Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 65


__ADS_3

"Kau benar-benar gadis nakal! cepat turun atau aku akan memakan mu! " Ucap Rocky yang terus menghela nafas.


"Hahaha memakan ku, lakukan jika om bisa wle" Aleena belum sadar jika beruang kutub nya sudah menjadi beruang hitam yang kelaparan, Aleena malah memberikan umpan dengan menjulurkan lidahnya.


Rocky menahan dagu Aleena dan tiba-tiba langsung membawa masuk lidah yang keluar itu kedalam mulutnya, Rocky mencium Aleena dengan penuh gairah, membuat Aleena terbuai dan tidak menolak, tempat yang begitu panas tentu dan posisi yang begitu pas tentu mampu membuat semua orang terbuai, Aleena dan Rocky berciuman cukup lama, sampai akhir nya Rocky tersadar sesuatu semakin memberontak di bawahnya.


Rocky melepaskan ciumannya, dan membantu Aleena turun dari pangkuan nya, Rocky seketika tidak berbicara dan pergi berpindah ke toilet laki-laki.


Melihat kepergian Rocky tanpa kata Aleena hanya bisa menatap punggung Rocky yang menjauh "Dia seperti ini lagi, mencium ku lalu pergi " Aleena terlihat sedikit sedih dan meraba bibir nya dan teringat kembali ciuman panas mereka itu. "Dia sangat panas" Ucap Aleena yang tiba-tiba merasa ada getaran di tubuhnya.


Rocky segera mencuci wajahnya, dia mendinginkan kepalanya terus membasuh kepalanya " Tenanglah Rocky tenang, ingat dia adalah sepupu mu bagaimana bisa kau ingin memakannya " Rocky mengatur nafasnya terus membasahi rambutnya, bahkan rambutnya kini terlihat orang sehabis keramas.


Rocky terus mengatur nafasnya menenangkan sesuatu yang memberontak di dalam sana, Rocky junior benar-benar hanya bisa berdiri saat berada dalam lingkup Aleena, selama Rocky bekerja sebagai bartender tidak ada wanita yang mampu membuat Rocky junior berdiri tegap siap menerkam.


"Pikirkan yang lain Rocky tenanglah" Rocky cukup lama berada di toilet dan akhirnya dia bisa menenangkan Rocky junior dan kembali menidurkan nya.


Rocky keluar dari toilet dan melihat Aleena sudah tidak ada di depan toilet "Ck! apa dia kembali ke IGD bagaimana dia bisa secepat itu melupakan kejadian tadi" Rocky merasa kesal karena ternyata hanya dia saja yang harus memenangkan dirinya sedangkan Aleena tidak merasakan apa-apa dan begitu cepat nya pergi meninggalkan nya tanpa harus seperti nya, itulah yang Rocky pikirkan.


Sebenarnya Aleena juga cukup lama di toilet terus membasuh wajah nya karena dia memikirkan hal aneh setelah ciuman panas itu.


Rocky kembali ke IGD benar saja Aleena sudah duduk di sana bersama dengan Letty menunggu dokter yang masih belum keluar dari ruangan.


Letty semakin terlihat gelisah "Kenapa lama sekali" Ucap Letty yang tak kunjung melihat dokter keluar.

__ADS_1


Aleena tidak mendengar ucapan Letty namun dia malah mencuri pandang pada Rocky dan rambut basahnya yang membuat Rocky semakin menggoda, Aleena segera menggelengkan kepalanya 'Tenanglah Aleena sadarlah jangan berfikir kotor di sini, ini rumah sakit" Ucap Aleena yang kembali terngiang kejadian di toilet tadi.


Rocky menatap Aleena masih dengan tatapan kesal karena Aleena terlihat baik-baik saja tidak perlu membasahi rambut untuk menenangkan diri seperti nya 'Apa aku ini tidak bisa membuat nya tergoda! ' Gumam Rocky dalam hati.


Keduanya masih saling pandang sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan Natan Letty segera berdiri dan meraih kedua pundak dokter itu dan mengguncang tubuhnya " Dokter katakan bagaimana keadaan Natan " Ucap Letty dengan panik


Aleena melihat dokter yang tubuhnya terus di guncang segera menahan Letty "Kak tenanglah" Aleena melepaskan tangan Letty dari kedua pundak dokter itu.


"Apakah kalian adalah keluarga nya? " Tanya dokter itu yang membuat mereka bertiga terdiam sejenak.


"Saya calon istrinya dokter" Ucap Letty dengan buru-buru karena ingin tau keadaan Natan.


"Saya mengerti, pasien sudah melewati masa kritis nya dan sudah lumayan stabil, pasien juga sudah mendapatkan transfusi darah hanya perlu beristirahat sampai dia bisa kembali sadar" Jelas dokter itu yang membuat Letty, Aleena dan Rocky merasa lega.


"Syukurlah" Ucap Aleena lirih, ekspresi wajah lega yang di lihat Rocky itu entah membuatnya merasa cemburu karena Aleena terlihat mengkhawatirkan Natan.


Beberapa jam berlalu Natan akhirnya siuman dan di pindahkan di ruang VVIP ruangan yang di pilih oleh Letty, Letty merasa sangat bersalah ketika melihat si ceria si pembuatan rusuh tiba-tiba menjadi diam lemas dan tak berdaya "Kau mau makan? " Tanya Letty kepada Natan.


Natan terlihat menjadi diam setelah bangun "Kak apa kau merasa ada yang tidak enak" Tanya Aleena yang membuat Rocky merasa kesal sendiri melihat Aleena perhatian pada Natan.


Rocky yang tadinya berdiri jauh dari Aleena tiba-tiba mendekat dan menarik satu tangan Aleena dia menggenggam nya di belakang tangannya, Aleena menatap Rocky dan berbicara tanpa suara 'Apa yang kau lakukan om'


Rocky tidak menjawab hanya diam dan menggenggam tangan Aleena. sedangkan Natan masih diam tak bersuara.

__ADS_1


"Natan" Ucap Letty yang merasa sedikit melihat perubahan Natan itu.


"Seperti nya dia butuh istirahat lebih baik kita keluar" Ucap Rocky.


"Kalian keluarlah aku ingin berbicara sebentar dengan Natan" Udah Letty.


"Baik" Rocky terlihat sangat senang untuk membawa Aleena pergi dari ruangan Natan.


Rocky menarik Aleena keluar "Om kau ini kenapa sih? " Tanya Aleena yang merasa Rocky sangat aneh.


"Apa kau akan bersikap seperti itu saat aku yang terbaring di ranjang rumah sakit? " Pertanyaan kekanak-kanakan itu benar-benar terlontar dari bartender yang biasa terkenal dingin itu.


"Tidak" Ucap Aleena yang membuat Rocky mempererat genggaman tangannya pada Aleena.


"Katakan sekali lagi! " Rocky kini merasa kesal dan sesak di hatinya karena jawaban Aleena.


"Om, aku tidak ingin kau berbaring di ranjang rumah sakit! aku tidak mau berada di kondisi di mana aku tidak akan bisa apa-apa" Jawaban Aleena itu membuat Rocky tertegun sebentar dan langsung memeluk Aleena


"Kau ini" Rocky merasa lega dan bahagia dengan jawaban Aleena.


"Berjanjilah om jangan pernah terjadi apa-apa padamu, aku tidak ingin kau mengalami kejadian buruk apa lagi sampai masuk rumah sakit" mata Aleena tiba-tiba berlinang air mata.


Rocky mengangguk "Tentu saja aku berjanji" Ucapan Rocky yang tanpa sadar mengecup kening Aleena tanpa melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Mereka berpelukan cukup lama, Rocky melepaskan pelukan nya dan menatap Aleena, Rocky seperti nya mulai menyadari perasan takut kehilangan Aleena "Aleena apakah kau ma-" Ucapan Rocky tidak selesai saat seseorang meneriakkan nama Aleena.


"Aleena, benar-benar kau, aku pikir aku salah lihat" Ucapan wanita yang sudah berada di depan Aleena dan Rocky sekarang.


__ADS_2