
Letty sudah berada di apartemen Natan, Natan memberikan kemeja barunya yang belum sempat dia pakai untuk Letty dan juga memberikan celana training nya yang jarang dia pakai karena dia sudah jarang berolah raga "Mandilah dulu bos pakai ini, tapi sayang aku tidak memiliki pakaian dalam untuk mu" Canda Natan.
"Diam kau laki-laki cabul! sembarangan berbicara aku akan membungkam mu" Letty melotot ke arah Natan.
"Aku hanya bercanda bos, jangan marah " Natan memberikan dua tangannya berbentuk peace ke arah Letty.
Letty hanya membuang muka dan berjalan ke arah Natan yang berarti Letty akan masuk ke dalam kamar Natan.
Letty masuk dan menutup pintu kamar Natan, mata Letty terbelalak apartemen kecil itu memiliki kamar tidur yang rapi dan nyaman di dalamnya, mungkin terasa nyaman karena cara penataan Natan yang sangat sempurna, "Jiwa pelayannya benar-benar merasuk, dia benar-benar menata kamarnya" Ucap Letty yang setengah memuji dan setengah terdengar mengejek.
Letty segera mandi dan memakai pakaian yang Natan berikan, itu sedikit longgar dan panjang bagaimanapun Natan lebih tinggi dan badan laki-laki tentu lebih besar dari wanita.
Letty keluar dari kamar Natan dengan menggunakan baju yang kebesaran itu, membuat Natan tidak berkedip dia melihat sisi lain dari bos nya yang biasanya terlihat glamor 'Dia sangat kecil dan imut' Ucap Natan dalam hati saat melihat Letty di balut baju miliknya.
"Apa kau lihat-lihat dasar cabul! jangan menatapku seperti itu"
"Aku tidak menatapmu bos, aku hanya melihat kemejaku sayang sekali dia ternyata sangat bagus aku menyesal memberikan nya padamu" Ucap Natan mengalihkan pembicaraan.
"Berisik! aku bisa membelikan kemeja yang seratus kali lebih bagus dari ini! "
"Benarkah? aku akan menagihnya nanti hehe" Letty masuk jebakan marketing Natan yang spontan.
"Sial, kau menjebak ku" Ucapan Letty
"Hehehe, kau sudah berucap kau harus menepati nya bos ingat" Letty hanya terlihat mendengus kesal.
__ADS_1
...****************...
Di sisi lain
Rocky duduk di sofa, listrik sudah kembali menyala "Bukankah kau sedang marah pada nya, sadarlah Rocky kau tidak boleh memiliki pikiran seperti itu padanya" Rocky menutup matanya.
Namun bayangan Aleena tadi selalu menari di pikiran nya, membuatnya harus segera masuk kamar dan menemui kamar mandinya, Rocky harus mandi air dingin segera. Untung saja hanya sebentar mati listriknya.
Setelah berganti pakaian Aleena menatap wajahnya di cermin "Kau bodoh Aleena bodoh bodoh bodoh, kenapa kau malah membentaknya seperti itu, tapi dia melihat ku hanya menggunakan aaahhhh semuanya kacau, apa yang sudah aku lakukan bukankah dia akan berfikir jika aku wanita yang sembrono apakah aku semakin terlihat seperti wanita kotor di matanya, Aleena tamat sudah reputasi mu" Kejadian tadi sedikit menghibur kesedihan Aleena namun membuat Aleena banyak berpikir.
Aleena sebenarnya sudah memiliki rencana untuk tidak berbicara pada Rocky karena perkataan Rocky yang menyakiti hatinya, namun kejadian tak terduga itu membuatnya ingin menjelaskan, jika dia tidak bermaksud menggoda Rocky dengan mencuci rambutnya.
Rocky keluar dari kamar bersama dengan Aleena keduanya tanpa sadar saling menatap ke arah satu sama lain, dan dengan kompak mereka mengalihkan pandangan meraka masing-masing.
"Om" Ucap Aleena bersamaan dengan Rocky.
"Ya " Jawab mereka bersama-sama.
"Katakan" Ucap Rocky melihat ke arah Aleena
"Maaf tentang aku minum, maaf tentang aku tidak pulang aku bisa jelaskan semuanya, aku memang di apartemen Erlan" Ucapan Aleena itu kembali membuat dada Rocky bergemuruh, Rocky terlihat mengeratkan giginya, mengepalkan tangannya dia terlihat kembali emosi "Tapi aku bersama adik perempuannya , aku tidak minum dengan Erlan tapi dengan adiknya Elin, om bisa lihat dia bisa mengantarkan ku pulang dia tidak mabuk sama sekali, percayalah padaku om, aku benar-benar tidak melakukan apa yang kau tuduhkan" Ucap Aleena yang tidak ingin terus di salah pahami. Aleena menjelaskan bagaimana dia bisa ke apartemen Erlan dan bagaimana dia mabuk tidak ada yang terlewat sama sekali.
Rocky tiba-tiba mendekat dan memeluk Aleena begitu saja karena melihat ekspresi Aleena yang membuat Rocky tidak tega dan memeluknya tanpa sadar "Aku minta maaf sudah menuduh mu yang tidak-tidak, aku hanya tidak mau terjadi hal buruk padamu".
Rocky tersadar dan segera melepaskan pelukannya " Kau jangan salah paham a.. aku hanya tidak mau orang tua dan kakakmu menyalahkan aku jika terjadi sesuatu padamu" Rocky kembali bertindak sebagai kerabat itu membuat Aleena tidak suka.
__ADS_1
"Aku tau" Ucap Aleena yang terlihat sangat kecewa, dia berharap kekhawatiran Rocky padanya bukan sebagai sepupunya tapi sebagai orang lain yang benar-benar peduli padanya.
"Ekhm ekhm, apa kau ingin ke kampus aku akan mengantarkan mu" Ucap Rocky yang mencoba mencari topik lain.
"Tidak, aku ingin sarapan saja om, kau harus membuatkannya untuk ku kau sudah membuat gadis secantik aku menangis kau harus tanggung jawab" Aleena mengikuti Alur yang Rocky buat dia tidak mau membahas apa yang sudah terjadi.
"Baiklah" Rocky segera berjalan ke arah dapur Aleena menatap punggung Rocky yang berjalan semakin menjauh, perasaan itu membuat Aleena takut 'Kau sudah menjerat ku sepenuhnya om' Ucap Aleena dalam hati seperti nya dia sudah menyadari perasaan nya pada Rocky sepenuhnya.
Aleena segera mendekat berjalan ke arah Rocky dan bermain di punggung Rocky dia menulis-nulis di punggung Rocky "Apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Rocky pada Aleena yang masih terus mengikuti langkah kakinya dan bermain dengan punggung nya.
"Menulis" Ucap Aleena yang tersenyum.
"Menulis apa? " Tanya Rocky.
"Om kau harus menebaknya" Ucap Aleena yang dengan cepat menuliskan kata di punggung Rocky yang membuat Rocky bingung.
"Kau menulis apa? You? " Tanya Rocky lagi.
"Kau melewatkan dua kata " Ucap Aleena yang sudah menyudahi permainan nya dan berjalan mendahului Rocky.
"Dua kata? apa itu? katakan padaku? " Rocky terlihat penasaran tentang apa yang Aleena tulis di punggung nya tadi.
Aleena berbalik dan melihat ekonomi arah Rocky "Rahasia" Ucap Aleena yang tersenyum dengan rambutnya yang tergerai membuat Rocky terdiam terpana.
"Cantik" Gumamnya lirih.
__ADS_1
"Apa yang kau gumam kan om? " Tanya Aleena yang tidak mendengar sama sekali gumaman rocky.
"Rahasia" Rocky membalas jawaban yang sama untuk Aleena