Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 147


__ADS_3

Silvia terus memandangi pintu keluar yang di lewati Rocky Silvia merasa sedih karena sikap Rocky yang semakin dingin dan tidak melihat nya sama sekali hal itu di lihat oleh sepupu Silvia "Ada apa Silvia kenapa kau terlihat sangat sedih? " Tanya sepupunya.


Silvia menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk tersenyum "Hmm mm tidak ada apa-apa" Silvia menggelengkan kepalanya.


"Benarkah? tapi kau terlihat sedih apa karenakan laki-laki tadi" Ucap sepupunya yang melihat tatapan Silvia yang berbeda pada Rocky.


"Tidak bukan seperti itu" Silvia melambaikan tangannya mencoba menyangkal ucapan sepupunya meski ucapan sepupunya tidak sepenuhnya salah.


"Hmm kalau begitu apa karena kau lelah, kau bisa istirahat masih banyak karyawan ku di sini jangan terlalu memaksa toh kita tidak terlalu kekurangan uang" Ucap sepupu Silvia yang mencoba menghibur nya itu.


"Ya aku sudah tau, aku akan istirahat sebentar" Ucap Silvia.


****


Mereka sudah memasuki area parkir rumah sakit dan berpapasan dengan mobil namun tiba-tiba Rocky mengerem mobilnya membuat Arion terkejut "Ada apa? " Menatap Rocky yang wajahnya nampak bingung.


Rocky merasakan ada sosok familiar di dalam mobil yang baru saja lewat meskipun Rocky tidak bisa melihat dengan jelas karena kacanya segera di tutup. Rocky menggelengkan kepalanya "Tidak apa hanya salah menginjak rem" Jawab Rocky yang membuat Arion sedikit merasa aneh dengan sikap Rocky yang terlihat tidak tenang itu.


"Oh" Jawab Arion yang membuat Rocky melajukan mobilnya kembali.


Rocky memarkirkan mobilnya dengan rapi dan sejajar dengan mobil lain, Rocky keluar bersamaan dengan Arion namun Rocky masih saja melihat ke arah mobil yang baru saja berpapasan dengannya itu meskipun mobilnya sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan.


Arion berjalan terlebih dahulu namun berhenti saat melihat Rocky yang masih belum melangkahkan kakinya "Kau mau sampai kapan berdiri di situ! " Teriak Arion yang membuat Rocky tersadar dari lamunannya dan melangkah mengikuti Arion yang sudah melangkahkan kakinya kembali.


"Sorry " Ucap Rocky yang segera menyusul langkah Arion. Rocky menekan dadanya dia merasa aneh dengan dirinya sendiri yang merasa sangat tidak tenang namun Rocky berusaha menutupi itu dari Arion.


Arion dan Rocky sudah sampai di ruangan Elin, baru saja ingin masuk Arion menutup kembali pintunya "Cih semua orang sudah gila bermesraan di rumah sakit, apa sudah tidak ada tempat lain! " Gerutu Arion yang langsung mendudukkan dirinya di kursi di dapan ruangan Elin.

__ADS_1


"Hei kenapa kau tidak jadi masuk? " Tanya Rocky pada Arion yang malah duduk bukannya masuk.


"Apa kau tuli tidak dengar yang barusan aku katakan kau dan alister sama-sama tidak tau malu bermesraan di rumah sakit ck! " Ucap Arion yang memperjelas ucapannya.


"He itu semua belajar dari siapa? " Ucap Rocky yang tidak mau di sindir oleh orang yang sama saja tidak tau tempat saat bermesraan, Rocky memilih duduk di samping Arion.


Di dalam kamar, Elin berusaha memukul pelan dada Alister yang tengah menciumnya karena sekilas melihat Arion yang menutup pintu dan melihat ke arah mereka, Elin terus memukul agak keras dada Alister sampai Alister menyudahi ciumannya "Kenapa kau memukul ku, apa aku terlalu kasar" Ucapan Alister itu membuat wajah Elin memerah karena malu mendengar pertanyaan seperti itu.


"Apa kau tidak dengar pintu di tutup se.. sepertinya aku melihat seseorang yang ingin masuk namun tidak jadi" Udah Elin sedikit malu mengatakannya, bagaimanapun itu berarti ada orang yang melihat dia dan Alister tengah berciuman.


"Oh, bukankah orang nya sudah keluar kalau begitu kita lanjutkan lagi" Ucap Alister sambil mengedipkan satu matanya berusaha menggoda Elin.


"Hentikan om tua tidak tau malu" Ucap Elin yang mengikuti kakaknya itu memanggil Alister om tua.


"Ha! kau mengatai aku om tua, aku ini belum tua apa kau ingin aku membuktikan nya betapa aku sangat muda sayang" Bisikan Alister dengan suara serak nan menggoda itu membuat Elin kesulitan menelan ludahnya sendiri.


Cukup lama ciuman itu berlangsung sampai Elin terlihat kehabisan nafas karena tidak bisa mengimbangi permainan Alister yang sangat bersemangat.


Elin terlihat terengah-engah itu membuat Alister puas melihat nya "Sayang apa kau ingin membuatmu menjadi duda sebelum menikah" Tanya Elin yang membuat Alister tersenyum gemas dengan ucapan Elin itu, Alister langsung membawa Elin ke pelukannya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun aku menjadi duda sampai berusia seratus tahun" Ucapnya sembari mengecup keringat Elin membuat Elin tersipu dengan ucapan dan tindakan romantis Alister itu.


"Benarkah" Ucap Elin.


"Tentu saja" Jawab Alister dengan yakin sembari mempererat pelukannya.


Cukup lama meraka berpelukan dan akhirnya Alister melepasnya.

__ADS_1


Sedangkan di depan kamar Rocky merasa melupakan sesuatu sampai akhirnya dia berdiri "Tunggu apa kau melihat Aleena di dalam, apa dia sedang menjadi obat nyamuk di sana? " Tanya Rocky yang melihat ke arah Arion.


Arion mengangkat bahunya dia tidak sempat melihat dengan seksama apa dan siapa saja yang ada di dalam karena dia sudah melihat pemandangan yang menyakitkan mata itu jadi dia langsung menutup pintunya. "Aku tidak tau"


"Kalau begitu aku akan menyelamatkan istriku dari pandangan kotor yang di buat Alister" Ucapan pandangan kotor itu terdengar oleh Alister yang membuka pintu.


"Siapa yang sedang kau cemooh hah" Ucap Alister yang segera keluar saat mendengar ucapan Rocky.


"Tentu saja kau" Ucap Rocky dengan santainya.


"Sialan beraninya kau! " Ucap Alister tidak terima dengan ucapan Rocky.


"Tentu saja berani, sudahlah kembalikan Aleena kasihan dia harus menjadi nyamuk dan melihat pemandangan tidak senonoh" Ledek Rocky yang membuat Alister mengernyitkan dahinya.


"Aleena? bukankah dia bersama kalian dari tadi" Jawaban Alister itu membuat Rocky menatap Alister begitupun dengan Arion yang langsung berdiri terkejut mendengar ucapan Alister.


"Apa yang kau katakan, bukankah dari tadi dia sudah kembali? " Ucap Rocky yang merasakan rasa yang tidak enak semakin menguasai dirinya n


"Kami sudah menyuruhnya kemari tadi karena aku ada urusan dan harus pergi bersama Rocky" Ucap Arion sedikit menjelaskan apa yang terjadi.


"Tapi Aleena sama sekali tidak kembali semenjak pergi bersama dengan mu di Rocky, coba kau hubungi Natan apakah Aleena tiba-tiba ikut dengan mereka" Ucap Alister yang ingat terakhir kali Rocky dan Aleena pamit untuk menemui Letty.


"Ya akan aku coba" Rocky segera menghubungi Natan, namun tidak di Angkat mungkin karena Rocky sedang menyetir.


Rocky berpindah untuk menghubungi Letty namun nomor Letty tidak aktif "Nomor Letty tidak aktif bagaimana ini" Ucap Rocky.


"Kenapa tidak langsung menelepon Aleena mungkin saja dia sedang berjalan-jalan di sekitar rumah sakit" Ucap Alister mencoba untuk berfikiran positif.

__ADS_1


Rocky menekan nomor Aleena kemudian meletakkan handphone nya di telinga terdengar suara...


__ADS_2