Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 177


__ADS_3

"Om Rocky kau mesum! " Ucap Aleena dengan suara meninggi.


"A.. aku tidak tau kau selesai mandi ini juga salahmu kenapa kau tidak mengunci pintu mu, bagaimana jika ada yang masuk" Ucap Rocky yang malah ikut kesal.


"Itu tidak akan terjadi, jika tidak ada orang yang sembrono masuk tanpa mengetuk pintu" Ucap Aleena menggerutu.


"Baiklah calon istri aku minta maaf masuk dengan sembarangan, tapi calon istri juga harus berjanji lain kali harus mengunci pintu saat mandi mengerti" Ucap Rocky lembut


"Mengerti om, sekarang bisakah calon suami pergi kau mencari keuntungan sebelum menikah apa kau bosan hidup om" Ucap Aleena yang sudah mulai kedinginan.


"Aku masih memejamkan mataku bagaimana kau bisa bilang aku mencari keuntungan sayang, harus kah aku membuka mataku sekarang"


"Tidak-tidak aku akan membantu mu berjalan handuk ini sedikit kekecilan sangat ketat kau jangan membuka matamu" Ucap Aleena yang menggenggam tangan Rocky dan menuntun nya berjalan.


Aroma sabun dan shampoo yang tertiup saat mereka berjalan membuat Rocky sedikit tergoda untuk membuka matanya.


Namun Rocky baik dan jahat sedang bertengkar di kepala Rocky 'Tidak-tidak jangan buka matamu Rocky kau akan tidak tahan jika melakukannya' Ucap Rocky berusaha teguh dalam pendirian nya.


Tapi rambut Aleena yang sedikit basah tak sengaja mengenai wajahnya membuat Rocky benar-benar membuka matanya dan memeluk Aleena sekarang juga.


Rocky menghentikan langkahnya membuat Aleena menengok ke arah Rocky "Ada apa om? " Tanya Aleena


*****


"Kalau begitu temani aku ya" Ucap Disa yang wajahnya sedikit tidak bersemangat.


"Jika aku bertanya kemana apa kau akan menjawab kali ini" Tanya Letty yang seperti nya sudah menebak mereka akan kemana


"Tentu tidak" Ucap Disa dengan memaksakan senyumnya.


"Ya sudahlah aku tidak bertanya lagi ayo kita pergi" Ucap Letty.


Disaat mengemudi dengan terus menghela nafasnya membuat Letty tidak tahan untuk berfikir kemana mereka pergi namun belum selesai berfikir Disa memarkirkan mobilnya ke sebuah butik. "Tunggu di sini aku akan mengambil sesuatu" Ucap Disa


Letty hanya mengangguk mengerti dia terus berfikir dan mencoba menghidupkan handphone nya yang sudah selesai di cas dengan powerbank.

__ADS_1


Setelah menghidupkan handphone nya beberapa pesan masuk dari Natan, Letty segera membalas pesan dari kekasihnya itu, saat Letty mengembalikan pesan terlihat papanya juga mengirimi dia pesan matanya membulat saat membaca pesan papanya.


Letty segera turun dari mobil setelah melihat Disa keluar dari butik "Disa kau tidak harus datang seperti tahun biasanya kau tidak usah datang ok" Ucap Letty yang sekarang tau kemana Disa akan membawanya pergi.


"Aku akan pergi " Ucap Disa dengan senyuman yang terpaksa di wajahnya.


"Apa kau yakin? " Tanya Letty.


"Tentu saja aku yakin, kenapa tidak aku sudah tidak perduli tentang waktu dulu lagi pula aku tidak sendiri" Ucap Disa menggandeng tangan sahabatnya itu.


"Hah baiklah aku akan menjagamu di sana" Ucap Letty memeluk sahabatnya itu.


"Itu harus" Ucap Disa menimpali ucapan Letty.


"Kalau begitu mumpung sudah di sini kita berganti baju sekalian ok" Letty menarik Disa masuk ke dalam butik.


Mereka sekarang sudah siap kali ini Letty yang mengemudikan mobilnya, kali ini Letty merasa dia harus menjaga sahabatnya yang sudah menjaganya selama ini.


Letty mengemudikan mobilnya dengan sesekali melirik ke arah Disa, Disa merasa sedang di lirik oleh Letty membuatnya sedikit mengangkat alisnya seakan bertanya ada apa Letty yang melihat ekspresi Disa itu langsung menggelengkan kepalanya.


Disa dan Letty berjalan masuk ke dalam rumah yang sudah ramai karena ada sebuah pesta itu, Letty melihat orang tuanya dia ingin menghampiri mereka namun tidak ingin meninggalkan Disa sendiri, Alhasil Letty menarik Disa untuk menyapa orang tuanya.


"Papa" panggil Letty dan memeluk papanya itu.


"Kalian datang, aku pikir kalian tidak hadir lagi, Disa semenjak om meminta kau menemani Letty keluar kau jadi jarang pulang om jadi merasa bersalah pada papa mu" Ucap papa Letty.


"Tidak apa-apa om, itu juga kemauan ku sendiri lagi pula Disa sibuk mengurusi bisnis Disa om bukan karena om Disa tidak pulang" Ucap Disa.


"Tapi Disa kau jangan hanya merawat anak tante yang manja ini, kau juga harus pikirkan masa depanmu juga ok" Ucap mama Letty memeluk Disa.


"Jangan khawatir tante, aku tidak melupakan masa depanku kok" Ucap Disa tersenyum.


"Nah Disa kau bisa menemui orang tuamu dulu, om dan tante yang akan menjaga Letty di sini kau bisa bersenang-senang dengan keluargamu" Ucap papa Letty.


"Tidak mau pa, Letty mau dengan Disa"

__ADS_1


"Letty mama dan papa ingin berbicara hal penting denganmu, setelah itu pergilah mencari Disa" Bisik mama Letty.


"Baiklah tante aku akan ke sana dulu" Ucap Disa.


"Ya Disa, bagaimanapun ini ulang tahun kakakmu jadi kau harus menyapa mereka Letty tidak akan merepotkan mu dulu" Ucap mama Letty.


Disa dengan enggan melangkahkan kaki nya menuju ke arah papa dan mamanya, letty melihat itu tapi dia tidak bisa apa-apa sekarang, yang dia bisa segera menyelesaikan percakapannya dengan orang tuanya dan menghampiri Disa.


"Disa sayang kau datang" Ucap mamanya


"Ya ma" Jawab singkat Disa yang tak bersemangat.


"Kau ini gadis macam apa berbisnis dan tidak ingin pulang apa kau pikir papamu sudah mati" Ucap papa Disa sedikit tinggi namun tidak bisa membendung ke rinduannya dan memeluk Disa.


"Jangan berbicara begitu pa, aku sudah pulang bukan" Ucap Disa tersenyum membalas pelukan papanya.


"Kau harus menginap malam ini Disa" Ucap mamanya.


"Menginap ma, tidak bisa besok aku ada wawancara karyawan baru di toko cabang baru ma"


"Tidak boleh setelah sekian lama kau tidak pulang tidak boleh pergi secara buru-buru" Ucap mama Disa.


"Tapi ma.. " Disa belum menyelesaikan kalimatnya namun sudah di potong oleh papanya.


"Benar apa yang di bilang mama mu kau harus menginap, tidak boleh ada penolakan" Ucap papa Disa yang hanya bisa di turuti olehnya.


"Baiklah kalian benar-benar merindukan ku seperti nya" Ucap Disa tersenyum.


"Baiklah kau bersenang-senanglah papa akan menemui rekan bisnis papa ok"


"Jangan lupa temui kakakmu Disa" Ucap mamanya.


"Baik ma" Ucap Disa sedikit mengangguk.


Baru saja orang tuanya pergi meninggalkan nya tiba-tiba ada suara memanggil namanya "Disa" Suara itu membuat Disa menengok.

__ADS_1


__ADS_2