Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 63


__ADS_3

Aleena segera berjalan ke arah Natan dan membawa Natan pergi dari sana, tubuh Natan tidak sebesar Rocky tentu saja Aleena bisa memapah dengan mudah, Aleena melihat lawan Rocky yang mengambil pisau lipat dan mengarahkan nya pada Rocky, "Om jangan biarkan terjadi apa-apa padamu" Ucap Aleena lirih saat dia harus membawa Natan ke rumah sakit meski dia khawatir pada Rocky tapi dia percaya Rocky tidak akan terjadi apa-apa pada Rocky.


Rocky terus menghindar dari pisau yang ingin menusuk ke arahnya , Rocky menyeringai " Sepertinya aku terlalu lama beristirahat " gumamnya.


Dia terlihat mulai serius dengan cepat dia menumbangkan laki-laki yang menjadi lawannya itu dia bahakan bisa merebut pisau darinya "Apa kau tidak merasa terlalu lemah untuk menjadi penjahat" Sindiran Rocky itu memprovokasi laki-laki yang menjadi lawannya itu.


"Berisik biar aku habisi kau! " Ucap Laki-laki itu tidak Terima.


"Menghabisi ku dalam mimpi pun kau tidak akan mampu" Ucap Rocky.


Laki-laki itu menendang Rocky namun Rocky tidak menghindar dia langsung menangkap kaki laki-laki itu "Bagaimana jika aku mematahkannya seperti milik teman mu" Ucapnya.


"Jangan mimpi! " Laki-laki itu memberontak melepaskan kakinya dari pegangan Rocky.


"Kau pikir aku tidak bisa melawan mu karena kaki ku patah, sialan! " Laki-laki yang kakinya di patahkan Aleena mulai ikut menghajarnya.


"Ternyata masih mampu" Dengan nada mengejek Rocky berbicara. Rocky terus di serang namun dia terus bergerak untuk menyayat tubuh dua laki-laki yang menjadi lawannya itu, tuan Rocky mafia kelas dua kembali lagi, tangan kanan sang penguasa sombong menikmati lagi pertarungan nya, dia melukai musuhnya dengan begitu santai, gerakan yang benar-benar hanya di miliki seorang pro.


Dia menghindari serangan musuh namun dia mendaratkan puluhan sayatan di badan musuh.

__ADS_1


Rocky dengan mudah membuat dua orang lawannya terjatuh lemas dan ber teteskan darah. aksi terakhir rocky sudah siap menancapkan pisau di tangannya namun dengan tiba-tiba orang yang menyandra Letty berbicara "Jangan bunuh mereka, hentikan jika tidak aku akan membunuh wanita ini" Rocky berdiri dari posisi jongkok nya dan menyeringai ke arah laki-laki yang masih menyandera Letty itu.


"Kau ingin membunuhnya, bunuh saja aku tidak ada urusan dengannya, aku datang hanya untuk menyelamatkan temanku yang sudah selamat" Ucap Rocky dengan santai dan berjalan ke Arah laki-laki yang masih menodongkan pisau di leher Letty.


Letty terkejut dengan ucapan Rocky yang begitu kejam, entah itu serius atau hanya kalimat untuk pengalihan namun Letty merasa Rocky yang sekarang di hadapannya berbeda dengan biasanya auranya lebih kuat dan Badas, sangat menakutkan dan kejam.


"Ji.. jika kau tidak perduli kenapa berjalan kemari" Ucap laki-laki itu yang mulai membawa Letty mundur bersama langkahnya.


"He aku hanya ingin melihat bagaimana kau menyakiti wanita yang di minta bos mu, kau bawa tanpa luka dan cacat sedikitpun" Laki-laki itu terkejut mendengar ucapan Rocky yang tepat sasaran dia tidak bisa melukai Letty karena bosnya ingin Letty datang dengan tanpa luka apapun.


"Di.. dia tidak mengatakan seperti itu, tebakan mu sa.. salah! aku bahkan bisa membunuhnya " Penjahat itu berusaha bersilat lidah agar mengalihkan perhatian Rocky, tapi semuanya sudah gagal setiap gerakan sudah terbaca oleh Rocky, penjahat itu pikir bisa menipu Rocky tapi sayang sekali Rocky sejak dini sudah mengikuti Arion yang begitu kejam sombong dan licik trik kecil tidak berpengaruh dengannya.


"Kau terlalu lama, bagaimana aku saja yang membunuh nya " Ucapan Rocky itu membuat Letty terkejut dia tidak bisa bersuara lagi tatapan Rocky yang di depan nya itu membuat seakan sekujur tubuhnya tidak bisa bergerak.


Letty membuka matanya laki-laki itu sudah mundur dan berusaha mencabut pisau yang menancap tepat di pundaknya. Letty segera berlari ke arah Rocky karena ada kesempatan.


"Kau sialan! " Teriak laki-laki bertubuh paling besar itu sembari mencabut pisau yang menancap di bahasa, semua rekannya sudah lemas hampir kehilangan banyak darah, tinggal tersisa dia seorang.


"Aku akan mengalihkan perhatian kau masuk mobil dan bawa sedikit menjauh buka pintu sebelah, mengerti" Ucapan Rocky mendapat anggukan dari kepala Letty, Letty tak bisa berkata-kata di situasi nya sekarang.

__ADS_1


"Kau bedebah! bajing*n! sialan" Laki-laki itu terus mengumpat dan berusaha seperti Rocky, melempar pisau ke arah Rocky, Rocky tidak menghindar namun pisau itu meleset tidak mengenainya sama sekali "Ck! kau bahkan tidak bisa melempar pisau! " Ejek Rocky yang membuat laki-laki itu berlari untuk menyerangnya, itu kesempatan Letty untuk berlari memutar dan mengambil mobilnya kembali.


Rocky dan laki-laki itu terus bertarung kali ini Rocky hanya menghindar dan menangkis, dia lakukan itu untuk memberikan cukup waktu untuk Letty masuk ke dalam mobilnya kembali.


Rocky melirik dan Letty sudah masuk ke dalam mobil, Rocky mulai melawan dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi membuat laki-laki bertubuh besar itu tak bisa berkutik sampai akhirnya jatuh terpental dengan tendangan lurus Rocky.


Melihat laki-laki itu jatuh Rocky segera berlari ke arah pintu mobil yang terbuka "Pergi" Ucap. Rocky saat sudah duduk di samping Letty yang mengemudi, Letty mengangguk tanpa bicara, selain shock seperti nya dia juga sedang memikirkan kondisi Natan.


"Cari rumah sakit terdekat" Ucap Rocky yang sudah merencanakan itu dengan Aleena, Aleena akan membawa Natan ke rumah sakit terdekat. Letty masih gemetar dan tak bisa berbicara lagi dengan keadaan shock dia harus tetap menyetir.


Rocky melihat Letty yang tubuhnya gemetar dia menyetir juga sudah tidak stabil "Berhenti" Ucapan Rocky itu dengan sendirinya di respon Letty yang langsung menginjak rem,, Letty benar-benar shock dan takut.


Rocky segera memindahkan posisinya ke belakang kemudi dan Letty duduk di samping Rocky. "Tenanglah" Ucap Rocky yang cara bicara nya sudah terdengar biasa di telinga Letty membuat Letty sedikit tenang sampai akhirnya dia tersadar tentang Natan.


"Natan" Gumamnya yang masih di dengar oleh Rocky.


"Dia akan baik-baik saja" Ucap Rocky dengan penuh dengan keyakinan, meskipun dia juga sebenarnya khawatir saat melihat kondisi Natan babak belur dan bersimbah darah, apalagi Natan hanya orang awam.


Letty menangis lagi dan mengangguk dia tidak tau kenapa hidupnya kini semakin dalam bahaya tiap harinya.

__ADS_1


Mereka sampai di rumah sakit terdekat dia juga melihat mobilnya bertengger di sana, mereka segera masuk, Rocky mengajak Letty langsung ke ICU dan benar saja Aleena berdiri di sana menatap pintu kamar.


Letty berlari "Bagaimana keadaan Natan" Tanya nya pada Aleena yang kedua bahunya sudah di cengkram oleh Letty.


__ADS_2