Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 77


__ADS_3

Alister sudah kembali ke apartemen yang di belinya untuk tinggal di sini, Alister merebahkan tubuhnya.


Hari ini dia belum berhasil menemukan Aleena dan Rocky namun setidaknya dia sudah tau Universitas Aleena.


"Bodoh! " Teriak Alister saat menyadari bahwa dirinya salah, bukannya menyuruh Elin mengantarkan nya ke rumah Aleena malah dia menyuruh Elin mengantarkannya ke bar tempat Rocky bekerja yang Elin sendiri tidak tau Aleena hasil mereka hanya keliling bar dan tidak menemukan Rocky, bagaimanapun mereka berkeliling bar Letty tutup. karena Letty tengah fokus menjaga Natan.


"Dia teman Aleena, aku akan menyuruhnya besok mengantarkan ku ke rumah yang di tempati Aleena dan Rocky" Ucap Alister.


Alister menghubungi pak Arkan lagi, dan mengatakan dia akan memikirkan dengan serius kerja sama mereka jika putrinya mau menjadi tour guide nya lagi.


Setelah mendengarkan jawaban yang Alister mau Alister segera menutup teleponya.


Setelah itu Alister memilih membersihkan diri dan pergi beristirahat.


Pagi menyapa


Elin baru saja turun dan akan sarapan, baru saja sampai di meja makan papanya tersenyum sangat lebar membuat Elin curiga.


"Apakah ada berita bahagia kenapa papa senyum selebar ini" Ucap Elin menyindir papanya sebelum duduk dan bersiap untuk sarapan.


"Elin kau memang anak papa, sampai bisa membuat tuan Alister tertarik padamu" Ucapan papanya itu membuat Elin tersedak saat minum susu.


"Ukhuk-ukhuk, ap... apa yang papa katakan" Ucap Elin yang sudah terkejut mendengar ucapan papanya.


"Ya tuan Alister sepertinya tertarik padamu, jadi dia memintamu lagi hari ini untuk menemaninya, sepertinya perjodohan kalian akan berjalan lancar, dan perusahaan papa akan berjaya lagi." Ucap papanya yang sangat terlihat kalau dia hanya mementingkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak mau! , aku tidak mau menemaninya aku juga tidak mau menikahinya! " Ucap Elin sembari berdiri seperti mya Elin tidak tahan dan akan segera pergi, Elin memang awalnya tertarik dengan Alister namun dia juga tidak mau menikah saat ini karena cinta-cintanya belum tercapai.


"Apa kau bilang! dasar anak tidak tau do untung! Elin kau ingin seperti kakakmu tidak jelas pekerjaan nya luntang-lantung di jalan! ingat Elin jika kali ini kau tidak menuruti mau papa, papa akan mengurung mu di rumah papa tidak akan mengizinkan mu untuk menjadi dokter dan satu lagi jika kau tidak menuruti papa aku akan memeras kakak mu memperdaya nya hingga tak tersisa! " Sebelum Elin pergi pak Arkan berdiri dan lebih dahulu pergi dari meja makan itu, meninggalkan Elin yang terduduk lemas dan menutup wajahnya dia ingin menangis.


Tuan Arkan memang sangat mengetahui sifat kedua putra putrinya, meskipun mereka beda ibu namun Erlan sangat menyayangi Elin, begitupun sebaliknya Elin sangat menyayangi kakaknya itu, jadi untuk memperalat kedua anaknya Tuan Arkan merasa itu sangat mudah.


Setelah keberangkatan papa Elin ke kantor mama Elin mendekati Elin "Elin" Dia mengelus kepala Elin.


"Ada apa ma, kau juga ingin membujuk ku" Menatap mamanya tajam.


"Tentu saja, aku dengar dari papamu tuan Alister ini sangat hebat dan kaya, kenapa kau tidak mau? apa dia tua? " Tanya mama Elin yang belum tau jelas sosok Alister.


"Dia tidak tua, terlebih dia sangat tampan" Jawab polos Elin yang membuat mamanya tersenyum licik.


"Lalu apa yang membuat mu tidak mau dengannya, dia kaya hebat berkuasa di tambah dia tampan pula, sudahlah Elin jangan memikirkan hal lain kau terus saja dekati dia jangan sampai kau kehilangan laki-laki sesempurna itu" Mama Elin berusaha mempengaruhi Elin.


Di sisi lain


Rocky sudah bangun, dia terkejut menemukan dirinya tidur di atas kasurnya padahal semalam dia ingat betul dia tidur di depan pintu kamar Aleena. "Aleena" Ucap Rocky saat teringat Aleena.


Rocky segera bangkit dan mencari keberadaan Aleena, dia membuka kamarnya dan tidak menemukan Aleena.


Rocky terlihat panik dia takut Aleena kabur lagi, namun tiba-tiba dia mencium bau harum masakan dan dia berlari ke dapur dan menemukan Aleena tengah memasak di sana "Aleena"


Aleena terdiam sejenak mendengar namanya di panggil namun dia berusaha menahan dirinya dan mengatur nafasnya dia sudah bertekad untuk melupakan om Rocky nya dan hanya akan menjadikan pria di depannya adalah sepupunya "Em selamat pagi kak Rocky, ayo sarapan" Ucapan Aleena menyadarkan Rocky tentang tembok yang sudah di bangun Aleena.

__ADS_1


Aleena menaruh makanan terakhir yang dia masak kemudian duduk dan bersiap untuk sarapan.


"Aleena hentikan memanggilku dengan sebutan kak" Ucap Rocky


Aleena tersenyum sinis dan menatap Rocky yang tentu saja melihat ke arahnya.


"Kenapa? bukankah selama ini, ini yang kau mau kak? " Ucap Aleena yang ingat betul saat pertama kali Rocky menentang dirinya memanggil Rocky dengan panggilan Om.


"Tidak aku tidak menginginkan panggilan itu, panggil aku seperti biasanya! " Ucap Rocky yang malah membuat Aleena terlihat tertawa dengan menutup mulutnya.


"Hahaha kau lucu sekali ya kak! apakah kau lupa bagaimana kau mengatakan kalau kita adalah sepupu dan tidak seharusnya aku memanggilmu om, aku telah mengabulkan permintaan mu tapi kenapa kau malah marah"


"Hentikan ini Aleena! berhenti bermain-main" Ucap Rocky yang sangat marah karena panggilan Aleena yang berbeda terhadap nya.


"Aku tidak bermain-main kakak sepupu! kau berteriak padaku membuatku tidak nafsu makan" Aleena menghentikan tangannya yang tadinya ingin mengambil sandwich untuk dia sarapan, alhasil dia berdiri dan ingin meninggalkan Rocky.


"Tunggu Aleena kau tidak boleh pergi" Ucap Rocky menahan tangan Aleena.


"Apa lagi yang kau inginkan kak! aku sudah tidak nafsu makan kau bisa menghabiskan semua makanan nya! " Ucap Aleena berusaha melepaskan tangannya namun genggaman Rocky sangat kuat dia tidak bisa melepaskan nya. "Lepaskan aku kak! " Aleena masih mencoba melepaskan nya.


"Berhenti memanggilku kak! Aleena aku tau salah aku tau, tapi aku sudah meminta maaf dan akan mencoba melepaskan belenggu masa lalu yang menjerat ku jadi hentikan ini semua" Ucap Rocky yang tanpa sadar menggenggam tangan Aleena semakin kuat.


"Au lepaskan kau menyakiti ku! " Ucap Aleena yang merasa tangannya sudah hampura terkilir karena genggaman Rocky yang begitu kuat.


"Ma.. Maaf aku bukan sengaja menyakiti mu Aleena " Rocky tidak melepaskan genggaman tangannya namun hanya melonggarkan nya saja dia tidak ingin Aleena kabur setelah dia melepaskan tangannya.

__ADS_1


" Lepaskan aku kak! Aku tidak perlu itu semua kak, aku sudah terlebih dahulu melepaskan jerat masa lalu, aku sekarang sudah menganggap om Rocky tidak ada dan hanya tinggal kau kak Rocky sepupuk.. " Aleena tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena bibirnya sudah di lahap habis oleh Rocky.


__ADS_2