Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 182


__ADS_3

"Benarkah jadi kalian semua datang dan memberikan kejutan kepadaku adalah ide tuan penguasa sombong ini? " Tanya Rocky yang menatap Arion yang masih membuang pandangannya dari Rocky.


"Hah! apa yang kau katakan aku tidak mungkin memikirkan hal sepele seperti ini" Ucap Arion mengelak.


"Selain sombong sifat tsundere mu ini tidak bisa hilang ya" Sindir Rocky.


"Hah siapa yang tsundere" Ucap Arion mengelak.


"Sudahlah kalian semua, cepat makan aku dan kak Rocky akan segera pergi jika kalian tidak segera makan kami akan kesiangan" Ucap Aleena menyela obrolan mereka sembari menaruh buah-buahan di meja di ikuti dengan Olivia yang mengambilkan sarapan untuk suaminya.


Semua orang akhirnya mengambil sarapan mereka dan mulai sarapan setelah selesai sarapan Aleena membantu Olivia membereskan sisa makanan dan membantu mencuci piring.


Sedangkan para lelaki masih duduk di meja makan sambil mengobrol.


"Kau dan Nona kecil mau kemana? " Tanya Dion kepada Rocky.


"Rahasia" Jawab Rocky yang membuat Arion menatap Rocky curiga.


"Kau tidak akan pergi ke tempat macam-macam bukan" Tanya Arion dengan wajah tanpa ekspresi nya.


"Tidak perlu curiga aku hanya pergi untuk melihat Natan, kau ingat pemuda yang datang bersama paman Robby" Ucap Rocky


"Paman Robby? ah orang yang sering bersama dengan Tuan Muda Wiguna itu" Ucap Rafael yang menanggapi karena penasaran.


"Apakah Tuan alister sedang merekrut orang baru" Tambah Dion.


"Sepertinya begitu" Jawab singkat Arion.


"Ya, Natan adalah salah satu teman yang aku dapatkan di negara yang aku tinggali jadi aku ingin melihat perkembangannya " Ucap Rocky.


"Dia pasti berkembang jika di bawah naungan black Drago" Ucap Dion.


"Ya aku juga yakin itu" Ucap Rocky dengan wajah yang terlihat yakin


"Rocky" panggil Dion yang membuat Rocky Rafael dan Arion melihat ke arah Dion yang tiba-tiba memanggil nama Rocky.


"Ha, ada apa kenapa tiba-tiba memanggilku " Ucap Rocky yang melihat serius tatapan Dion.

__ADS_1


"Tentang obrolan kita semalam, aku dan Rafael memutuskan untuk membantu mu" Ucap Dion serius.


"Tidak perlu kau dan Rafael sudah memiliki keluarga meninggalkan mereka untuk membantuku membangun kembali kejayaan sebuah bar ini terlihat sangat berlebihan" Ucap Rocky tidak enak.


"Apanya yang berlebihan, hanya perlu waktu berapa bulan tidak masalah aku akan membantu " Ucap Dion mantap.


"Aku juga akan membantu sebisa ku, kami juga masih bisa melihat mereka sesekali, kau tidak akan melarang kami cuti bukan" Canda Rafael yang membuat Rocky menarik ujung bibirnya.


"Benar Terima saja mereka, keluarga mereka tidak akan apa-apa di bawah naungan ku, kau fokuslah dengan syarat yang papa berikan" Ucap Arion tanpa sadar mendukung Rocky.


"Kau seperti nya sangat mendukungku kakak ipar" Ledek Rocky.


"Diam, berisik! " Ucap Arion yang tiba-tiba menyesali ucapannya membuat semua orang tertawa melihat tingkah malu-malu Arion.


****


"Pa.. paman kau mengagetkan ku saja, aku pikir tuan dan ibu sedang memiliki tamu bukankah tidak sopan bila kita ikut makan bersama dengan mereka" Ucap Natan mengatakan apa yang dia khawatirkan.


"Haha kau ini benar-benar anak yang baik, itu tidak masalah, nyonya Tina menyuruhku memanggilmu ada yang akan dia perkenalkan pada mu" Ucap Robby membuat Natan terdiam dan bertanya-tanya."Natan" Panggul Robby ketika Natan terlihat diam dan melamun.


Robby bejalan terlebih dahulu di ikuti dengan Natan.


"Natan kemarilah " Ucap nyonya Tina dengan lembut.


"Ah jadi dia calon keluarga baru kita" Ucap Fiona yang membuat Natan terkejut.


"Sayang jangan tiba-tiba mengatakan itu" Ucap Aric yang membuat Natan tersenyum ke arah Aric mengira Aric adalah Arion.


"Tuan Arion? tunggu" Natan terdiam sejenak seperti nya wanita yang dia lihat di bandara waktu itu bukan fiona membuat Natan sedikit bingung apakah Arion memiliki dua istri.


"Hahaha aku tau apa yang kau pikirkan, aku tidak memiliki dua istri, aku adalah Aric saudara kembar dari Arion dan ini istriku dia kakak dari alister" Ucap Aric menebak dengan benar isi kepala Natan.


"Ma.. maafkan saya tuan" Natan menelan ludahnya dengan kasar dia merasa semua orang di negara ini sangat hebat dengan menebak isi hati seseorang.


"Ya Natan Dia Fiona anak ku dan ini kedua cucu tersayang ku" Ucap Kenzo.


"Sayang beri salam pada paman Natan" Ucap Fiona.

__ADS_1


"Hai paman namaku chintya Wiguna dan itu kakak ku marvel Wiguna" Ucap gadis cilik nan cantik itu. sedangkan Marvel hanya diam dan menatap bukunya hanya melirik sekilas natan


"Ha.. Hai nona kecil dan tuan salam kenal nama saya Natan" Ucap Natan yang tiba-tiba gugup.


"Hahaha kau tidak perlu terlalu sopan, kau duduklah dan ayo makan" Ucap Aric yang melihat Natan merasa gugup


"Marvel kau harusnya menaruh buku mu dan memberi salam pada paman Natan" Ucap Fiona kepada anak tertuanya itu.


Marvel menuruti ibunya dia berdiri dan memberikan salam "Hahaha maafkan dia dia memang sedikit dingin, itu membuatku heran sifat siapa yang dia tiru" Ucap Fiona menggelengkan kepalanya.


"Bukankah dia terlihat seperti kakeknya dia sangat cool" Ucap Kenzo dengan penuh percaya diri.


"Hentikan papi kau sama sekali tidak dingin" Ucap Fiona meledak papanya membuat suasana menjadi lebih hangat hingga Natan merasa senang bisa berada di antara mereka.


"Sudahlah jangan di bahas lagi Marvel adalah Marvel dia juga termasuk keluarga aditama bukankah dia juga bisa mirip paman nya" Ucap Tina.


"Ha tidak mirip sama sekali" Ucap Aric bersamaan dengan Kenzo.


"Jawaban kalian itu membuktikan sebaliknya" Ucap Fiona.


Natan merasa tercerahkan dia memang sedikit melihat sifat Marvel seperti Arion namun itu juga membuat Natan sedikit penasaran kenapa kedua anak Aric tidak menggunakan marganya malah marga keluarga Tina.


"Mereka menggunakan marga Wiguna bukan aditama karena itu sudah kesepakatan ku dan papi jika aku menikahi istriku anak-anak ku akan memiliki marganya" Ucapan Aric tiba-tiba itu membuat Natan terkejut.


"Apa aku mengatakan pikiranku" Ucap Natan terkejut


"Hahaha aku bisa menebaknya dari ekspresi mu" Ucap Aric yang membuat Natan semakin kagum dengan semua orang baru yang dia temui.


"Sudah-sudah ayo lekas kita sarapan nanti sarapannya keburu dingin" Ucap nyonya Tina yang mendapatkan anggukan dari semuanya.


Semua orang sarapan bersama tanpa ada rasa canggung lagi, setelah sarapan Fiona dan Tina membereskan sisa sarapan di bantu dengan cintya putri kecil Fiona.


"Pelan-pelan sayang, jangan sampai pecah ya" Ucap Lembut Tina.


"Baik oma" Ucap nya dengan penuh senyum membantu membawa piring kotor.


Sedangkan para lelaki berada di ruangan lain sedang berbicara serius.

__ADS_1


__ADS_2