Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 194


__ADS_3

"Kau ini benar-benar " Ucap Disa yang tidak bisa berkata-kata lagi dengan sikap Erlan dan akhirnya Disa mengambil celemek cadangan miliknya dan memakai kan nya membuat Erlan tanpa sadar merasa sangat senang saat Disa berada sangat dekat dengannya saat mengalungkan celemek ke lehernya nafas Disa yang bisa Erlan rasakan membuat Erlan merasa nyaman 'Aku suka dengan perasaan ini' Ucap Erlan dalam hati yang tak sengaja meraih pinggang ramping disa mendekat ke tubuhnya membuat Disa terkejut dengan tindakan tiba-tiba Erlan yang memeluknya.


Disa yang terkejut segera melepaskan dirinya dengan mendorong erlan "Apa yang kau lakukan, apa kau mesum" Ucap Disa menatap erlan yang terlihat tidak merasa menyesal.


"Siapa yang kau sebut mesum tangan ku ini hanya tergelincir sedikit " Ucap Erlan yang membuat Disa hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya karena disa benar-benar tidak mengerti jalan pikiran pria di depannya.


Disa seperti nya lelah dan akhirnya tidak menggubris Erlan dan meneruskan membuat kue, sedangkan Erlan meneruskan untuk menimbang tepung dengan takaran yang di beritahukan oleh Disa sembari melirik atau menatap sekilas Disa dengan senyuman yang selalu mengiringi tindakannya itu.


Adonan hampir siap tinggal di tuang ke cetakan lalu memasukannya ke dalam oven tinggal menunggu waktu kue akan segera jadi.


"Kau boleh melepaskan celemek mu dan istirahat setelah ini aku saja yang menyelesaikan" Ucap Disa.


"Kenapa? aku juga ingin memberikan hiasan di kue ini nanti " Ucap Erlan yang enggan melakukan perintah Disa.


"Apakah kau bisa melakukannya"


"Tentu"


"Hah terserah kau saja" Ucap Disa pasrah


Tak berapa lama oven telah berbunyi tandanya kue sudah matang, Disa masih harus menunggu kue itu dingin setelah di keluarkan dari cetakan.


Disa sudah selesai membuat krimnya dan kue juga di rasa sudah cukup dingin Disa mulai mendekorasi kue itu, wajah serius Disa mampu membuat Erlan tak berkedip sama sekali.


Disa selesai kuenya terlihat cantik dan menggoda "Huh akhirnya selesai, dan kau hanya diam saja" Sindir Disa yang melihat ke arah Erlan yang membuat Erlan sadar kemudian mengambil strawberry yang ada di dekatnya kemudian meletakkan nya di atas kue yang baru selesai disa buat.


"Sudah, aku sudah membantu" Jawab Erlan sembari menaruh strawberry.

__ADS_1


"Ya Tuhan, terserah kau saja ambil ini dan cepatlah pergi" Ucap Disa.


"Kenapa aku harus pergi aku akan memakannya di sana duduk di sana bersama mu" Ucap Erlan yang menunjuk ke arah tempat duduk Disa, kemudian melepaskan celemek yang dia pakai.


Setelah Erlan melepaskan celemek nya dia tiba-tiba mendekat ke arah Disa membuat Dia bingung dan sedikit gugup "Ke.. kenapa kau mendekat ke arah ku? " Tanya Disa yang merasa jantungnya tidak baik-baik saja.


Erlan kemudian mengulurkan kedua tangannya ke arah Disa membuat jantung Disa semakin berdetak lebih cepat dan tanpa di sadari disa terus mundur dan di ikuti oleh Erlan sampai akhirnya tubuh Disa sudah menyender ke tembok, Disa memejamkan matanya saat Erlan melingkar kan tangannya ke tubuh Disa lalu tertawa karena melihat Disa.


"Hahaha kenapa kau memejamkan matamu apa yang sedang kau pikirkan Ha" Ucap Erlan yang berhasil melepaskan celemek dari Disa membuat Disa merasa malu dengan apa yang dia pikirkan.


"Emm itu aku hanya.. hanya lelah saja makanya aku memejamkan mata ku, sudahlah minggir cepat makan dan pergi" Ucap Disa menahan malu karena tingkahnya sendiri.


Erlan tersenyum terus melihat tingkah Disa 'Dia sangat imut' Ucap Erlan dalam hati.


Disa duduk terlebih dulu di sofa karena Disa sudah membersihkan dapurnya saat menunggu kue di oven hanya tinggal beberapa yang belum di cuci itu mudah saja akan di bereskan OB nya.


Mereka berdua kini makan di meja yang sama dan berdampingan Erlan kemudian memotong kue dan mulai memakannya satu gigitan kue itu mampu membuat lumer di dalam mulut dan di dalam hatinya "Ini benar-benar enak" Ucapan Erlan yang sesuai dengan mimik mukanya.


"Hmmm ini benar-benar enak kau harus mencobanya" Ucap Erlan yang tanpa sadar menyuapkan kue itu ke mulut Disa.


Disa pun tanpa sadar memakan kue yang berada di tangan Erlan itu hingga keduanya sadar dan saling pandang masing-masing kemudian segera memandang ke arah lain.


'Tunggu apa aku makan dari tangannya ap.. apa yang kau lakukan disa' gerutu disa dalam hati.


Sedangkan Erlan tak henti melebarkan senyumnya 'Apa aku sudah menyuapi nya, perasaan ini aku ingin merasakan nya setiap hari' Ucap Erlan yang Seketika langsung menatap Disa penuh arti membuat jantung Disa semakin berdetak kencang saat membalas tatapan Erlan.


*****

__ADS_1


Rombongan Rocky sudah sampai dengan selamat di bandara, kini mereka menuju mobil yang sudah di siapkan oleh anak buah Alister di kantor cabang.


Kali ini Rocky yang mengemudi meskipun lelah dia tetap harus mengemudi untuk menunjukkan rasa terimakasih nya atas bantuan kedua temannya itu.


Aleena melihat ke sepanjang jalan "Om apa kau tidak salah jalan"Ucap aleena yang merasa jalan yang dia lewati tidak menuju ke apartemen Rocky.


" Emm tidak salah aku benar, kita akan melihat bar milik om Rayyan dulu sebelum kita kembali" Ucap Rocky.


"Haruskah sekarang, aku benar-benar lelah om bukannya kita harus kembali dulu aku juga merasa tubuhku sangat lengket terlalu lama berada di pesawat" Ucap aleena


"Apa kau pikir kita baru turun dari bus umum kenapa harus merasa seperti itu" Ucap Rocky sembari mengelus rambut Aleena yang duduk di samping nya.


"Ayolah om kita kembali dulu ya" Ucap Aleena yang memasang wajah memohon pada Rocky yang sekilas melihat wajah kekasih nya itu.


Rocky yang tidak tega akhirnya menuruti ucapan Aleena "Hmm baiklah sayang kita pulang dulu" Ucap Rocky yang sembari mencubit pipi Aleena yang menggemaskan.


"Au apa yang kau lakukan om kenapa menyabit pipi ku" Ucap Aleena yang seketika cemberut.


"Apakah sakit sayang oh kasian" Ucap Rocky yang mengusap lembut pipi Aleena yang baru saja dia usap membuat kedua penonton di belakang hanya bisa menghela nafas.


"Apakah ini adalah pertunjukan romantis" Sindir Dion pada Rocky.


"Jika tidak mau lihat kau tidur saja tidak usah berkomentar seperti ibu-ibu komplek" Ucap Rocky.


"Ck! benar-benar aku seperti merasa jomblo di sini istri ku harusnya aku membawanya" Ucap Dion yang tiba-tiba merindukan istrinya karena melihat tingkah romantis kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu.


"Benar" Ucap Rafael lirih dia juga merasa harusnya membawa istrinya pergi bersamanya.

__ADS_1


"Hahaha papa muda kalian harus merasakan jomblo lagi untuk sementara waktu" Ledek Rocky.


"Sialan" Ucap Dion dan Rafael bersamaan.


__ADS_2