
"Elin apa kau yakin tentang ini, bukankah aku sudah bilang akan menemanimu berbicara dengan orang tua mu" Ucap Alister yang heran kenapa Elin tiba-tiba berubah pikiran tidak ingin bertemu keluarganya terutama papanya.
"Aku akan memberikan pesan saja pada mereka, aku "
"Elin dengar aku berada bersamamu lebih baik kita menemui mereka saja, sekaligus aku akan memintamu pada kedua orang tuamu" Ucap Alister menatap Elin dangan tatapan tanpa ragu.
"Aku tidak mau papa ku memanfaatkan mu lagi" Ucap Elin yang tau seperti apa papanya itu.
"Aku tidak perduli aku rela di manfaatkan beratus kali asal kita bisa bersama" ucapan Alister itu membuat Elin tersentuh.
"Aku tidak akan rela jika kau terus di manfaatkan, papa ku itu seorang yang tamak dan untuk memanfaatkan mu dia tidak pantas" Elin akhirnya bisa berkata sesuai dengan hati nya.
"Apa kau ingin terbebas dari papa mu? "Pertanyaan Alister itu membuat Elin terpikirkan kembali dulu dia juga memiliki niatan itu, tapi dulu dia takut jika dia pergi kakaknya yang akan di salahkan jadi dia mengurungkan niatnya.
"Aku tidak bisa jika itu aku lakukan kakak " Alister memotong ucapan Elin
"Jika kau mau aku akan mengabulkannya, kau akan terbebas dari kekangan papamu dan aku jamin kakak mu tidak akan pernah di usik lagi"
"Apakah itu benar apa itu mungkin terjadi? " Tanya Elin.
"Tentu saja, aku bisa menjamin Itu akan terjadi jika kau memintanya"
"Kalau begitu tolong wujudkan itu" Ucap Elin ragu sedikit lirih. "Tapi jangan menyakitinya" Ucap Elin lagi
"Baiklah aku mengerti, aku akan melakukan nya dengan jalur lembut jangan khawatir aku tentu tidak akan menyakiti mertuaku"Ucapan Alister itu membuat Elin tersipu malu
******
__ADS_1
Aleena berjalan ke arah ruangan Elin" Huh menyebalkan kenapa aku tidak boleh ikut hmm" Ucap Aleena kesal
Aleena berjalan sembari terus menggerutu Bruuukkk... Aleena bertabrakan dengan seseorang membuat orang yang bertabrakan dengan Aleena itu terjatuh dan menjatuhkan obat-obatan yang di bawanya dan menjadi berserakan "Ah maaf" Ucap Aleena yang segera membantu orang memungut obat-obat yang terjatuh.
"Tidak masalah" Ucap orang bermasker itu yang ikut memungut obat obatan yang berserakan itu.
"Kau minum obat begitu banyak" Ucap Aleena yang heran dengan orang yang begitu banyak membawa obat obatan sampai membuat Aleena menghirup bau obat yang kuat
"Begitulah" Ucapnya yang segera pergi meninggalkan Aleena.
"Aneh orang itu kenapa terlihat sangat terburu-buru, eh ini tertinggal " Ucap Aleena yang langsung mengambilnya dan mengikuti orang ber-masker itu.
Aleena terus berjalan dengan cepat bahkan Aleena sedikit berlari namun jalan orang ber-masker itu cukup cepat "Tunggu" Teriak Aleena saat Aleena berteriak dia merasa dadanya sesak dan pandangan nya menjadi kabur "Ada apa dengan ku apa aku kelelah-" Aleena terjatuh dan mulai kehilangan kesadaran nya.
****
"Apakah ini tentang Aleena" Tanya Rocky
"Hmm kau akan melihat nya, pergi ke alamat ini" Ucap Arion yang menunjukan alamat yang akan mereka tuju. Rocky menghentikan mobilnya setelah membaca alamat yang di berikan Arion " kenapa kau berhenti hah" Keluh Arion.
"Kau ini apakah di otakmu itu hanya bisnis saja isinya" Ucap Rocky yang sangat paham alamat yang di berikan Arion itu adalah tempat populer di negara itu pusat keramaian malam.
"Berisik kau tinggal ikut saja lagi pula urusan Aleena itu adalah tanggung jawab mu, aku ini seorang penguasa dan pengusaha jadi aku ingin melebarkan kerjaan ku apakah salah" Ucap Arion yang tidak bisa di sangkal oleh Rocky.
Alhasil Rocky hanya bisa melajukan mobil nya lagi ke alamat yang Arion tunjukan. Rocky mengemudi dengan pelan saat mengemudikan mobil ke sekitar alamat yang Arion tunjukan.
"Hem siang hari tak seramai foto saat malam hari" Ucap Arion yang mengamati keadaan.
__ADS_1
"Tentu saja di sini akan sangat ramai saat malam, apalagi di Kasino yang ingin kau kunjungi" Ya Arion menunjukan alamat kasino pada Rocky.
"Sangat di sayangkan, aku seperti nya bisa membuat di tempat ini tidak pernah sepi" Ucap Arion dengan percaya diri seperti nya di kepalanya sudah ada rencana kedepannya tentang pusat kota itu.
Rocky memarkirkan mobilnya mereka turun dan segera masuk ke lantai utama tempat permainan yang ada di Kasino itu.
Arion dan Rocky hanya berkeliling tidak untuk bermain "Hm lumayan tempatnya cukup bagus tapi permainannya sangat monoton" Ucap Arion yang sudah selesai berkeliling dan memilih duduk bersama Rocky.
"Ini tidak sebagus milik keluarga Mars" Ucap Rocky
"Baiklah aku putuskan untuk membuka Kasino di negara ini, apa kau memiliki referensi tempat untuk ku" Arion memilih duduk dan di ikuti oleh Rocky
"Ada beberapa kau bisa meminta anak buah kita untuk mengecek tempatnya" Ucap Rocky
"Hmm bagus kau ternyata masih berguna" Ucap Arion.
"Ha apa kau pikir setelah aku menjadi bartender aku langsung berubah jadi bodoh itu tidak mungkin" Ucap Rocky
"Syukurlah otakmu masih berfungsi"
Rocky dan Arion memilih untuk dan duduk untuk minum sebentar Rocky juga ingin tau kehebatan bartender yang ada di kasino besar yang sudah lama ingin Rocky datangi namun selalu tidak ada waktu karena pekerjaan nya yang juga terjadi pada malam hari.
Rocky mencoba beberapa Variasi minuman di sana namun saat tegukan terakhir dia tiba-tiba merasakan perasaan tidak enak Rocky menaruh gelasnya dengan kasar membuat Arion melihat ke arah Rocky "Ada apa? " Tanya Arion.
Rocky terdiam kemudian menjawab "Tidak ada apa-apa, Arion apa urusan mu sudah selesai di sini? " Tanya Rocky.
"Kenapa apa kau sudah merindukan adik ku? " Tanya Arion.
__ADS_1
"Tidak hanya saja" Rocky tidak tau kenapa tiba-tiba dia ingin sekali bertemu dengan Aleena namun itu bukan karena alasan rindu yang Arion ucapkan itu.