
Alister makan malam dan berbincang banyak dengan Andreas, banyak yang Alister bicarakan kepada Andreas.
"Kalau begitu besok aku akan memberikan keputusan tentang tindakan medis yang bisa kita lakukan pada Elin" Ucap Andreas.
"Aku tau, aku serahkan semuanya pada kau dan nenek Angel untuk harganya berapapun dan apapun yang kau minta akan aku penuhi asalkan Elin bisa di sembuhkan" Ucap Alister yang menundukkan kepalanya memohon pada Andreas.
"Kau bicara apa aku ini bukan Arion yang memanfaatkan keadaan aku akan meminta bayaran ku sewajarnya" Ucapan Andreas itu membuat Arion di seberang sana tengah bersin karena di bicarakan.
"Baiklah terimakasih kalau begitu aku pamit dulu" Ucap Alister yang mendapat anggukan dari Andreas.
Alister mengemudikan mobilnya ke apartemen nya untuk membersihkan diri dan bersiap ke rumah sakit lagi nanti.
Namun setelah membersihkan badan Alister duduk dan seperti menunggu kedatangan seseorang.
Tak lama bel apartemen nya berbunyi membuat Alister bangun dan membukanya "Tuan selamat malam" Ucap Natan ya orang yang di tunggu Alister adalah Natan.
"Masuk" Ucap Alister yang langsung berbalik berjalan dan di ikuti oleh Natan.
Alister menyuruh Natan untuk duduk entah mengapa atmosfer di sana terasa sangat tegang dan tak bersahabat membuat Natan merasa takut dan tertekan "Tu.. tuan sebenarnya kenapa anda memanggil saya ke sini" Natan berucap dengan terbata-bata.
"Kau sudah melihat sendiri apa yang terjadi dengan Letty, Aleena dan yang lainnya"
Natan mengangguk "Lalu"
"Sebenarnya duniaku sangat hitam dan kelam lebih buruk dan berbahaya ketimbang apa yang kau lawan waktu itu "
"Saya sudah membayangkan hal itu" jawab Natan yang memang setelah kejadian yang menimpa Letty terus saja berfikir tentang latar belakang Alister, Rocky dan Aleena yang menurutnya mungkin sangat berbahaya.
"Lalu apa kah kau masih ingin mengikuti ku" Pertanyaan Alister itu membuat Natan terdiam sejenak seperti nya dia tengah berfikir "Jika kau mengikuti ku kau mungkin akan terluka luka ringan atau parah bahkan kau bisa saja kehilangan nyawamu" Ucapan Alister itu semakin membuat Natan terdiam dia terlihat berfikir keras.
"Aku tetap akan ikut denganmu tuan, aku percayakan nyawaku padamu" Ucapan Natan yang tanpa ragu-ragu itu membuat Alister menyeringai.
__ADS_1
"Mempercayakan nyawa mu padaku, kau salah kau lah yang harus menjaga nyawamu dan nyawaku"
Ucapan Alister itu membuat Natan tidak percaya diri "Tapi tuan aku begitu lemah"
"Kalau begitu jadilah kuat! setelah Letty keluar dari rumah sakit pergilah ke bandara bersama Robby kau akan berlatih di geng blackdrago pelajari semua keahlian di sana dan kembalilah di sisi ku setelah satu bulan, jika kau tidak bisa kembali hidup-hidup dalam satu bulan itu aku akan memberikan uang kompensasi pada keluargamu dan juga Letty"
"Tidak perlu tuan, saya pasti akan kembali mengabdi pada tuan dan akan menikahi Letty dengan pernikahan yang layak" Ucap Natan mantap, selain menjadi kuat Letty lah alasan Natan untuk mendaki gunung yang sulit untuk mendapatkan posisi di samping Alister dan membuatnya layak untuk bersanding dengan Letty yang akan menjadi mantan bosnya dan menjadi calon istrinya.
"Bagus aku suka dengan jawabanmu" Ucap Alister mengangguk, pada awalnya Alister ingin membatalkan perjanjian nya dengan Natan namun setelah mendengar jawaban mantap Natan Alister tidak jadi mengatakan tentang niat awalnya.
****
"Kalau mereka tidak setuju apa kau akan menyerah? " Arion balik bertanya dengan pertanyaan yang begitu berat untuk Rocky memikirkan jawabannya.
"Kalau begitu aku akan membuat mereka menyetujui nya" Ucap Rocky tanpa ragu.
Arion hanya mengangguk, Arion telah memikirkan jawaban yang akan di berikan Rocky dia sangat puas saat Rocky menjawab sesuai dengan apa yang dia pikirkan.
Arion mengambil piringnya dan menyodorkan nya pada Aleena untuk di ambilkan makannya, namun melihat itu Rocky tidak mau kalah dia tidak mau menjadi nomor dua, dia langsung menyodorkan piringnya lebih dekat pada Aleena.
Arion menggelengkan kepalanya "Kau anak kecil kah" Sindir Arion.
"Berisik" Rocky tetap memajukan piringan yang untuk di ambil oleh Aleena, Aleena melihat Rocky yang menatapnya penuh harap membuat Aleena berfikir jika menolak om kesayangan yang sedang dalam mode kekanak-kanakan itu dia pasti akan di hukum oleh om tersayang nya itu.
Aleena akhirnya memilih piring Rocky terlebih dahulu dengan sombong Rocky menatap Arion membuat Arion memutar bola matanya jengah.
Selesai mengambilkan makanan untuk Rocky Aleena mengambilkan makan untuk Arion, kemudian mereka makan bersama-sama.
Setelah selesai makan malam bersama Aleena bersiap membereskan sisa-sisa makan malam, sedangkan Arion mendengar handphone nya berbunyi dan memilih untuk pergi mengangkatnya.
Rocky memilih membantu Aleena, tentu saja dengan sembari modus untuk dekat-dekat dengan Aleena, Aleena selesai membersihkan semuanya namun saat Aleena akan berbalik setelah mencuci piring tiba-tiba dia sedikit terpeleset membuat Rocky yang berada di belakang nya dengan sigap menopang Aleena.
__ADS_1
Aleena segera bangkit dan berdiri dengan benar "Terimakasih om, aku ke kamar dulu selamat malam" Ucap Aleena yang ingat ucapan Rocky yang belum selesai menghukumnya, Aleena takut hukuman nya akan lebih panas dari yang tadi dan membuatnya takut ketahuan kakaknya.
"Aleena tunggu" Ucapan Rocky tidak di dengar oleh Aleena, Aleena langsung saja masuk ke dalam kamar.
Aleena segera merebahkan tubuhnya itu ke atas ranjang empuknya dia menatap ke langit-langit kamarnya membayangkan apa yang dia dan Rocky lakukan saat ada kakaknya sangat takut menenangkan namun membuat Aleena tidak bisa melupakan sentuhan Rocky itu "Ahh Aleena berhenti memikirkan itu" Ucap Aleena
"Memikirkan apa? " Aleena langsung terduduk setelah mendengar suara yang begitu familiar di telinga Aleena Aleena menatap ke arah suara.
"Om apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Aleena panik.
"Tentu saja ingin bertanya kau menghindari ku bukan"
"Haha, tidak mana ada"
Tanpa ba-bi-bu Rocky menjatuhkan tubuh Aleena "Kau berani berbohong, kau ingin aku menghukum mu" Ucap Rocky.
"Ja.. jangan menghukum lagi, om bisakah kau sedikit menahan ak.. aku takut jika ketahuan oleh kak Arion" Aleena akhirnya mengakui alasannya kenapa menghindari Rocky tadi.
"Memangnya kenapa jika ketahuan aku akan bertanggung jawab "
"Bukan itu om masalah nya"
"Lalu apa masalahnya"
"Om jangan bercanda lagi kau tau posisi kitakan"
"Posisi kau di bawah dan aku di atas seperti ini" Rocky menatap wajah Aleena yang sekarang tepat di bawah wajahnya.
"Om jangan seperti in-" Belum sempat menyelesaikan kalimat nya terdengar suara pintu di ketuk.
"Aleena apa kau sudah tidur? " Suara Arion yang terdengar setelah bunyi ketokan pintu itu.
__ADS_1
"Kak Arion gawat!