
"Om Rocky siapa dia? apakah orang yang menjemputmu kemarin? kekasihmu? " Aleena di bombardir banyak pertanyaan membuat Aleena tidak tau harus menjawab mulai dari mana.
"Ya untuk apa?, apa dia benar-benar kekasihmu?" Ucap Elin yang terlihat penasaran dengan kisah cinta Aleena.
"Bu.. bukan itu maksud ku i.. iya untuk orang yang menjemput ku kemarin, dia orang nya" Ucap Aleena gugup karena jawabannya membuat temannya itu menafsirkan hal yang sebenarnya ingin di jadikan kenyataan oleh Aleena.
"Oh, aku pikir dia kekasihmu" Ucap Elin yang sedikit merasa sikap Aleena agak gugup saat membahas Rocky.
"Em, bukan dia sepupuku" Jawaban yang tidak ingin terucap Akhirnya terucap juga.
"Om? kau memanggilnya sepupumu om " Tanya Elin yang semakin bingung.
"Em, karena dia spesial" Ucapan Aleena dengan wajah sedikit memerah, membuat Elin mengerti.
"Cinta terlarang kah?, Sudahlah lupakan saja, bagaimana jika aku mengenalkan mu pada kakak ku yang bandel" Ucapan Elin dengan wajah serius.
"Kau punya kakak? " Tanya Aleena.
"Punya, tapi dia sangat sulit di atur mungkin jika aku mengenalkan nya padamu dia akan pulang kembali ke rumah hehe" Elin tertawa menggoda Aleena.
"Tidak perlu mengenalkan nya, cukup kenal adiknya saja" Aleena mengedipkan matanya, seakan menggoda Elin, elin tertawa lepas saat Aleena bertindak seakan sedang menggodanya.
"Baiklah aku saja cukup" Ucap Elin dan di ikuti anggukan dan tawa dari Aleena.
Di sisi lain
Disa Letty dan Natan akhirnya memutuskan untuk makan siang di rumah Rocky. tapi Rocky memilih memejamkan matanya di sofa setelah mengganti pakaian nya, tidak semua orang bisa mencicipi masakannya seperti Aleena.
Alhasil mereka memilih untuk memesan makanan dari luar karena mereka sangat lelah untuk memasak.
Awal mula semua sibuk dengan handphone nya sampai Disa membuka pembicaraan dengan Rocky "Rocky bolehkah aku bertanya? " Tanya Disa melihat ke arah Rocky.
Rocky dengan menatap ke atas menjawab "Hm Apa? " Jawabnya tanpa melihat ke arah Disa.
__ADS_1
"Apakah kau bisa bela diri? " Tanya Disa yang mengacu kepada rasa penasaran nya waktu itu tentang siapa Rocky sebenarnya. Letty dan Natan yang mendengarkan pertanyaan Disa ikut melihat ke arah Rocky menunggu jawaban apa yang akan Rocky berikan.
"Tidak" Jawab asal Rocky yang memang sebenarnya dia tidak spesifik belajar ilmu beladiri, dia hanya belajar bertarung dan menembak, hanya untuk mempertahankan dirinya di dunia bawah kala itu, dia tidak pernah mengenyam teori beladiri dia langsung mempraktikkan nya.
"Ah, tapi aku lihat kau memiliki reflek yang bagus"
"Katakan jangan berbelit-belit" Rocky tau ada yang ingin Disa katakan padanya.
"Aku ingin kau menjadi bodyguard Letty" Perkataan itu membuat Letty terkejut sekaligus senang, temannya itu benar-benar sangat memperhatikan dan mengerti apa yang dia mau.
"Tidak! aku seorang bartender bukan bodyguard sewaan" Jawab Rocky yang masih tidak melihat ke arah Disa.
"Aku bisa membayarkan lima kali lipat dari gaji mu" Setelah Disa membuatkan peluang untuk nya dia tidak mungkin menyia-nyiakan nya begitu saja, dia juga berusaha membujuk Rocky.
"Untuk hal itu aku tidak mau, aku tidak ingin terlibat" Jawab Rocky tegas, dia sudah memutuskan untuk jadi bartender tidak ingin kembali berurusan dengan dunia bawah.
"Rocky bagaimana jika kau pikirkan dulu, bukankah kau suka uan-" Natan belum selesai bicara langsung di potong oleh bunyi bel dari luar pintu.
"Buka pintu" Ucap. Rocky menyuruh Natan, dan Natan hanya bisa pasrah dan melakukan apa yang Rocky suruh.
Mereka semua makan dengan nikmat nya, Rocky hanya memakan satu potong dan kembali merebahkan dirinya di sofa.
Letty dan Disa makan sambil bercanda layaknya seorang wanita sampai candaannya berhenti ketika handphone Letty berbunyi "Aaaaa aaaa" Teriak Letty dan melemparkan handphone nya ke sembarang arah dan terlempar ke arah Rocky, Rocky menangkapnya.
"Ada apa Letty kenapa kau ketakutan seperti itu? " Tanya Disa menenangkan Letty. Letty hanya terdiam sambil menggiring lengan tangannya.
"Karena ini" Ucap Rocky memperlihatkan video yang baru saja Letty Terima, Disa melihat nya dan sedikit mual "Apa maksud nya ini? " Tanya Disa yang tidak mengerti maksud video itu.
Natan ikut melihat "Apakah ini sebuah ancaman pembunuhan? " Ucap Natan yang mendapat anggukan dari Rocky.
"Benar, aku rasa kau benar-benar harus mencari bodyguard" Ucap Rocky serius
"Kalau begitu Rocky bagaimana dengan ka-" Disa tidak bisa menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
"Itu bukan pekerjaan ku, cari bodyguard profesional, musuh Letty bukan orang biasa" Ucap Rocky yang kemudian memilih memejamkan matanya.
"Benar dia terlihat sangat sadis, bos kau harus mencari bodyguard profesional seperti yang Rocky katakan" Setelah melihat video itu Natan mendukung ucapan Rocky, karena Natan sendiri tidak tau Rocky benar-benar bisa di andalkan dalam berkelahi atau kemarin itu hanya sebuah kebetulan.
"Aku mengerti" Ucap Letty dia yang masih takut juga terlihat sedih.
Senja telah menghilang Malam menyapa, para senior mengajak Aleena dan kelompok nya ke rumah Mia, rumahnya cukup besar meski tak sebesar rumah Aleena, hal ini membuat Aleena mengerti sikap Mia yang agak sombong itu terletak pada kekayaan orang tuanya.
Berbeda dengan Aleena meski dia terlahir dari orang yang sangat kaya, karena Mama nya yang mendidiknya dia tidak menjadi wanita sombong seperti kebanyakan yang terjadi di kalangan konglomerat.
"Ayo masuk semua, kedua orang tua ku sedang berada di luar negeri untuk pekerjaan nya kalian bisa menganggap rumahku sebagai rumah kalian" Elin memutar bola matanya.
"Dia terlihat sangat sombong" Bisik Elin pada Aleena. Aleena hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya dia tidak ingin ucapan Elin di dengar oleh Mia.
"Ayo Aleena, Elin masuklah" Ucap Mia ketika melihat Aleena dan Elin masih berdiri di depan pintu rumah.
Aleena dan Elin akhirnya ikut masuk ke dalam, di dalam sudah banyak makanan yang di hidangkan, semua orang lahap memakannya namun tidak dengan Aleena yang tiba-tiba tersenyum melihat handphone nya
Satu pesan masuk
[Hati-hati di jalan] pesan yang di Terima dari Rocky membuat Aleena merasa sangat senang
[Siap Komandan om] Balas Aleena yang membuat Rocky tiba-tiba tersenyum sendiri membacanya "Gadis nakal" Gumam Rocky sebelum menaruh handphone nya dan bekerja.
Elin melihat Aleena senyum-senyum sendiri membuatnya penasaran "Ada apa? " Tanya Elin.
"Tidak ada" Ucap Aleena.
Swmua sudah selesai makan malam. dan berbincang Hari juga semakin larut "Aleena, hari sudah malam biar aku dan Mia mengantarmu pulang" Ucap Silvia, Silvia datang di tengah acara.
"Tidak usah Aleena pulang dengan ku, itu mobilnya" Ucap Elin menarik Aleena pergi berjalan ke arah mobil yang sudah menunggu Elin.
"Terimakasih Elin, aku bisa naik kereta" Ucap. Aleena saat mereka sudah berjalan jauh dari Mia dan Silvia.
__ADS_1
"Tidak apa masuklah" Elin membukakan pintu depan mobilnya dan Elin memilih duduk di belakang.
Saat pintu mobil sudah di buka, Aleena ingin menengok ke arah supir matanya membulat "Kau lagi" Ucap Aleena bersamaan dengan laki-laki itu.