Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 144


__ADS_3

"Mengatakan apa? " Tanya Letty yang ternyata baru saja keluar dari ruangannya dan sedikit mendengar pembicaraan antara Rocky dan Natan. Yang di ikuti Aleena dan Disa di belakang Letty yang ikut mendengar pembicaraan Rocky dan Natan.


"Em itu" Natan berjalan mendekat ke arah Letty "Bisakah kita bicara berdua saja" Natan menarik perlahan tangan Letty dan kembali masuk ke dalam kamar rawat Letty Natan menutup pintunya.


Letty merasa gelisah saat Natan mulai menutup pintunya mata Letty seakan tidak bisa lepas dari Natan 'Ada apa ini' Letty menggenggam baju yang melekat di dadanya di ikuti rasa sesak di hatinya.


Natan mengatur nafasnya dia mencoba menatap Letty "Ada yang ingin aku bicarakan" Ucap Natan.


"Ap.. apa itu" Tanya Letty.


Natan takut untuk menatap Letty Natan menunduk sambil bicara "Besok aku akan perg-" Belum selesai bicara Natan langsung menatap Letty saat Natan merasa ingin menatap Letty.


Letty tidak tau kenapa belum selesai Natan bicara dia sudah menangis terlebih dulu "Ah kenapa aku " Ucap Letty berusaha menghapus air matanya.


Natan tidak tega melihat Letty yang terus mencoba menghapus air matanya yang terus mengalir, Natan dengan sigap membawa Letty dalam pelukan nya "Jangan menangis, aku akan berjuang dengan sekuat tenaga agar aku lekas kembali" Ucap Natan itu malah membuat Letty semakin menangis. Natan merasakan basah di dadanya membuatnya bingung harus berbuat apa alhasil Natan hanya bisa mengusap lembut rambut Letty.


Cukup lama Letty menangis di pelukan Natan sampai akhirnya Letty berusaha untuk sabar dan kuat agar tidak menjadi beban Natan dan membuat Natan gelisah karena meninggalkan nya.


Letty perlahan menghela nafasnya dan mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Natan, Letty menatap Natan "Pergilah sayang aku akan setia menunggu mu, aku janji" Letty berusaha menarik ujung bibirnya namun itu sangat sulit.


Natan tau Letty berusaha tegar untuknya Natan kembali memeluk tubuh Letty dengan erat, Natan perlahan melonggarkan pelukannya dan mengecup lembut bibir Letty cukup lama Natan mencium Letty. Saat Natan baru melepaskan ciumannya Letty kembali mencium Natan sekejap, Natan tersenyum karena Letty berinisiatif menciumnya "Terimakasih sayang" Natan kemudian mencium kening Letty.


Letty mencoba untuk tegar dan merelakan kepergian sementara kekasihnya itu, Natan melepaskan pelukannya namun Letty merasa ada sesuatu yang aneh di lehernya "Ini? " Letty melihat kalung melingkar di lehernya dan kalung itu membuat Letty merasa pernah melihatnya. Letty menatap leher Natan dia teringat kalung itu "Kalung ini bukankah kalung yang selalu kau pakai? " Tanya Letty yang ingat pernah melihat Natan memakainya.


"Ini kalung pemberian almarhum kakek ku kalung ini seakan selalu menjagaku sekarang kalung ini akan menggantikan aku menjagamu " Ucap Natan.


Letty tersenyum mendengar ucapan Natan dan menggenggam kalung yang melingkar di lehernya.

__ADS_1


"Bagaimana jika mereka bertengkar" Ucap Disa yang baru saja mendengar cerita Rocky yang di desak oleh Aleena untuk memberitahu apa yang terjadi.


"Kak Disa tenanglah kak Letty dan kak Natan akan baik-baik saja" Ucap Aleena menenangkan.


"Dia baru saja sembuh dan keluar dari rumah sakit dan sekarang tiba-tiba Natan akan meninggalkan nya dalam waktu yang tidak sebentar" Disa sangat mengkhawatirkan keadaan sahabat baiknya itu.


"Kak Disa tenanglah" Aleena mencoba menghentikan Disa yang ingin menerobos membuka pintu untuk masuk.


"Disa jangan memperburuk keadaan, Diam! " Ucap Rocky dengan nada sedikit meninggi membuat Disa terdiam.


Disa terpaksa harus tenang dan mempercayakan semuanya pada mereka berdua.


Setelah Natan dan Letty sudah tenang dan saling menerima kenyataan mereka akhirnya melangkah keluar dengan tangan Natan menggandeng tangan Letty penuh kasih.


Disa yang melihat pemandangan itu akhirnya merasa lega karena keduanya tidak terjadi apa-apa, Disa menatap Aleena dan mendapatkan senyuman dari Aleena.


"Em kami tidak bisa pulang sekarang, kami akan tinggal sebentar lagi di rumah sakit" Ucap Aleena yang hanya mendapatkan anggukan pelan dan senyum dari Natan, Letty dan Disa.


"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu" Ucap Disa yang mulai berjalan meninggalkan Rocky dan Aleena sedangkan Natan dan Letty mengikuti langkah Disa.


"Kak apa kau pikir kak Natan akan berhasil di Black Drago, black drago dan Kraken sama ketatnya " Aleena sedikit meragukan tentang keputusan Alister.


"Alister sudah memutuskannya dia pasti punya alasan sendiri, dan kau di larang perhatian dengan laki-laki lain apa kau mengerti" Rocky menarik Aleena dalam dekapannya.


"Om kau terlalu posesif"


"Biarkan saja aku hanya posesif terhadapmu saja tidak dengan wanita lain, apa kau keberatan? " Pertanyaan Rocky itu sebenarnya membuat Aleena senang dan tidak sadar dia tersenyum senyum sendiri.

__ADS_1


"Ekhm! apa urat malu kalian sudah putus bermesraan di rumah sakit benar-benar" Suara dengan kata-kata savage nya itu mampu membuat suasana romantis itu menghilang Seketika.


"Kak Arion kau di sini" Aleena segera mendorong Rocky menjauh darinya.


"Berisik seperti kau tidak pernah saja!" Ledek Rocky yang tau betul Arion lebih tidak tahu malu saat kasmaran dulu.


"Memang tidak aku sangat tau sopan santun" Ucap Arion sombong.


"Hah! tidak sadar diri" Ucap Rocky


"Berisik, kau ikut aku" Arion menarik paksa Rocky


"Tunggu dulu kita mau kemana? " Tanya Rocky sembari memberontak saat bajunya di tarik paksa membuatnya terpaksa mengikuti Arion


"Kau akan tau nanti" Ucap Arion.


"Tunggu aku kak" Ucap Aleena yang berjalan mengikuti Arion dan Rocky.


"Kau di sini saja bersama sahabat mu itu, kami tidak akan lama" Ucap Arion.


"Tapi kak"


"Ini perintah kakak mu" Ucap Arion tegas membuat Aleena hanya bisa pasrah mengikuti kemauan kakaknya dan berjalan ke arah berlawanan dari Rocky dan Arion.


Rocky kini sudah berada di belakang mobil pengemudi "Sebenarnya kau mau kemana? " Tanya Rocky.


"Berisik sekali apa kau lupa alasan ku sebenarnya kemari untuk apa" Pertanyaan Arion itu membuat Rocky tersadar.

__ADS_1


"Apakah ini tentang...


__ADS_2