Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 172


__ADS_3

Natan sudah berada di dalam rumah kenzo dan mengikuti kenzo yang berjalan melewati ruang tamu membuat Natan melirik Robby seakan bertanya mau di ajak kemana dirinya jika tidak duduk di ruang tamu.


Namun jawaban yang Natan Terima hanya senyum sopan dari bibir Robby seakan menyuruh Natan berjalan saja mengikuti Kenzo.


"Sayang" Panggil kenzo kepada Tina yang baru selesai menata piring di meja makan.


"Ah, BEI kau sudah di sini? " Tanya Tina yang menatap ke arah kenzo yang berjalan ke arahnya.


'BEI, mereka sangat mesra' Ucap Natan dalam hati setelah mendengar panggilan couple paruh baya itu membuatnya agak sedikit malu sendiri


"Hmm, aku sudah membawa dia kemari" Ucap Kenzo memeluk Tina dan membuat Natan terkejut karena melihat pemandangan mesra di depannya


"BEI jangan lakukan ini di depan tamu" Ucap Tina sembari menginjak kaki kenzo.


"Au sayang kau tega sekali" Ucap kenzo yang langsung melepaskan pelukannya pada tina.


Natan terkejut bukan kepalang laki-laki yang membuatnya bergidik ngeri tadi ternyata bisa bertingkah sangat manja pada istrinya, membuatnya teringat pada Rocky dan Alister yang hilang wibawa di depan wanita-wanita nya 'Apakah semua laki-laki hebat sangat patuh hanya pada wanitanya' Ucap Natan dalam hati.


"Kau nak Natan? " Tanya Tina kepada Natan.


"I.. iya nyonya saya Natan" Ucap Natan gugup.


"Tidak perlu gugup santai saja nak Natan, aku Tina maminya Alister, kau bisa memanggilku ibu" Ucap Tina tersenyum.


"I.. ibu? nyonya apa tidak masalah"


"Tidak kau akan tinggal di sini tentu memanggilku ibu akan membuatmu lebih nyaman benarkan ayah? " Menatap Kenzo.


"Tidak dia bisa memanggilmu ibu tapi belum bisa memanggilku ayah" Ucap Kenzo yang membuat Natan sangat bingung dengan percakapan ambigu yang mereka ucapkan.


"Tuan kalian membuatnya bingung lebih baik bicarakan nanti saja, apa kalian tidak dengar perutnya sudah keroncongan" Ucap Robby mengingatkan Kenzo dan Tina.

__ADS_1


"Hahaha kau benar, ayo kita makan" Ucap Kenzo.


"Pak Robby apa boleh kita makan bersama seperti ini" Bisik Natan pada Robby.


"Tentu saja" Ucap lirih Robby.


Natan tidak menyangka ketakutan nya hanya sia-sia ternyata dia malah di Terima begitu hangat di keluarga Alister, tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan.


*****


Aleena dan Rocky kini sudah berada di taman belakang rumah Aleena, Aleena menatap Rocky yang tak kunjung bicara dengan berkas di tangannya.


"Jadi syarat apa yang papa ajukan? " Tanya Aleena yang ingin mengambil berkas di tangan Rocky.


Namun Rocky segera menarik berkas itu sebelum di ambil oleh Aleena " Hanya syarat kecil bukan masalah, jangan khawatir " Ucap Rocky sembari tersenyum.


"Om! apa aku tidak boleh melihat nya" Ucap Aleena yang tau Rocky sengaja tidak mau memberitahukan isi berkas itu.


Melihat kekasihnya itu menggembungkan pipinya membuatnya tidak tega untuk tidak memberitahukannya "Baiklah, kau bisa melihat nya sayang jangan marah begitu ok" Ucap lembut Rocky, Rocky tadinya tidak ingin membiarkan Aleena tau namun karena Aleena terlanjur penasaran lebih baik dia memberitahukannya dari pada Aleena marah kepadanya.


Rocky menghela nafasnya dan menyenderkan tubuhnya di kursi dia sedikit menatap langit-langit "Aku akan berusaha untuk itu, aku tidak yakin bisa benar-benar membuat sebuah bar itu menjadi terkenal dan lagi sudah lama aku tidak berkecimpung dalam dunia bisnis untuk menjadi bartender masih ok tapi untuk menjalankan dua profesi apa aku bisa" Ucap Rocky yang meragukan kemampuan nya sendiri membuat Aleena menggenggam tangan Rocky, membuat Rocky terkejut dan menatap ke arah Aleena.


"Om jangan merendahkan dirimu sendiri, kau tentu saja bisa kau adalah orang nomor satu di hatiku karena itu kau juga pasti bisa menjadi pemilik bar sekaligus bartender nomor satu, aku yakin itu" Ucap Aleena sembari tersenyum manis memberikan semangat pada kekasihnya itu.


"Kau yakin tentang itu" Ucap Rocky yang sedikit malu dengan ucapan Aleena itu.


"Tentu saja, jika kau tidak hebat aku tidak akan memilihmu"


"Baiklah , apakah itu berarti jika aku benar-benar gagal. kau akan meninggalkan ku? "


"Pertanyaan bodoh macam apa itu, kau tidak mungkin gagal Om" Ucap Aleena yang sangat yakin.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah merasa gagal " Ucap Rocky yang memasang wajah memelas.


"Hah! bagaimana bisa kau belum memulai sudah mengatakan dirimu gagal"


"Aku gagal membuat kekasihku berhenti memanggil om" Ucap Rocky menghela nafasnya.


Aleena begitu gemas melihat tingkah Rocky itu dan mencubit kedua pipinya "Haruskah aku memanggilmu hubby om" Ucap Aleena bercanda.


"Tidak buruk" Ucap Rocky yang sembari menahan kepala Aleena dengan tangannya, perlahan wajah mereka semakin mendekat dan semakin mendekat namun tiba-tiba ada suara yang memanggil nama Rocky membuat keduanya dengan cepat menarik diri menjauh duduk dengan benar kembali.


"Rocky" panggil Arion yang membuat dua orang di depannya kini memasang wajah yang kecewa.


"Ada apa" tanya Rocky.


" Ikut dengan ku" Ucap Arion membuat Aleena menggembungkan pipinya.


"Kak, kau benar-benar menganggu bisakah tunggu beberapa menit! " Ucap kesal Aleena.


"Tidak, aku akan membawanya pergi kau tidurlah dan jangan berfikir kau bisa bermesraan setelah berada di sini" Ucap Arion dengan bibir yang menyeringai.


"Huh kak Arion menyebalkan" Ucap Aleena kesal di buatnya.


Arion tidak menggubris nya dia berjalan beberapa langkah namun kembali berhenti saat melihat Rocky tak kunjung mengikutinya marah berdiri dan saling tatap dengan Aleena. "Kau masih tidak jalan" Arion kembali dan menarik telinga Rocky.


"Kak jangan jewer kak Rocky" Ucap Aleena yang kasihan dengan Rocky namun juga merasa lucu dan bersyukur Rocky sudah kembali bersama lagi seperti saat dia dulu kecil.


"Arion lepaskan telingaku" Ucap Rocky yang langsung di turuti oleh Arion yang melepaskan telinganya, " Kau benar-benar menjewer ku bukankah ini pertama kali"


"Tentu saja tidak, aku sekarang ini calon kakak ipar mu aku tidak mau kau dan Aleena tiba-tiba memberiku keponakan bila terus berdua dalam gelap "


"Ha, alasan apa itu kau hanya ingin menjewer ku bukan" Ucap Rocky sembari mengusap kupingnya.

__ADS_1


"Sa, siapa yang tau" Ucap Arion yang sendirinya tidak tau kenapa melakukan itu mungkin dalam hati kecilnya dia benar-benar senang Rocky kembali lagi ke dalam keluarga mereka. "Sudahlah ayo ikut dengan ku" Ucap Arion yang kembali berjalan meninggalkan Rocky yang akhirnya mengikuti langkahnya namun sebelum itu Rocky sempat-sempatnya mencium kening Aleena.


"Kita bicara lagi nanti ok" Ucap Rocky setelah mengecup kening Aleena.


__ADS_2