
"Apakah ini tentang Alister" Tebak Fiona
"Tunggu apa kau sudah tau? " Kenzo menatap Fiona.
"Tau apa? kalian sedang membicarakan apa? " Tanya Tina yang penasaran.
"Bocah nakal itu sudah memiliki calon istri bagaimana dia bisa menyembunyikan nya dariku hah benar-benar anak durhaka" Ucap Kenzo
"Hah apa? apa itu benar pi, kalau begitu di mana dia kita harus minta penjelasan padanya bagaimana bisa kita mendengar kabar ini dari orang lain benar-benar" Ucap Fiona kesal.
"Tunggu dulu" Kenzo menatap istrinya yang begitu tenang begitu juga dengan Fiona yang melihat maminya tidak terlihat terkejut.
"Tunggu apa mami sudah mengetahui nya? " Tanya Fiona.
"Tentu saja, anak laki-laki lebih terbuka pada maminya bukan" Ucap Tina tersenyum sembari membawa makanan yang baru selesai dia masak ke atas meja.
"Kalau begitu kenapa mami tidak memberitahuku dan papi" Ucap Fiona di ikuti anggukan oleh suaminya.
"Alister ingin mengatakannya sendiri jadi mami tetap diam sesuai permintaannya" Ucap Tina tenang.
"Hah anak nakal itu benar-benar tidak memandangku sebagai papi ya" Ucap Kenzo kesal
"Papi jangan salah paham alister mempunyai alasannya sendiri, saat dia siap pasti dia akan membawanya kemari" Ucap Tina
"Huh aku akan ke sana sendiri, tidak mau menunggu" Ucap Kenzo
"BEI apakah masih pantas kau untuk merajuk di usia segini" Ucap lembut mami Tina.
__ADS_1
"Huh benar kita harus menemui nya aku ingin melihat adik ipar ku " Ucap Fiona yang pro dengan papinya.
"Sayang apa kau yakin, mungkin saja Alister masih belum siap makanya belum memberitahu mu dan papi" Ucap Aric bijak
"Tidak perduli aku dan papi pasti pergi benarkan papi" Ucap Fiona.
"Benar papi dan Fiona akan tetap pergi bersama Marvel dan cintya jika kalian tidak mau ikut tidak masalah" Ucap Kenzo yang masih dalam mode merajuk.
"Baiklah tuan Mafia kejam bukankah kekejaman mu mulai hilang jika kau terus merajuk" Ucap Tina mencoba membujuk suaminya dengan mendudukkan nya di kursi makan dan mulai menyiapkan makan malam di piring untuk suaminya itu.
"Huh besok kita bersiap pergi" Ucap Kenzo.
*****
"Baiklah ayo kita makan, sudah lama sekali kita bisa makan berempat lagi seperti dulu" Ucap Papa Disa yang merasa sangat senang.
Mereka makan malam dengan tenang setelah makan papa Albert memulai ucapannya "Disa" Panggil papa lembut.
"Iya pa, ada apa? " Tanya Disa menatap wajah serius papanya.
"Disa apakah kau tidak bisa kembali ke rumah dan meneruskan usaha papa dan mama saja, papa dan mama selalu khawatir saat kau berada di luar meskipun kau bersama Letty bagaimana pun kalian berdua adalah dua orang gadis " Ucap papa Albert.
"Papa kita sudah membahasnya bukan aku sudah bilang aku akan berusaha sendiri dan mandiri aku juga sudah berhasil, untuk apa papa khawatir" Ucap Disa.
"Aku tau usahamu sudah sangat maju, tapi papa khawatir tentang kau tinggal di luar, Disa bisakah mempertimbangkan nya untuk kembali"
Disa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah papanya "Pa, papa jangan khawatir aku dan Letty sudah menyewa beberapa pengawal bayangan, jadi papa jangan khawatir kami berdua pasti akan aman dan tidak akan terjadi hal buruk apapun jadi papa seperti di awal papa percayalah padaku papa cukup konsentrasi kepada usaha papa dan mama, apalagi saat ini di bawah naungan kakak semuanya semakin lancar kan, papa Disa berjanji akan baik-baik saja " Ucap Disa menggenggam tangan papanya
__ADS_1
Mama Disa melihat Disa sudah sangat terpojok Al hasil mama Disa hanya bisa mencoba percaya pada anak perempuan nya itu "Sudahlah jangan lagi memaksa Disa, nanti Disa merasa tidak nyaman jarang-jarang kita bisa kumpul bersama lebih baik membicarakan yang lain ok" Ucap makan Disa mencoba menghangatkan suasana.
"Hmm baiklah kalau begitu Disa bisakah kau berjanji" Ucap papa Albert.
"Berjanji apa pa? " Ucap Disa.
"Berjanji untuk sering pulang agar papa tidak berfikir yang tidak tidak bisakah" Ucap Papa Albert.
"Baiklah akan Disa pikirkan" Ucap Disa.
Akhirnya mereka berempat pindah ke ruang TV mereka Menonton TV bersama meskipun Vano tetap dalam mode diamnya.
Sampai akhirnya Papa dan mama Disa merasa mengantuk dan pamit untuk tidur terlebih dahulu, tersisa lah Disa dan Vano Disa merasa tidak nyaman "Huuh seperti nya aku juga mengantuk aku akan tidur juga" Ucap Disa bersiap untuk berubah berdiri namun tiba-tiba Vano berdiri dan menerjang Disa menempatkan Disa duduk di bawah Vano yang seakan mengintimidasi nya "Katakan kau pergi dari rumah ini karena menghindari ku bukan" Ucap Vano dengan tatapan yang sangat serius.
"A.. Apa maksud nya, itu sama sekali tidak berhubungan aku hanya ingin mandiri itu saja" Ucap Disa mencoba mendorong Vano namun Vano sama sekali tak bergerak.
"Jangan berbohong, aku tau apa yang ada di pikiran mu" Ucap Vano begitu sombong.
Disa menghela nafasnya "Apa yang kau tau! Apa kau pikir aku melakukan semua ini demi mendapatkan perhatian mu hah seperti dulu kau mempermalukan ku semua kebaikan ku hanya kau bilang sebagai penarik perhatian mu hah, jangan bercanda aku hanya membenci keadaan ini keadaan aku harus hidup satu atap dengan orang yang mempermalukan ku, menghinaku dan memakai ku, sekarang tuan Vano Alberto tolong tolong menjauhlah dariku seperti kau yang dulu ingin aku enyah darimu sekarang lakukan lah, ENYAHLAH KAU DARI HIDUPKU! " Ucap Disa meninggi di penuhi emosi dia mendorong kuat Vano hingga Vano melepaskan jeratan nya pada Disa.
"Disa ak.. aku tidak bermaksud seperti itu" Ucap Vano yang terlihat menyesal
"Aku tidak membutuhkan penjelasan mu sekarang jadi ku mohon jangan campuri kehidupan ku yang sudah bahagia sekarang" Ucap Disa.
Mendengar kalimat bahagia Vano teringat tentang Erlan "Kehidupan mu yang bahagia apakah bersama dengan laki-laki itu, apa kau tau dia itu siapa, dia memiliki sisi gelap "
"Ya aku bahagia dengan laki-laki itu dan cukup aku sudah tau semua sisi gelapnya dan aku menyukainya aku menyukai semua dari dirinya, jadi kumohon tuan Vano tetaplah pada garisnya dan bersikaplah sebagai kakak dan jangan ikut campur dalam. urusan pribadi adikmu! Terimakasih dan mulai saat ini aku membuang masa lalu ku jadi berhenti untuk mengingat masa di mana aku bahkan belum bisa mengerti apa arti cinta yang sebenarnya! " Ucap Disa tegas dan langsung meninggalkan Vano sendiri yang hanya bisa diam mengacak rambutnya dengan kasar.
__ADS_1
"Apakah ini akhirnya" Ucap Vano lirih sembari membanting tubuhnya duduk kembali di sofa.