatuhkan nya, "Sialan beraninya mempermainkan ku! " Ucap Erick yang kemudian mengambil pistol yang dia simpan di balik bajunya.

__ADS_1


"Heh! kau ingin bermain dengan senjata! apa kau pikir aku mengizinkan nya! " Rocky menendang tangan Erick membuat pistol yang dia pegang jatuh.


"Kau beraninya" Erick ingin mengambil pistolnya namun Rocky langsung menendang jauh pistol itu membuat Erick tidak sempat mengambil nya.


"Kau kalah cepat! " Rocky mengingat kaki Erick menendang dagu Erick membuat Erick terjungkal, Erick kesulitan bernafas.


"Ukuh-ukhuk... kau" Erick tidak pantang menyerah dia mulai menyerang Rocky, namun Rocky hanya menghindari serangannya. "Kenapa kau terus menghindar apa akhirnya kau sadar kalau aku sangat hebat hah" Ucap sombong Erick kepada Rocky.


"Cih hebat! kekuatan mu hanya seujung jari kelingking ku! " Ucap Rocky yang akhirnya memberikan tendangan memutar miliknya membuat Erick terpelanting. Tenaga Erick mulai habis dan dia melihat anak buahnya juga sudah banyak yang kalah.


Erick segera berlari masuk, membuat Rocky mengikuti Erick, mata Rocky melihat Letty yang sudah terikat.


Erik menodongkan pisau ke arah leher Letty "Aku akan membunuhnya jika kau mendekat! " Teriak Erick memperingati Rocky.


Rocky terdiam Natan berhasil masuk matanya terlihat ketakutan ketika melihat Letty yang tengah terikat di tiang serta pisau yang tinggal berapa inci lagi mengenai kulit lehernya "Rocky apa yang harus kita lakukan? " Bisik Natan.


Rocky tidak menjawab membuat Natan ingin mendekat dan menghajar Erick namun Natan di tahan oleh Rocky "Jangan gegabah! "


"Hahaha berani mendekat akan ku bunuh dia, aku tidak main-main" Pisau itu sudah menggores sedikit kulit leher Letty membuat darah mulai menetes.


"Jangan hiraukan aku! kalian pergi saja" Ucap Letty.


"Benar jika terjadi sesuatu tempat ini akan meledak! " Ucap Erick.


"Kak Letty" Teriak Aleena yang berlari masuk, Alister masuk mengikuti Aleena, mereka seperti nya sudah berhasil membereskan anak buah Erick yang mengepung mereka.


Aleena tidak pikir panjang langsung berlari menerjang "Bodoh" Teriak Rocky yang melihat Aleena hanya terbawa emosi saja.


Seperti pikiran Rocky Erick langsung mengarahkan pisau ke arah Aleena namun pisau itu malah mengenai tangan Rocky yang menarik perut Aleena membuat Aleena mundur dan berhenti di pelukan Rocky. "Kak Rocky! apa yang kau lakukan" Ucap Aleena panik saat pisau itu menancap sempurna di tangannya.


Erick mencabut paksa pisau itu membuat Rocky menyeringai kesakitan namun saat itu kesempatan Alister untuk meringkus Erick.


"Ini jebakan! hah" Ucap Erick, sebenarnya Aleena dan Alister sudah memiliki rencana, Aleena akan menjadi umpan dan Alister berlari cepat berputar dan meringkus Erick, namun rencana itu tidak bisa mereka bicarakan pada Rocky dan Natan hanya bisa melakukannya sendiri dan membuat ini terjadi karena Rocky salah paham dia kira Aleena bergerak tanpa rencana.


"Benar kau sudah terjebak" Ucap Alister.


Natan segera membebaskan Letty, sedangkan Aleena menangis melihat tangan Rocky yang tidak henti mengeluarkan darah kali ini Aleena yang merobek bajunya mengikatnya ke tangan Rocky. "Kak ini tidak baik" Ucap Aleena.

__ADS_1


"Tuan tuan seperti nya ada rombongan yang datang kemari sekarang" Ucap Robby yang masuk dengan melindungi Disa.


"Ya jumlahnya cukup banyak, orang tuan Alister juga banyak yang terluka dengan kita yang kekurangan orang aku yakin kita tidak akan menang" Ucap Disa menambahi laporan Robby.


"Benarkah? ini di luar dugaan" Ucap Rocky yang terlihat mulai berfikir.


"Bagaimana ini Rocky? haruskah kita tetap melawan" Tanya Alister "


"Apa kau ada solusi lain? "


"Hahaha kalian semua akan mati! kalian semua akan mati karena melawan ku! sekarang lepaskan aku, aku mungkin akan mengampuni kalian" Teriak Erick menggila memberontak mencoba melepaskan kuncian Alister.


"Diam kau berengs*k! " Alister sangat kesal dengan Erick itu, dia mengikat tangan Erick dan menginjak punggung nya.


"Hahaha lepaskan aku menyerahlah" Ucap Erick.


"Tuan, rombongan itu sudah memasuki gedung ini" Ucap seseorang uang melapor masuk.


"Tahan mereka" Ucap Alister.


"Robby jaga mereka semua di sini, aku akan membereskannya" Ucap Alister.


"Aku ikut! " Ucap Rocky bersamaan dengan Aleena.


"Tidak om kau tidak boleh ikut, kau sedang terluka" Ucap Aleena khawatir.


"Kau pikir kau tidak terluka! "


"Diam kalian berdua terluka kalian tinggal saja di sini! "


"Tidak" Ucap Aleena dan Rocky bersamaan lagi.


"Huh pasangan menyebalkan sudahlah, terserah kalian! " Alister tidak bisa berbicara lagi.


Natan dan Robby tetap tinggal untuk menjaga disa, Letty dan menjaga Erick agar tidak bisa kabur. Natan terlihat khawatir dan memeriksa keadaan Letty "Banyak memar, apakah sakit? " Ucap lembut Natan yang mendapati anggukan dari Letty.


Alister, Aleena dan Rocky keluar mereka melihat pemimpin itu mereka terkejut bersamaan "Tuan penadah apa yang kau lakukan di sini? " Ucap Aleena saat mengetahui siapa pria yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2