Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 124


__ADS_3

Laki-laki itu datang dengan tendangan lurus ke arah Natan, Natan berhasil bertahan "Heh! aku ingin liat sampai kapan kau tetap bertahan!, kau lebih lemah dari mereka berdua, kalau begitu kau matilah duluan! " Ucapnya sembari terus menendang Natan beruntun.


Natan tidak menyerah kali ini dia mencoba melawan dia mengingat semua hal yang di ajarkan oleh Rocky, dia berusaha menendang pemimpin itu, tendangan yan.g terasa ringat mungkin ini adalah hasil dari latihan bannya.


Natan kini tidak merasa takut dia berusaha untuk melawan, dia semakin menguasai keadaan namun tiba-tiba seseorang berlari ke arahnya tidak bukan ke arahnya namun ke arah Elin dengan pisau di tangannya


"Elin" Teriak Alister dan Erlan"Jangan" Teriak mereka lagi


Natan ingin berlari menghentikan nya namun dia malah berhasil di tangkap oleh pemimpin itu karena dia lengah dan juga bukan tandingan sangat pemimpin.


Namun saat pisau itu akan mendekat ke arah Elin. Dor bunyi tembakan membuat orang itu terbaring jatuh.


Robby telah tiba dengan anak buah Alister "Beraninya menyentuh calon nyonya muda keluarga Wijaya!" Ucap Robby tanpa sadar.


****


"Jangan menangis Aleena aku akan menghibur mu, sudah ku bilang bukan laki-laki pengecut itu tidak akan datang" Ucap Maira yang semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Aleena.


Br aaaakkk tiba-tiba suara pintu di gedor seseorang di lempar masuk dengan luka parah "Beraninya kau menyentuh wanitaku! "


Aleena berusaha melihat ke arah suara, meski dalam keadaan yang menyakitkan dia sangat lega ketika mendengar suara orang yang di cintai nya terdengar di telinganya.


Maira langsung beranjak dari tidurnya dia duduk di tepi ranjang menatap Rocky wajahnya masih terlihat tenang, tak ada ketakutan di wajahnya, Maira bertepuk tangan membuat Rocky marah kesal dan bingung tidak mengerti dengan apa yang Maira lakukan. "Ternyata kau tidak se pengecut yang aku pikirkan" Ucapan Maira itu membuat Rocky menarik satu ujung bibirnya.


"Kau tidak berkaca! siapa pengecut di sini" Rocky menyindir balik Maira.

__ADS_1


"Berisik! " Maira mengambil sesuatu di laci meja yang berada di ruangan itu, sebuah pistol di arahkan ke arah Rocky "Pengecut cepat mundur! atau aku akan membunuhmu di sini!! " Ancam Maira.


"Aku tidak akan pergi" Rocky mengatakan nya tanpa keraguan sedikit pun


"Kau adalah pengecut semalam nya akan jadi pengecut ingin menjadi pahlawan apa kau sedang bermimpi" Ucap Maira lagi-lagi meremehkan Rocky.


Aleena melihat pistol di tangan Maira aleena berteriak " Om tinggalkan aku di sini" Ucap Aleena yang tidak ingin Rocky terluka, Aleena sudah tau kemampuan menembak dari Maira bagaimanapun mereka sudah banyak berlatih bersama sebelum Maira berubah menjadi seperti ini.


"Jangan bercanda aku tidak akan pernah melakukan nya! " Ucap Rocky yang dengan pasti tidak akan menuruti perkataan Aleena itu.


"Aleena kau mengkhawatirkan nya? dia tidak pantas Aleena jangan lakukan hal itu Aleena " Ucap Maira menatap Aleena dengan tatapan kecewa.


"Maira lepaskan om Rocky biarkan dia pergi" Ucap Aleena memohon.


"Bodoh! jangan meminta hal yang tidak akan aku lakukan, Aleena bukankah kau memanggil ku? aku sudah bilang aku akan melindungi mu dan menyelesaikan masalah ini"


Kecepatan peluru itu sangat sulit untuk di hindari namun Rocky bukan orang baru kemarin sore bermain dengan pistol, hanya melihat tangan Maira dia tau ke mana arah pistol itu di bidikan. "Hanya itu kemampuan mu ingin menembak ku! apa kau bercanda" Rocky berhasil menghindari satu tembakan terarah dari Maira.


"Berisik! jangan meremehkan ku! " Ucap Maira yang sangat kesal karena ucapan Rocky.


Maira berdiri kali ini Maira seperti nya benar-benar serius ingin membunuh Rocky apalagi di tambah Rocky yang memprovokasi Maira.


Aleena melirik melihat wajah dan sikap Maira, Maira terlihat sangat serius "Om lari om aku mohon aku tidak ingin terjadi apapun padamu" Ucap Aleena.


Maira mendengar Aleena yang lagi-lagi memberikan peringatan pada Rocky membuat Maira semakin marah "Diam Aleena diam! jangan menguji kesabaran ku! " Maira dengan brutal menembak ke arah Rocky, Rocky hanya bisa mengandalkan mata dan instingnya untuk menghindari bidikan peluru itu.

__ADS_1


"Tidak Maira tidak jangan tembak lagi" Aleena benar-benar putus asa, ingin rasanya Aleena berlari dan menghalangi perlu itu agar tidak mengenai Rocky namun apa boleh buat tubuhnya benar-benar sudah di lumpuhkan dengan suntikan itu.


Rocky berhasil menghindar beberapa tembakan itu, dan pistol Maira pun kehabisan peluru tapi sayangnya di dalam laci meja itu berisikan banyak pistol membuat Maira dengan mudah membuang pistol yang sudah tidak berpeluru itu.


Maira segera mengambil senjata lain di laci itu "Kau tadi hanya beruntung bagaimana dengan ini!! " Maira mengambil dua pistol sekaligus membuat Aleena semakin takut untuk melihat hasilnya.


"Maira ku moh-" Ucapan Aleena di potong oleh Rocky


"Hentikan Aleena jangan di teruskan! jangan memohon pada nya! jangan membuatku terlihat seperti tidak mampu melindungi mu, percayalah padaku Aleena ku mohon" Ucapan Rocky itu semakin membuat Aleena tidak bisa menghentikan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Aleena merasa bersalah pada Rocky karena seakan dia tidak mempercayai Rocky "Aku percaya pada mu om, maafkan aku" Ucap Aleena


Rocky tersenyum dia semakin percaya diri dengan dirinya karena dukungan dari Aleena, sedangkan Maira sangat sangat marah mendengar ucapan Aleena itu.


"Kau akan menyesal karena mempercayai pengecut ini Aleena lihat aku akan membunuhnya di depan matamu dan saat itu kau akan sadar hanya akulah yang pantas untuk , hanya aku yang pantas untuk mu!!! hanya aku Aleena dengan hanya aku"


Dor.. dor.. dor.. dor.. dor.. bergantian pistol di tangan Maira di tembakan "Dia akan mati Aleena dia akan mati! tidak akan ada pengecut itu lagi di hidupmu! " Ucapan Maira dengan bangganya namun


Dor.. dor... dua tembakan berhasil membuat Maira kehilangan pistolnya.


Maira tidak mau kalah tentu dia mengambil lagi senjata yang dia taruh di lacinya, namun ini kesempatan yang tidak bisa Rocky lewatkan dia segera mendekat ke arah Maira "Diam dan jangan bergerak" Ucap Rocky yang seakan melihat celah, namun dia tidak berfikir yang lainnya.


Senjata Maira tidak hanya pistol ada pisau dan lainnya.


"Ha ingin memaksaku menyerah kau pengecut aku akan mengirim mu ke neraka! " Ucapan Maira yang mengambil pisau dan menusukkannya ke perut Rocky.

__ADS_1


"Om Rocky tidak!! " Teriak Aleena


__ADS_2