
Setelah menenangkan hati dan pikiran nya Aleena segera membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke luar.
Masih ada hari yang tersisa sebelum hari pertama kuliah Aleena di mulai, hari ini Aleena memutuskan untuk menghibur dirinya dan pergi ke tempat tempat menyenangkan di negara yang dia tinggali sekarang.
Aleena baru saja membuka pintu dan terkejut mendapati Rocky berada di depan pintunya, mungkin sedari tadi Rocky ingin mengetuk pintu kamar Aleena namun dia bimbang dan pada akhirnya Aleena sudah melihat nya berdiri di depan pintu kamar Aleena.
"Ak.. " Aleena tidak mendengarkan kata Rocky setelah Aleena melihat Rocky Aleena langsung saja pergi dengan berjalan ke arah samping menghindari Rocky.
Rocky semakin bingung dengan sikap Aleena, Rocky menahan tangan Aleena "Kau mau kemana? " Tanya Rocky.
"Pergi! bukankah kau menyuruhku pergi" Ucap Aleena ketus membuat Rocky semakin bingung dengan sikap diam Aleena dan sikap Aleena yang marah secara tiba-tiba.
"Kau ingin pergi kemana? kau bukannya tidak memiliki uang? "
"Aku bisa menjual diri" Ucap Aleena sekenanya.
"Aleena apa kau gila?, kau ini kenapa? tiba-tiba marah tanpa sebab" Rocky benar-benar tidak mengerti dan ingin mencari tahu dengan bertanya dengan Aleena secara langsung tapi seperti nya tidak akan ada jawaban untuk pertanyaan nya itu.
"Si.. siapa yang marah? aku tidak marah" Aleena melepaskan tangan Rocky dan beranjak pergi.
"Kau jelas terlihat marah! " Rocky menatap punggung Aleena, memang baru beberapa jam di apartemen itu ada Aleena tapi entah mengapa Rocky merasa apartemen semakin nyaman saat ada Aleena di apartemen nya.
"Tidak" Jawab singkat Aleena yang terus berjalan ke arah pintu, Aleena semakin dekat dengan pintu dan tidak lagi mendengar celotehan dari Rocky. "Ck! hanya segitu saja" gumam Aleena.
Saat ini Aleena sudah berada di depan lift, saat Aleena masuk seperti nya Aleena juga merasa ada orang yang masuk di belakang nya, saat Aleena menengok "Untuk apa om di sini? " Tanya Aleena saat melihat orang yang ternyata masuk bersamaan dengannya adalah Rocky.
"Ini lift umum siapapun bebas naik, lagi pula ini lift apartemen ku! " Rocky ternyata tidak menghentikan Aleena keluar dari apartemennya karena Rocky sibuk berganti pakaian dan bersiap untuk mengikuti Aleena.
"Huh! terserah saja" Jawaban Rocky tidak salah namun itu malah membuat Aleena kesal.
__ADS_1
Di dalam lift mereka berdua diam tanpa suara, sampai Aleena keluar dari lingkup apartemen, Rocky terus mengikutinya bahkan saat aleena menunggu taksi.
"Taksi! " Aleena melambaikan tangan dan masuk ke dalam taksi, sedangkan Rocky dengan cepat memutar langkahnya dan masuk dari sisi lain, "Kau ini sedang apa om? "
"Naik taksi" Jawab singkat Rocky, entah mengapa tubuh dan pikiran Rocky mengatakan untuk mengikuti Aleena, seperti nya Rocky takut jika terjadi sesuatu pada Aleena bagaimanapun Aleena adalah sepupunya, dan lagi negara itu bukan negara yang sering Aleena kunjungi dan lagi Rocky belum tau kalau Aleena sudah memiliki uang.
"Pak tunggu, saya ingin keluar" Ucap Aleena namun saat tangan Aleena ingin membuka pintu mobil tangan nya di hentikan oleh Rocky.
"Jalan pak! " Rocky menatap tajam supir taksi yang melihat mereka dari balik kaca itu, Aleena terdiam karena saat ini jarak di antara dia dan Rocky sangat dekat. Jika Aleena menengok mungkin saat ini wajahnya sudah berada di dada bidang di belakang nya itu.
Jantung Aleena berdetak semakin kencang membuat Aleena merasa takut jika Rocky bisa mendengar detak jantungnya yang seakan melompat-lompat 'Jantung bisakah kau diam! ' Aleena memarahi jantung nya sendiri.
"Ekhm, bisakah kau menjauh om? apa kau sangat ingin memeluk ku," Rocky terdiam dan langsung memundurkan tubuhnya, sebenarnya Rocky hanya reflek menahan Aleena agar tidak keluar, sehingga membuat pose seperti memeluk Aleena dari belakang.
"Ekhem...Siapa yang mau memelukmu" Rocky kemudian membenarkan posisi duduknya.
"Kau ini kenapa? sudah ku bilang aku tidak punya pacar, semalaman juga aku bekerja" Jelas Rocky.
"Berbohong juga cukup sekali" Ucap Aleena "Ya tapi sebenarnya bukan urusan ku juga jika kau punya pacar om" Ucap Aleena.
Rocky tidak mau lagi berdebat dengan Aleena yang sedang marah itu, Rocky berfikir mungkin Aleena sedang datang bulan jadi dia marah tak tentu.
"Sudahlah lupakan, kau sekarang mau pergi kemana? aku akan menemanimu!"
"Tidak perlu aku bisa pergi sendiri" Ucap Aleena bersikukuh tak ingin di temani oleh Rocky
Rocky memegang kepala Aleena dan memutarnya untuk melihat kearahnya "Tidak boleh! kau tidak familiar dengan negara ini! jangan asal pergi" Di akhir ucapannya Rocky menepuk pelan kepala Aleena, memperlakukan Aleena seperti anak kecil seperti dulu.
Aleena senang Rocky semakin tidak menjaga jarak dengannya namun juga ada rasa kesal karena Rocky sepertinya masih menganggapnya seperti anak kecil. "Aku bukan anak kecil" Aleena menepis tangan Rocky.
__ADS_1
Rocky tau Aleena sudah tumbuh menjadi gadis cantik tapi di mata Rocky Aleena masih tetap Aleena kecil yang dulu dia kenal.
"Permisi tuan, bisakah saya tau tujuan anda? " Tanya supir taksi yang menunggu mereka tenang.
Rocky meminta supir itu untuk pergi ke Mall terbesar di negara itu, membuat Aleena melihat ke arah Rocky, dia sedikit bingung untuk apa Rocky mengajaknya kesana.
Mobil taksi itu sudah sampai telat di depan Mall terbesar di negara itu, Rocky segera turun sedangkan Aleena tidak ingin turun "Kenapa kau masih di situ? cepat turun"
"Tidak mau! " kali ini giliran Aleena yang tidak mau di ajak turun oleh Rocky, biasanya Rocky lah yang tidak mau di ajak turun oleh Aleena.
"Kau ini! " Rocky membukakan pintu mobil dan menarik keluar Aleena.
Rocky berhasil menyeret masuk Aleena dan mengajak Aleena main di Timezone, Awalnya Aleena tidak bersemangat melakukan berbagai macam permainan di Timezone itu, namun saat Rocky bermain arcade dan mengambil pistol mainan itu, Aleena tiba-tiba merasa Rocky belasan tahun lalu yang pernah dia suka hadir kembali di hadapannya membuatnya melupakan ke kesalnya pada Rocky.
Selesai bermain Rocky membawa Aleena untuk makan di cafe yang ada di Mall itu, mereka memilih menu sederhana hanya makan spaghetti dengan toping yang sama, memang Rocky dan Aleena sedari dulu memiliki banyak kesamaan.
Setelah selsai bermain di Mall mereka memutuskan untuk pulang, di perjalanan pulang Aleena meyakinkan diri untuk mendukung semua keputusan Rocky termasuk Rocky yang memiliki pacar meski harus menyembunyikan darinya.
"Om" Aleena mencoba memulai percakapan meski Aleena masih tidak menatap Rocky.
"Hmm" Jawab singkat Rocky.
"Terimakasih untuk hari ini" Aleena merasa senang meski hanya bermain di Timezone bersama Rocky.
"Hmm" Lagi-lagi jawaban itu yang keluar dari mulut Rocky
"Maa.. " Ucapan Aleena terhenti saat tiba-tiba sesuatu terasa di pahanya, Aleena tentu saja langsung lihat ke bawah ternyata kepala Rocky tengah berbaring di sana, Aleena tersenyum dia hampir lupa semalaman Rocky tidak tidur, tapi dia memaksakan diri menemani Aleena.
Aleena menatap wajah terlelap Rocky, jantung Aleena bereaksi. "Ternyata kau tak sepenuhnya dingin".
__ADS_1