Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 46


__ADS_3

Letty membaringkan tubuhnya di kamarnya tiba-tiba ada yang mengetuk jendela kamarnya, Letty menengok ke arah jendela kamarnya, namun Letty tak ingin menghiraukan nya "Letty hanya angin,jangan pikirkan"


Letty segera mengambil handphone nya, dia mencoba mengubah suasana hatinya dengan menonton di handphone nya.


Namun bunyi jendela balkonnya di ketuk lagi, membuatnya merasa takut, dan mencoba menelepon Disa, namun tidak di angkat karena Disa memang sedang tidur. "Disaat aku mohon angkat" Suara ketukan semakin keras.


Letty terus mencoba menelpon Disa namun masih sama tidak di angkat "Bagaimana ini?, Rocky? " Letty mencoba menelpon Rocky namun nomernya tidak bisa di hubungi "Bagaimana ini handphone nya tidak aktif" Suara gedoran kaca jendela semakin kuat, Letty benar-benar merasa semakin takut.


"Tuhan siapa yang bisa ku hubungi" Letty kemudian terpikir untuk menghubungi Natan "Akun harap menyambung dan di angkat" Dan benar saja Natan langsung mengangkat telepon nya dan mengatakan apa yang terjadi.


[Aku segera kesana] Ucap Natan kemudian ingin mematikan ponselnya namun di tahan oleh Letty.


[Jangan matikan ponselnya] Ucap Letty yang sangat ketakutan.


[Aku mengerti, jika suaranya semakin kuat, bos kau turun saja ke lantai bawah, aku akan segera tiba] Ucap Natan dari seberang


Rocky masuk ke dalam kamar mandi untuk memastikan keberadaan Aleena, dia tidak menemukan nya di sana, dia mencoba ke kamarnya mungkin saja karena lelah dan salah masuk ke kamarnya seperti dia waktu itu.


Rocky berlari ke kamar nya dan masih tidak menemukan Aleena mencari di kamar mandi untuk memastikan nya juga tidak ada, kemudian Rocky mencarinya ke dapur mungkin dia melewatkan nya.


Namun Aleena masih tidak di temukan "Aleena apa terjadi sesuatu padamu? " Rocky segera mengambil handphone nya untuk menelepon Aleena. beberapa kali namun tidak di angkat membuat Rocky sangat cemas. Dia tidak berhenti memencet gambar telepon hijau di handphone nya, berharap Aleena mengangkat nya.

__ADS_1


Rocky benar-benar frustasi karena Aleena benar-benar tidak mengangkat teleponnya, alhasil Rocky pergi mencari Aleena ke kampusnya.


Rocky mengemudikan mobilnya ke arah kampusnya dan berharap masih ada orang di sana, namun tentu saja jawabannya tidak bertemu siapapun.


Rocky terus mengemudikan mobil dengan terus menelepon ke handphone Aleena, namun masih tidak di angkat sampai tiba-tiba bunyi berdering itu berubah menjadi suara '"Halo om, Aleena ada bersamaku" Ucap Erlan dari seberang membuat Rocky menghentikan mobilnya, seketika wajahnya merah padam menahan amarah, ketika yang menjawab telepon Aleena bukan Aleena melainkan Suara laki-laki yang menolong Aleena.


Rocky tidak mengatakan apapun dan mematikan telepon nya dia menjalankan mobilnya lagi "Brengs*k" Rocky melemparkan handphone nya ke sembarang tempat 'Percuma kau mengkhawatirkan nya Rocky ternyata dia sedang bersenang-senang bodoh sekali kau Rocky' Rocky memaki dirinya sendiri dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, dadanya bergemuruh mendengar ucapan Natan.


Sedangkan Natan hanya mengernyitkan dahinya saat dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari seberang telepon malah mematikan begitu saja "Apa dia kehilangan sinyalnya? " Hal itu yang terpikir oleh Natan.


"Kau, apa yang kau lakukan dengan handphone ku? " Aleena sudah bangun dan berjalan dari arah kamar menuju tempatnya minum semalam meninggalkan tasnya.


"Ah membantumu mengangkat telepon, handphone mu bunyi berkali-kali dan itu mengganggu jadi aku membantu mu mengangkat teleponnya" Ucap Erlan tanpa rasa bersalah.


"Sekarang? bukankah lebih baik kau mandi dan langsung ke kampus saja, aku akan mengantarkan mu dan Elin" Ucap Erlan yang merasa itu pilihan yang tepat.


"Antarkan aku atau aku pulang mencari taksi" Ucap Aleena yang perasaan nya semakin terasa tidak enak.


"Baiklah baik, aku akan berganti pakaian dulu dan lagi apa kau tidak ingin mengganti pakaia-" Belum selesai Erlan berbicara Aleena sudah menariknya dan mengambil tasnya.


Aleena sudah berada di mobil Erlan, terlihat Erlan mengutak-atik handphone nya "Ayo cepat hidupkan mesinnya" Aleena tidak ingin membuang waktu.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengirim pesan pada Elin, agar dia tidak mencari kita saat bangun nanti" Erlan memang sangat sayang pada adik nya itu.


"Sudahkan, kalau begitu ayo cepat jalankan mobilnya" Aleena mencoba menelepon rocky namun tidak tersambung, Aleena terus menghubungi nya namun masih tidak terhubung "Apakah handphone om Rocky kehabisan batrai? " Aleena sangat cemas dan terus berusaha meneleponnya dan mendapatkan hasil yang sama tidak tersambung.


Erlan yang mendengar ucapan Aleena itu ikut menjawab "Mungkin saja soalnya aku baru berbicara om mu tidak menjawab apapun dan panggilan nya langsung mati" Jawab Erlan


"Semoga saja karena handphone lobet" Tapi hati Aleena masih saja bergemuruh tiada henti, seperti perasaan saat handphone nya ketahuan 'Jangan terjadi apa-apa Tuhan" Ucap Aleena dalam hati perasaan nya menjadi tidak karuan.


Pagi hampir memecah malam, Aleena kembali ke apartemen dengan Erlan yang membawakan koper Aleena.


Erlan dan Aleena sudah sampai di depan pintu Apartemen Rocky "Kau pulanglah aku tidak ingin om Rocky salah paham" Ucap Aleena.


"Aku mengerti" Ucap Erlan yang akhirnya berjalan pergi, perasaan Erlan masih sama terasa campur aduk tidak menentu Erlan tidak mengerti ada apa dengannya, meski Erlan pernah berfikir dia tertarik pada Aleena dia segera menampik perasaan itu karena menurun Erlan itu tidak mungkin menyukai dalam waktu singkat itu bukan menyukai kalau menurut Erlan.


Aleena membuka pintu apartemen, dia melangkahkan kakinya dan terlihat apartemen yang gelap "Apakah om Rocky belum pulang?, tapi dia tidak pernah mematikan lampu ada apa ini? " Ucap Aleena yang berjalan masuk dan mencari saklar tiba-tiba tangannya ditahan.


Aleena ingin bergerak dan melepaskan tangan nya dari seseorang yang menahan tangannya itu, nunggu belum sempat menggunakan kekuatannya tangan itu melepaskan nya dan menghidupkan lampu.


Kini terlihat dengan jelas siapa orang yang menahan tangan Aleena itu "Om" Ucap lirih Aleena entah mengapa ada perasaan mencekam dan terpojok yang Aleena rasakan.


"Sudah bersenang-senang nya" Tatap Rocky tajam.

__ADS_1


"Jangan salah paham om ak.. aku hanya mengambil koper ku, itu di sana" Aleena menunjukkan ke belakang tempat dia meninggalkan kopernya namun tangan Aleena di tahan Rocky, Rocky menatap dengan marah "Lalu bau apa yang melekat di tubuhmu! masih bilang hanya mengambil koper" Karena marah Rocky tidak sengaja mencengkram erat tangan Aleena.


"A.. aku bisa jelaskan om, tolong dengar penjelasan ku" Ucap Aleena terlihat memohon, Rocky melemparkan tangan Aleena.


__ADS_2