
Letty melihat Natan, Natan menaruh tangan nya di bawah telinga Letty dan membimbing Letty perlahan dua bibir kini saling bertaut lembut.
Natan perlahan melepaskan ciumannya, namun kedua mata masih saling menatap satu sama lain seakan ingin mengulangi ciuman itu lagi.
Natan tidak bisa menahan gejolak di hati dia kembali mencium lembut bibir Letty namun itu tidak berlangsung lama, Natan melepaskan ciumannya, Natan mengusap pipi Letty yang masih membiru Natan mengecup pelan dan meniupnya "Kau harus istirahat, selamat malam Letty ku" Ucapan Natan itu membuat Letty tersenyum sendiri akhirnya Natan memanggil namanya bahkan kini ada kata ku di belakang nya membuat Letty begitu bahagia.
"Kau juga istirahat, selamat malam Natan ku, mimpi indah" Ucap Letty yang mendapat gelengan kepala dari Natan membuat Letty mengerutkan dahinya.
"Bukan mimpi indah tapi mimpi-in Letty" Ucapan Natan itu benar-benar berhasil membuat Letty tersipu malu.
"Baiklah kalau begitu aku juga mimpi Natan, selamat bertemu di alam mimpi " Letty dengan berani mengecup pipi Natan lalu berlalu pergi.
Natan memegangi pipinya, dia bahkan berniat tidak mencuci pipinya agar rasa bekas dan bau Letty tidak akan hilang. "Aku akan berusaha keras untuk mu" Ucap Natan sembari tersenyum.
Natan memastikan Letty masuk kamar dengan semangat sedangkan dia yang memiliki rasa tidak enak, tidak seperti di apartemen Rocky dia lebih memilih tidur di ruang tamu, tidur di sofa yang lumayan luas bahkan cukup untuk tubuhnya.
Di sisi lain Robby dan Alister sedang membahas tentang kerja sama dengan papa Elin.
"Tuan apa anda yakin? perusahaan nya sudah hampir failed, apakah tidak masalah? pemimpinnya juga tidak bisa di percaya" Keluh Robby, sepertinya Robby tidak setuju Alister menaruh uangnya untuk investasi di AN grup.
"Sudahlah aku punya rencana ku sendiri" Ucap Alister membuat Robby bingung, baru kali ini masukan nya tidak di dengar oleh Alister.
"Tuan apakah anda dengan Nona Elin? " Robby tidak berani memperjelas pertanyaan nya
"A.. apa maksud mu?, jangan berfikir sembarangan! " Alister terlihat salah tingkah saat Robby menyebutkan nama Elin.
"Ma.. maaf tuan" Ucap Robby sembari menundukkan kepalanya.
"Sudahlah kau selesai kan kontrak ini aku akan kembali ke apartemen ku" Ucap Alister yang langsung pergi setelah memeriksa dokumen.
Setelah Robby menyebutkan nama Elin tiba-tiba isi kepala Alister langsung memikirkan elin. "Ada yang salah denganku" Ucap Alister memukul pelan kepalanya.
__ADS_1
Dia akhirnya kembali ke apartemen nya, Alister masuk dan melihat Rocky tidur di sofa dia ingin membangunkan nya namun Alister mengurungkan niatnya itu melihat Rocky yang terlihat sudah tertidur pulas.
****
Aleena membantu Rocky mengganti perbannya "Kak kau harus ingat untuk mengganti perban mu setelah di oleskan obat, tusukan nya lumayan dalam" Ucap Aleena.
"Tidak masalah kan ada istri ku yang akan mengurusnya"
"I.. istri? siapa istrimu? huh" Ucap Aleena malu-malu dia menyelesaikan dengan cepat perban Rocky, dia ingin berlari pergunakan namun Rocky menarik Aleena.
"Apakah tidak mau menjadi istriku? " Rocky menyenderkan kepalanya di bahu Aleena yang duduk di pangkuannya.
"Aku akan memikirkan nya" Goda Aleena, jawaban Aleena itu tidak memuaskan Rocky, Rocky perlahan-lahan mencium inci demi inci pundak Aleena sampai nafas Rocky terasa hangat di leher Aleena.
"Baiklah pikirkan sekarang, aku tidak akan berhenti sampai kau mendapatkan jawaban nya" Rocky tidak mau kalah dalam hal goda menggoda, dia meneruskan kegiatan nya bahkan sampai memberikan cap kepemilikan di leher Aleena, cap manual menggunakan bibir tentunya.
Aleena awalnya masih bertahan dia tidak ingin menjahili Rocky dengan tidak menjawabnya namun godaan yang Rocky berikan terlalu besar apalagi nafas hangat yang berhembus di telinganya membuat bulu kuduk Aleena berdiri.
"Emm om, he.. hentikan" Ucap Aleena seraya menahan geli yang menghampiri seluruh tubuhnya.
"Baiklah aku akan menjawabnya tapi om berhenti dulu" Ucap Aleena.
Rocky menggigit kecil telinga Aleena membuat Aleena menjerit, jeritan yang tidak bisa di artikan "Katakan apa jawabannya" Ucap Rocky.
"Kau harus mendapatkan restu dari kedua orang tua ku dan kakak kembar-ku" Ucap Aleena.
"Itu soal mudah, tapi kita harus pulang dan bertemu dengan mereka baru kita akan mendapatkan restu"
"Pulang? tapi" Ucapan Aleena terhenti Aleena menundukkan wajahnya seperti nya ada kekhawatiran yang muncul setiap kali Rocky mengatakan akan membawanya pulang.
"Tapi kenapa? apa kau tidak mau menjadi istriku? " Tanya Rocky.
__ADS_1
"Bu.. bukan itu om hanya saja hanya saja bisakah memberikan aku waktu untuk kembali"
"Apakah kau tidak yakin terhadap ku, apakah ini tentang masa lalu ku?, Aleena percayalah aku sudah melepaskan semuanya meski terkadang sikap dingin ku muncul itu bukan berarti aku ingin terjerat belenggu masa lalu itu lagi" Rocky mencoba menjelaskan apa yang dia rasakan.
Aleena tersentuh dengan ucapan Rocky dia kemudian berdiri dari pangkuan Rocky, Aleena menatap mata Rocky Rocky pun menatap mata Aleena. "Aku percaya padamu Om, tapi beri aku waktu sebentar saja "
"Waktu untuk apa? " Tahun Rocky
"Untuk aku berfikir "
"Berfikir apa? " Rocky masih tidak mengerti dengan alasan Aleena yang tidak ingin kembali.
"Om jangan desak aku lagi, aku punya kesulitan ku sendiri" Ucapan Aleena itu membuat Rocky kecewa.
"Kesulitan? kesulitan apa yang kau maksud, ceritakan padaku" Ucap Rocky menatap Aleena.
"Om, biarkan aku bernafas sejenak kita pasti akan kembali tapi tidak sekarang" Ucap Aleena yang membuang pandangan nya dia mulai membalikan tubuhnya memandang ke arah lain.
Rocky berdiri dari duduknya "Aku mengerti, berfikir-lah sesukamu, bernafaskan sesukamu, jangan beritahu aku masalah mu! " Ucapan Rocky itu membuat Aleena merasa bersalah, namun Aleena hanya bisa diam dalam dilema.
Rocky berjalan pergi menuju kamarnya, malam romantis yang di harapkan Rocky ternyata tidak terjadi.
"Maafkan aku om, aku bahkan tidak mengatakan kepada siapapun tentang ini" Ucap Aleena lirih.
Rocky duduk di tepi ranjang "Hal apa yang kau sembunyikan dariku Aleena? " Rocky mengusap wajahnya kasar.
Aleena hanya bisa berjalan gontai menuju kamarnya, Aleena mengambil handphone nya "Aku akan berfikir cara mengatasinya, sebelum kita kembali om" Ucap Aleena.
Pagi menyapa, Aleena bangun terlebih dahulu, Aleena bersiap menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Di tengah asiknya Aleena memasak tiba-tiba belum apartemen nya berbunyi, penjaga apartemen memberikan sebuah bingkisan yang dia temukan di tempat nya dan ada nama Aleena di atasnya jadi dengan inisiatif nya dia mengantarkan-nya kepada Aleena.
__ADS_1
Aleena menerima paket itu dan membawanya masuk, kotak yang cukup besar, Aleena membuka kotak itu matanya membuat sempurna, dia terduduk di lantai.
Rocky keluar kamar dan melihat Aleena terduduk di lantai dan berlari menghampiri Aleena "Aleena ada apa? " Tanya Rocky yang melihat wajah pucat Aleena.