
Namun Elin hanya bisa menangis di pelukan Alister "Maafkan aku, aku terlambat" Ucap Alister memeluk Elin lembut dan mengusap pucuk kepala Elin.
Elin masih menyembunyikan wajahnya di pelukan Alister dan menggelengkan kepalanya "Terimakasih" Ucapnya sangat lirih dengan nada tersengal-sengal karena menangis.
Alister mengecup punya kepala Elin "Jangan menangis sayang aku di sini semuanya baik-baik saja ok" Ucap Alister mencoba menenangkan Elin.
"Elin maafkan kakak, kakak tidak bisa menjagamu" Ucap Erlan kesal pada dirinya dan mengepalkan tangannya erat.
Elin yang mendengar suara kakaknya yang begitu frustasi alhasil melepaskan pelukan nya pada Alister dan berjalan ke arah kakaknya dan memeluknya "Jangan menyalahkan dirimu sendiri kak kau tidak salah" Ucap Elin membuat Erlan meneteskan air matanya di atas pucuk kepala adiknya itu.
"Semua sudah berakhir kalian berdua sudah bisa tenang" Ucap Alister.
Mendengar ucapan Alister membuat Erlan penasaran bagaimana cara Alister mengetahui kejahatan papanya padahal dia sudah cukup lama menyelidikinya namun hasilnya selalu ambigu.
Erlan perlahan melepaskan pelukannya dengan Elin dan menatap Alister "Bagaimana kau bisa mendapatkan buktinya? " Tanya Erlan tanpa basa-basi.
"Kau tidak perlu tau, sekarang semuanya sudah selamat kau bisa mengambil bebrapa saham dariku dan lanjutkan perusahaan ibumu" Jawab Alister.
"Kau tau banyak ternyata" Jawab Erlan.
"Begitulah, semua sudah selesai ku harap kau bisa merestui ku dengan adikmu" Ucap Alister.
"Terserah Elin saja" Ucap Erlan yang berjalan keluar dia tidak ada lagi keraguan tentang Alister 'Semoga kau bahagia adik ku' Ucap Erlan dalam hati.
Elin dan Alister saling mendekat Elin memeluk Alister dan mengucapkan terimakasih lagi "Terimakasih untuk semuanya"
"Tidak perlu berterimakasih aku sudah menepati janjiku, aku membebaskan mu dan kakak mu"
Elin mengangguk "Aku tau"
"Jadi sekarang kau bisa pergi dan mengobati lukamu dengan tenang" Ucap Alister melonggarkan pelukan nya dan mencium lembut bibir Elin.
__ADS_1
Alister melepaskan ciumannya elin terus menatapnya "Ada apa apakah kurang" Goda Alister
"A.. apa yang kau katakan, ak.. aku hanya penasaran bagaimana bisa kau melakukan ini semua"
"Kau tidak perlu heran semua orang di belakang ku adalah orang hebat hanya kasus seperti ini sangat mudah bagi kami" Ucap Alister dia teringat tentang kesepakatan nya dengan Rocky. "Yang penting sekarang ayo kembali dan bersiap nenek angel pasti sudah menunggu mu" Ucap Alister mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
"Baiklah" Ucap elin.
****
Disa dan Letty menuju perjalanan untuk pulang, Letty mencoba untuk terus mengobrol dan tertawa hal itu bukan membuat Disa senang malah membuat Disa merasa khawatir pada Letty.
Disa akhirnya membelokkan mobilnya ke sebuah kafe yang terlihat sepi dan sangat privasi dari luar.
"Kenapa kita ke cafe apa kau lapar? " Tanya Letty yang masih berusaha menahan senyumnya.
"Sudahlah ikut saja" Ucap Disa, disa memilih tempat yang berada di pojok dan tidak terlihat Disa kemudian memberikan tisu pada Letty "Jika kau ingin menangis menangis lah jangan pura-pura tersenyum seperti itu itu membuatku sedih.
Ucapan Disa itu mampu membuat Letty kembali meneteskan air matanya " Ternyata tidak mudah untuk melepaskan nya pergi aku sangat takut" Ucap Letty dengan berlinang air mata.
"Aku sudah mempersiapkan hatiku namun ternyata saat berpisah dengannya aku benar-benar tidak bisa, Disa apa kau pikir apa yang aku lakukan sudah benar "
"Kalian sudah memiliki kesepakatan bukan sekarang yang bisa kau lakukan hanya mendoakan nya dan percaya padanya lagi pula dia tidak sendiri ada Rocky dia pasti akan menjaganya" Ucap Disa menghibur.
"Aku tau , aku akan setia menunggu dia sampai kembali" Ucap Letty yang mempererat pelukannya pada Disa.
***
Malam sudah menyapa waktunya mereka untuk makan, Rocky terus membuat Aleena makan dari suapan nya pemandangan itu membuat semua orang yang melihat merasa iri, tapi tidak dengan kakak Aleena yang merasa sangat kesal dengan tindakan sok romantis Rocky hingga tanpa sengaja mematahkan sendok yang ada di tangannya membuat Natan terkejut dan bergidik negri. " Sial beraninya " Ucap Arion yang melihat Rocky dengan sengaja memprovokasi Arion dengan sengaja memamerkan kemesraan nya.
"Tu.. tuan ambil sendok saya ini" Ucap Natan yang terkejut.
__ADS_1
"Terimakasih" Ucap Arion namun dengan wajah yang masih membuat Natan bergidik ngeri.
Natan melirik ke arah Robby namun Robby tidak memperhatikan Natan 'Ya Tuhan apakah semua orang di sekitar tuan Alister se mengerikan ini' Ucap Natan dalam hati.
Mereka melakukan penerbangan cukup lama hingga akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di hari berikutnya.
"Akh akhirnya sudah sampai" Ucap Aleena yang mulai bersemangat membayangkan bertemu dengan papa, mama, kakak ipar dan juga keponakan keponakan lucunya.
"Kakak apakah kak Olivia menjemput kita" Tanya Aleena.
"Kau akan tau nan" kalimat Arion terhenti saat salah satu putranya memeluk kakinya
"Papa" Ucapnya
"Wah kak Olivia kau datang menjemput kami ya" Aleena segera memeluk tubuh kakak iparnya itu membuat Arion menatap tajam pada Aleena tapi Aleena tidak perduli.
Arion menggelengkan kepalanya pada istrinya mengisyaratkan istrinya tidak boleh membalas pelukan Aleena namun rasa rindu Olivia pasar adik iparnya juga sangat dalam jadi dia tidak bisa membendung untuk membalas pelukan Aleena dan membuat Arion menatap serius istrinya.
'Aku akan menghukum mu nanti' Ucap Arion hanya dengan menggerakan bibir dan mampu di mengerti Olivia yang menelan ludahnya kasar.
"Papa di mana oleh-oleh ku? " Tanya Stefan.
"Papa sudah membawakan nya tenang saja" Ucap Arion menggendong Stefan. "Steven apa kau ingin di gendong juga? " Tanya Arion yang lembut pada anak-anak itu.
"Tidak aku bukan anak kecil! " Ucap Steven, stefan dan Steven memang memiliki kepribadian yang berbeda.
"Hah kau ini kecil-kecil sudah angkuh sebenarnya siapa yang kau tiru" Ucap Arion tanpa sadar mengundang semua orang yang mendengar nya karena mereka semua tahu siapa yang memiliki sifat itu.
"Apa kau tidak memiliki kaca hah" Ucap Rocky.
"Rocky kau ikut kembali" Suara laki-laki paruh baya itu mampu membuat Rocky terdiam dan tak bergerak karena gugup.
__ADS_1
"Iya paman ak.. aku kembali"
"Kalau begitu kita akan bicara setelah sampai di rumah" Ucap Rayyan membuat Rocky mengangguk gugup.