
"Aleena" Aleena menengok ke arah suara itu dan menarik tangannya kembali yang ingin memukul Erlan.
Perlahan orang yang memanggil Aleena menarik Aleena ke pelukan nya, membuat Aleena membulatkan mata dia terkejut namun tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
Erlan menatap ke arah Aleena dan Rocky ya orang yang menarik Aleena adalah Rocky.
Aleena tersadar dia tidak boleh terbuai dengan tangan Rocky yang melingkar di pinggang nya. "Om lepaskan" Ucap Aleena dengan berat sebenarnya dalam hatinya dia ingin Adegan itu berlangsung lama.
"Jika aku lepas kau jangan sembarangan memukul ORANG LAIN" Rocky menegaskan kata orang lain untuk Erlan.
'Dasar kekanak-kanakan' Ucap Erlan tanpa bersuara dia tau, Rocky ingin menunjukkan kekuatannya atas nama sepupu, tapi Erlan tidak diam begitu saja "Nona pencuri kau harus dengar ucapan sepupu mu itu, sebagai adik kau harus patuh pada ucapan kakak mu" Natan membalas Rocky.
Perkataan Erlan itu mengingatkan Rocky tentang ucapan Natan yang menyebalkan di cafe.
Aleena merasa bingung kenapa dia merasa dirinya sedang di perebutkan, namun Aleena segala menggelengkan pelan kepalanya menghilangkan semua pikiran nya itu 'Tidak mungkin, Aleena sadarlah' Aleena tiba-tiba menepuk pipinya dengan keras, membuat Rocky dan Erlan reflek memegang tangan Aleena.
"Apa yang kau lakukan" Ucap Rocky dan Erlan bersamaan, membuat Aleena terkejut dan terdiam saat kedua tangannya ada di genggaman dua laki-laki tampan di sampingnya.
Elin yang sedari tadi diam hanya bisa menonton tak tau harus berkata apa lagi dia hanya bisa tetap menonton pertikaian cinta segitiga di depan matanya Itu.
"Apa? harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa yang kalian lakukan? apa yang sebenarnya terjadi? " Aleena mengangkat kedua tangannya membuat Rocky dan Erlan tersadar mereka menggenggam tangan Aleena bersamaan.
Dengan kompak mereka berdua melepaskan tangan Aleena dan saling buang pandangan, Rocky sendiri tidak tau harus menjawab apa, sedangkan Erlan ingin menjawab namun dia masih ada keraguan haruskah dia mengatakan di saat seperti ini.
"Apakah kalian salah makan? kenapa kalian bersikap aneh? " Pertanyaan Aleena itu membuat Rocky dan Erlan terdiam, sedangkan Elin yang menonton semakin menghela nafas.
__ADS_1
'Apa mereka bertiga keterbelakangan mental? dua orang laki-laki tsundere dan satu wanita tak peka? atau pura-pura tidak peka, benar-benar pertunjukan besar' Elin hanya bisa menggerutu dalam pikiran nya saja.
"Jika kalian masih tetap diam aku akan pergi saja, Elin ayo" Ucapan Aleena yang ingin menggandeng Elin yang ada di sampingnya namun sebelum Aleena menggandeng tangan Elin tangannya sudah di gandeng oleh Rocky "Mau kemana?"
"Kau harus pulang" Rocky menarik Aleena membawanya berjalan menjauh dari Elin dan Erlan.
"Tunggu om, jangan menarik ku, Elin aku pergi dulu bye" Ucap Aleena sembari melambaikan tangan, Elin membalas lambaian tangan Aleena.
"Kak apa kau hanya akan diam saja? apa kau tidak ingin mengejarnya, dan menahan Aleena" Tanya Elin pada kakaknya itu.
"Waktu masih panjang biarkan dia pergi dan nanti aku akan menjemputnya untuk stay di sisiku" Jawaban tanpa sadar Erlan itu membuat Elin bertepuk tangan.
"Hahaha kakak apa sekarang kau sudah mengakui perasaan mu terhadap Aleena" Elin memainkan bahunya dan sengaja di senggol senggolkan pada badan Erlan.
Erlan menarik hidungnya Elin "Berisik, aku akan mengantarkan mu pulang " Ucap Erlan yang membuat Elin menatapnya.
"Hmm, pak tua itu memanggilku" Ucap Erlan wajahnya berubah. yang di maksud pak tua itu adalah Ayahnya sendiri.
Rocky membawa masuk Aleena, mereka tanpa sengaja saling tatap dan keduanya dengan bersamaan saling mengalihkan pandangan, Rocky berdehem "Aleena kau di negara ini untuk belajar dan menjadi dokter yang baik, sebaiknya kau menjauhi Siapa tadi Erlan itu" Ucap Rocky.
"Menjauhinya? kami juga tidak dekat om" Jawab Aleena dengan santai.
Rocky langsung menatap Aleena "Tidak dekat? apa kau pikir aku buta kau bisa begitu akrab dengan orang lain itu tandanya kau dekat dengannya" Rocky sedikit meninggikan suaranya.
"Itu tidak termasuk dekat, aku melakukan itu karena karena dia adalah kakak dari teman terbaik aku, bukankah wajar om"
__ADS_1
"Tidak wajar, jauhi dia! " Ucapnya lagi masih dengan nada tinggi.
"Apa yang terjadi om? , tunggu dulu apakah om sedang cemburu? " Tanya Aleena dengan nada bercanda.
"Ce.. cemburu? tidak ada. Aku hanya ingin kau fokus dalam belajar saja, jangan sampai mengecewakan paman dan bibi" Kisah Rocky yang membuat Aleena menatap Rocky dengan tatapan penuh curiga.
Aleena menghela nafasnya "Aku selalu fokus dalam belajar lagi pula tuan penadah tidak menggangguku sama sekali, malah seperti nya dia lumayan menghibur" wajah Rocky mulai panas nafasnya tidak teratur dia terlihat marah ketika Aleena memanggil Erlan dengan sebutan seperti itu apa lagi Aleena memuji Erlan dengan sebegitunya.
"Hentikan panggilan itu" Ucap Rocky mengeratkan gigi.
"Panggilan apa? " Aleena tidak tau arah pembicaraan Rocky.
"Masih bertanya? kau tidak mengerti maksudku apa sedang menggodaku" Ucap Rocky semakin membuat Aleena bingung
"Menggoda mu? tunggu om aku benar-benar tidak mengerti, apa hubungannya dengan tuan penadah.
Mendengar panggilan itu terus dari bibir Aleena itu membuat Rocky kesal. Rocky mendekat ke arah Aleena tatapannya begitu menusuk jantung Aleena, jantung Aleena mulai berdegup cepat bak genderang mau perang. Aleena mencoba menenangkan dirinya saat Rocky semakin mendekat dan tiba-tiba mencium bibirnya, mata Aleena membulat sempurna ini kali kedua Rocky menciumnya.
Aleena ingin menikmati ciuman itu tapi dia segera menyadarkan dirinya, dia harus minta kepastian pada Rocky sudah dua kali dia di cium tanpa alasan yang jelas Oleg Rocky.
Aleena mendorong tubuh Rocky namun Rocky memeluk Aleena membuat Aleena tidak bisa melepaskan ciuman itu, ciuman itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya Aleena hampir kehilangan nafasnya dan memukul pelan dada Rocky dan perlahan membuka mata.
Rocky menghentikan ciumannya, Aleena menatap Rocky yang membenarkan duduknya. "Om kenapa kau mencium ku? apa maksudnya om? " Tanya Aleena menatap Rocky meminta penjelasan namun Rocky masih terlihat diam dan tidak terlihat akan menjawab.
"Om aku tanya, kenapa kau mencium ku lagi om, apa maksud nya ini, jawab om" Aleena menanti jawaban dari bibir Rocky namun Rocky hanya terlihat menghela nafas.
__ADS_1
"Jika kau tidak menjawabnya lebih baik aku turun, om aku bukan wanita panggilan atau wanita yang bisa di cium tanpa sebab seenaknya seperti wanita di luar sana! aku butuh penjelasan om! " Aleena terlihat marah kali ini wajahnya sudah memerah bersama dengan matanya yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Rocky menatap Aleena tatapan mereka saling bertemu " Beri aku waktu" Ucap Rocky menatap Aleena.