Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 99


__ADS_3

Hati Alister merasa kacau saat Elin tidak mempercayai penjelasan nya, tiba-tiba Alister memeluk Elin dari belakang dan berbisik "Percayalah padaku, aku tidak bermaksud bermain-main denganmu"


Jantung Elin merasa tidak nyaman saat Alister memeluknya, jantung nya berdetak lebih cepat namun Elin berusaha untuk tenang agar tidak membuat Alister tau kalau jantung nya berdetak di luar kendali. "Ap.. apa maksud tuan"


"Aku tidak tau, aku pernah jatuh cinta sekali pada wanita yang kini menjadi istri dari kakak sepupu ku, selama ini tidak ada wanita yang mampu membuat hatiku bergetar selain dia di masa lalu, namun entah mengapa kau berbeda, Elin aku tidak terlalu paham dengan cinta namun seperti nya" Ucapan Alister terhenti dia merasa ragu untuk melanjutkan ucapan nya karena dia takut Elin salah paham.


"Seperti nya apa? " Ucap Elin yang entah mengapa dia semakin penasaran dan ingin tau.


Alister melepaskan pelukan nya, "Biar waktu yang menjawabnya" Ucap Alister yang tidak ingin membuat Elin salah paham lagi "Yang jelas tolong jangan menjauh dari ku" Ucap Alister.


Elin benar-benar tidak mengerti dengan tingkah Alister itu, sebentar sangat terbuka sebentar sangat misterius membuat Elin salah menafsirkan perlakuan Alister seperti perlakuan seorang manipulatif.


Tak beberapa lama, dokter yang Alister undang telah datang, Elin dengan terpaksa berbaring dan di periksa, dokter mengatakan elin baik-baik saja, hanya kurang istirahat jadi membuat wajah elin sedikit pucat dan lesu.


"Saya akan memberikan vitamin saja, nona sebaiknya anda jaga pola tidur anda" pesan dokter itu. Elin hanya mengangguk mengiyakan ucapan dokter itu.


Dokter itu kembali setelah memeriksa Elin, Elin pun duduk dari tempat tidur Alister. "Kau mau kemana? minum vitamin nya dan tidur, aku tidak akan membiarkan mu pergi sebelum kau beristirahat, mengerti" Ucap Alister.


Elin tidak bisa menolak permintaan Alister, dia malas berdebat dan juga ranjang yang beraroma-kan Alister itu membuat Elin merasa nyaman.


Alister membantu Elin minum vitamin dan juga menyelimuti kaki elin dan menyuruh Elin tidur. Alister dengan telaten merawat Elin mengusap keningnya dan membuat Elin tertidur.


"Jika aku mengatakan seperti nya aku jatuh cinta padamu? apakah kau akan percaya dan tidak akan salah paham? " Ucap Alister tanpa sadar tubuh Alister bergerak sendiri dia mencium kening Elin yang sudah terlelap di alam mimpinya.


****


"Bos kau sudah datang? " Tanya Asisten Erlan yang melihat bosnya yang sudah duduk di dalam markasnya.


"Katakan apa yang terjadi! " Ucap Erlan menatap tangan kanannya itu.


"Ada yang menggagalkan transaksi kita, apa lagi ini terjadi di dua tempat berbeda bos"

__ADS_1


"Jelaskan dengan rinci!, mana yang lebih berbahaya" Ucap Erlan yang seperti nya bersiap untuk pergi dan membantai semua yang mengganggu bisnis bawahnya.


"Satu sisi mereka semua membunuh semua anak buah kita hanya satu orang tersisa dan berhasil melapor tapi kini kita juga kehilangan kontak dengan dia, namun di sisi kanan mereka hanya memberikan kita peringatan bos" jelas tangan kanan Erlan.


"Sepertinya aku sudah menyinggung banyak musuh" Ucap Erlan yang tidak terlihat panik malah bersemangat "Beri kompensasi pada keluarga yang meninggal, kita bereskan tikus yang berani menyentuh orang ku" Ucap Erlan.


"Lalu sayap kiri bagaimana tuan? " Tanya tangan kanan nya itu.


"Mereka tidak menyentuh orang kuat, berarti mereka belum tentu akan menjadi musuh, kita bereskan dulu tikus yang sudah membunuh rekan kita" Ucap Erlan.


"Baik tuan saya mengerti"


'Apakah kau yang melakukan nya!' Ucap Erlan dalam hati


*****


Rocky dengan terpaksa berjalan menuju pintu apartemen nya karena bel yang tak kunjung berhenti membuat berisik dan menganggu telinganya. "Berisik sekali" Gerutu Rocky yang menarik gagang pintu.


"Hehehe, apa aku menganggu? " Tanya Natan yang sudah tau akan mendapatkan tatapan tajam dari Rocky karena datang ke apartemen nya, namun Natan tidak punya pilihan waktunya tinggal besok malam.


"Sangat menganggu! " Ucap Rocky dengan mata tajam dan wajah dingin nya


"Ayolah Rocky jangan terlalu dingin dengan kawan-kawan mu ini, kami datang untuk minta bantuan" Ucap Disa yang tiba-tiba muncul dari balik badan Natan


"Rocky aku mohon bantuan mu, aku akan memberikan gaji 10kali lipat jika kau mau membantuku" Ucap Letty yang ikut berbicara pada Rocky.


"Huh! kau berusaha menyogok ku, aku tidak mau kalian pergilah jangan menganggu ku sekarang" Ucap Rocky tegas.


"Ayolah Rocky jangan begitu dingin dengan rekan mu ini, ayolah " Ucap Disa dengan suara memohon.


"Rocky jangan begitu dingin! tolonglah aku jangan lupakan siapa yang membantumu pertama kali saat kau datang di negara ini" Ucap Letty yang terpaksa mengungkit kebaikan nya agar Rocky mau membantunya.

__ADS_1


Natan menarik nafas dan berbiak "Aleena tolong aku membujuk si tuan bartender dingin mu ini! Aleena" Semua orang menatap Natan yang tiba-tiba berteriak Itu, Natan bertaruh jika Rocky dan Aleena sudah bersama jadi Natan hanya bisa menggunakan Aleena untuk membujuk Rocky.


"Apa yang kau lakukan Natan! " Rocky mengangkat kerah baju Natan "Kau ingin mengganggunya! " Ucap Rocky.


"Tidak... tidak hanya saj-"


"Om, ada apa? kenapa berisik sekali? " Tanya Aleena yang akhirnya keluar yang mendengar suara Natan yang begitu kencang memanggil namanya. "Om lepaskan kak Natan" Ucap Aleena yang melihat Rocky mengangkat kerah baju Natan.


"Huh! jangan dengarkan dia, ayo masuk" Ucap Rocky


"Aleena namamu Aleena bukan, bisakah aku bicara denganmu " Ucap Letty yang mengingat Aleena juga gadis yang kuat.


"Jangan menganggu dia" Rocky memperingati Letty.


"Om, kau tidak boleh sangat dingin dengan kawan-kawan mu" Ucap Letty


'Aku tidak ingin mereka menganggu kita' Ucap Rocky dalam hati.


"Ayo kak kita masuk dulu, kita bicarakan di dalam" Ucap Aleena menarik Rocky masuk agar Natan, disa dan Letty bisa masuk ke dalam apartemen.


"Jangan biarkan mereka masuk" Ucap Rocky dengan wajah nya yang di tekuk, Aleena melirik Rocky dia tertawa kecil melihat Rocky yang terlihat seperti tidak Terima kalau saat ini ada tamu yang datang.


"Duduklah kak" Ucap Aleena yang pergi ke dapur dan kembali dengan minuman kaleng untuk semuanya.


"Rocky" Ucap Natan dengan menunjukkan gigi nya yang berbaris rapi.


Rocky membalas panggilan Natan dengan tatapan yang ingin mencekik Natan membuat Natan kesulitan bernafas membayangkan jika dia benar-benar di cekik oleh Rocky.


"om! hentikan itu" Ucap Aleena yang mampu membuat Rocky mengubah ekspresi nya, memang hanya Aleena pawang sebenarnya dari Rocky. "Jadi ada apa kak kalian kemari? "


"Itu sebenarnya? " Ucap Letty ragu-ragu

__ADS_1


"Tunggu dulu bolehkan aku tau, kau ini siapa? " Tanya Disa yang sedari tadi penasaran karena melihat Rocky yang begitu tunduk pada Aleena.


__ADS_2