
"Nenek bagaimana, apakah bisa menyembuhkan luka Elin tanpa operasi? " Tanya Alister saat melihat nenek Angel.
"Soal itu.." Nenek angel sedikit berpikir "Nona Elin apakah kau bersedia datang ke negara kami, Andreas dan aku tidak bisa menyembuhkan mu di negara ini teknologi yang kami gunakan tidak ada di negara ini hanya bisa merawat mu secara intensif di negara kami apakah nona bersedia" Tanya Nenek Angel langsung.
Elin menatap kakaknya seakan bertanya dan meminta izin "Jangan menatapku seperti itu semua keputusan ada pada dirimu" Ucap Erlan.
"Dokter Bisakah aku bertanya pada keluarga ku terlebih dulu" Ucap sopan Elin.
"Panggil saja nenek Angel, kau boleh berdiskusi dengan keluargamu karena bagaimanapun seperti nya butuh waktu cukup lama untuk menyembuhkan nya" Ucap Nenek angel yang mendapat anggukan dari Andreas.
"Dokter yang merawat nona Elin sudah memperbolehkan nona Elin untuk keluar dari rumah sakit sebagai gantinya nona harus minum obat yang kami siapkan tapi sebelumnya kami harus mencari obat itu seperti nya di negara ini obat yang kami butuhkan sangat terbatas jumlahnya" Jelas dokter Andreas
"Apakah perlu aku mengantar kalian mencarinya" Tanya Alister
"Tidak perlu dokter yang merawat nona Elin sudah merekomendasi beberapa apotek ternama di negara ini"
"Kalau begitu izinkan saya untuk mengantar kalian, saya adalah kakaknya Elin saya yang bertanggung jawab atas dirinya "Ucap Erlan.
" Terimakasih jika tidak merepotkan " Ucap Nenek angel, yang merasa Erlan itu terlihat sama dengan cucunya akan tidak senang jika menolak nya.
Erlan mengantarkan Angel dan Andreas untuk mencari obat untuk Elin, sedangkan Arion masih memilih mengamati negara yang baru dia kunjungi itu melalui handphone pintarnya seperti nya dia ingin berbisnis di negara yang sama majunya dengan negara nya itu.
Setelah kepergian nenek angel, Andreas dan Erlan, Elin menatap Alister "Ada apa, apakah ada yang mengganggu pikiran mu? " Tanya Alister
"Papa apakah dia akan mengizinkan nya? dia sepertinya sudah menyerah terhadapku" Ucap Elin.
__ADS_1
"Aku yang akan meminta izin padanya jangan khawatir, Elin aku sudah berjanji padamu aku pasti akan menepati semua ucapan ku" Ucap Alister membawa Elin dalam pelukannya.
"Aku percaya padamu " Ucap lirih Elin yang masih di dengar oleh Alister.
Di sisi lain Letty sudah bersiap untuk bergegas keluar dari rumah sakit.
"Kak Letty kau sudah boleh pulang? " Tanya Aleena yang tiba-tiba masuk memeluk Letty bagaimanapun Letty terluka juga karena dirinya.
"Ya sepertinya aku sudah lebih baik, nah Aleena setelah aku sembuh total bisakah kau mengajariku beberapa teknik beladiri dan juga menembak" Tanya Letty yang membuat Natan dan Disa terkejut.
"Tentu saja kak" Jawab Aleena dengan senang hati.
"Bolehkan aku ikut, sepertinya jaman sekarang wanita memang harus sedikit banyak mengerti cara membela diri" Ucap Disa.
"Tentu saja kita bertiga akan berlatih bersama" Ucap Aleena bersemangat.
"Huh kemana hilangnya bartender dingin ku, kenapa sekarang menjadi bartender kekanak-kanakan" Ledek Letty
"Berisik! " Ucap Rocky singkat.
"Rocky aku juga ingin menanyakan hal ini apakah kau masih akan bekerja menjadi bartender di tempatku? " Tanya Letty yang kurang lebih mulai tau siapa Rocky sebenar nya.
"Aku akan tetap bekerja di bar mu sampai Aleena menyelesaikan kuliahnya di negara ini" Jawab Rocky yang membuat Aleena tersentuh.
"Kau yakin, kalau begitu aku akan masih membutuhkan mu"
__ADS_1
"Aku juga bos, tapi ingat naikan gajiku karena aku butuh uang yang cukup untuk membiayai istri kecil ku" Ucapan Rocky itu tambah membuat wajah Aleena merah.
"Siapa yang istrimu om"
"Hahaha Aleena kau terlihat imut saat malu-malu" Ledek Disa yang mendapatkan anggukan dari Letty dan Natan.
Disa dan Aleena membantu Letty membereskan barangnya sedangkan Rocky dan Natan duduk menunggu di kursi di luar ruangan Letty.
Natan mulai menghela nafasnya dan melihat sekilas ke arah Rocky "Rocky apakah aku boleh mengajukan permintaan padamu? " Tanya Natan.
"Permintaan" Rocky melihat Natan yang mulai menundukkan kepalanya.
"Hmm aku ingin kau menjaga Letty sampai aku kembali, sepertinya besok aku sudah harus pergi"
Rocky langsung mengerti kemana arah pembicaraan Natan itu "Kau akan pergi besok bukankah Alister masih di sini" Ucap Rocky
"Tuan Alister ingin mengirim ku ke geng Black Drago dia menyuruhku belajar di sana" Ucapan Natan itu sedikit membuat Rocky terkejut.
Rocky tidak menyangka Alister memandang tinggi Natan dan berharap Natan akan berhasil "Dia benar-benar ingin menjadikanmu tangan kanannya kau harus bersyukur untuk itu tapi Natan ingat Black Drago tidak hanya namanya yang terdengar sangat mengerikan dan kuat orang-orang di baliknya bukanlah orang sembarangan mereka yang ada di sana sama sekali tidak takut mati, jika kau ragu-ragu saat masuk ke sana lebih baik kau urungkan niatmu, karena akan ku pastikan kau akan mati di dalam nya" Ucapan Rocky itu sedikit membuat Natan takut tapi sebelumnya Alister juga mengatakan hal yang sama.
"Aku tau, maka dari itu aku titipkan keraguanku padamu, jika Letty dalam perlindungan mu aku akan merasa tenang dan keraguanku untuk pergi akan hilang" Jawab Natan.
"Aku mengerti, jangan khawatir kan itu" Jawaban Rocky itu membuat Natan tenang dan semakin yakin untuk pergi.
"Kau sudah mengatakannya pada Letty? " Tanya Rocky
__ADS_1
"Belum, aku belum sempat mengatakan padanya"
"Mengatakan apa? " Tanya Letty yang ternyata baru saja keluar dari ruangannya dan sedikit mendengar pembicaraan antara Rocky dan Natan.