Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 119


__ADS_3

Elin membuka matanya, tangan dan kakinya terikat, bahkan mulutnya sudah di beri lakban 'Apakah aku di culik? ' Ucap Elin dalam hati dan mulai mengingat apa yang terjadi.


Flashback on


Elin baru saja bersiap untuk membaringkan tubuhnya untuk istirahat namun, tiba-tiba handphone nya berbunyi.


Elin melihat handphone nya dan menatap nomor yang tidak di kenal, dengan ragu Elin mengangkat nya


[Hallo, siapa ini? ] Tanya Elin.


[Maaf apakah ini dengan Nona Elin, saya petugas rumah sakit, Nona Aleena mengalami kecelakaan bersama temannya] Ucap orang di seberang begitu meyakinkan membuat Elin bahkan terkejut hampir menjatuhkan handphone nya.


[Saya mengerti, tolong sebutkan alamat rumah sakitnya saya akan segera ke sana] Elin bersiap dengan kertas dan pena untuk mencatat alamat rumah sakit itu.


Orang di seberang menyebutkan alamat rumah sakit nya, setelah mencatat alamat nya Elin segera mematikan telepon nya dan berlari keluar tanpa berfikir panjang.


Elin berjalan ke jalan raya menunggu taksi dan mendapatkannya namun setelah memasuki taksi itu Elin kehilangan kesadaran nya


Flashback off


'Taksi itu' Ucap Elin yang tau kalau dia telah di culik setelah masuk taksi yang mengeluarkan asap ternyata itu obat tidur, pantas saja samar-samar setelah masuk dia melihat supir taksi itu menggunakan pakaian yang tidak lazim.


Elin baru saja bangun sudah ada suara orang membuka pintu, Elin memilih untuk pura-pura pingsan kembali


"Kalian silahkan berkumpul! aku akan baik-baik menyiksa kalian" Ucap orang yang menggunakan topeng itu.


Elin melihat sekilas orang yang di lemparkan ke arahnya 'Siapa? apakah aku pernah melihat mereka? ' elin mengingat Disa dan Letty tapi Elin tidak mengingat wajah Disa dan Letty 'Seperti nya aku tidak mengenal mereka, tunggu di mana Aleena jangan-jangan dia juga di Sandra apakah jaringan pendukungnya wanita? ' Elin ingin segera membuka matanya dan mencari sekeliling namun dia tidak berani karena orang berpakaian hitam itu kini seperti nya mulai mendekat ke arahnya.


"Kau akan menjadi santapan terkahir ku" Ucapnya yang menarik Aleena tidak bukan menarik lebih tepatnya menyeret nya, Elin merasakan sakit di sekujur tubuhnya namun dia tidak bisa memberontak.

__ADS_1


Tangan Elin kini di ikat ke atas kakinya juga terikat dia benar-benar di bentang di tembok. Elin berusaha untuk tidak panik namun tetap saja tubuhnya gemetar ketakutan. "Hahaha masih mau menipuku! kau sudah bangun bukan! " Ucapan nya membuat Elin terkejut ternyata dia sudah tau kalau dia sebenarnya sudah bangun.


Elin dengan terpaksa membuka matanya dan melihat ke arah orang bertopeng dan berpakaian hitam Itu, Elin ingin bicara namun mulutnya masih tertutup lakban.


"Apa kau ingin berbicara denganku? hahaha menarik apa kau benar-benar berani berbicara denganku! wanita pengecut bagaimana bisa di sisi Aleena " Ucap orang bertopeng itu membuka lakban Elin.


Setelah di lepas lakban di mulut Elin, benar saja Elin tidak berani bertanya karena ketakutan yang amat dia rasakan.


"Gadis lemah beraninya kau menjadi teman Aleena, kau seharusnya sadar diri! bodoh! " Ucap laki-laki itu mengambil sesuatu.


Elin memberanikan diri menjawab ucapan orang itu "Be.. berteman tidak memandang si lemah atau si kuat, hanya saling mengerti dia yang akan menjadi teman" Ucapan Elin itu mendapat tawa yang bergema dari orang di depan Elin itu.


"Haha! kau berani menjawab ku, boleh juga boleh" Ceplas... suara cambuk menyambar tubuh lemah Elin, Elin berteriak karena sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya.


"Berteriak Lah dan mengerti keadaanmu! kau akan segera menemui dewa neraka tapi sebelum itu, aku juga akan membunuh mereka berdua" Ucap orang itu yang kini berjalan ke arah Disa dan Letty.


"Tunggu dulu! ka. kau ini siapa? kenapa menculik kami dan sedari tadi kau menyebut nama Aleena sebenarnya kau siapa? "


"Malaikat Aleena jangan bercanda" Ucap elin lirih dan tidak di dengar oleh orang itu


Orang itu kembali berjalan ke arah Disa dan Letty dia menyiramkan sesuatu ke arah keduanya membuat Disa dan Letty terbangun.


"Kau siapa? kenapa kami disini" Ucap Disa yang mulutnya tidak di tutup.


"Tidak perlu tau! kau hanya perlu memberikan tangan dan mulutmu" Ucap orang itu melepaskan cambuk nya dan mengambil pisau yang dia simpan di balik pakaian nya.


"Ka.. kau gila! lepaskan kami! " Ucap Disa mencoba memberontak dan mengajak Letty berlari, Letty dan Disa memang tidak di ikat seperti nya orang itu ingin bermain buru memburu.


"Berlari lah! pada akhirnya kalian akan mati di tanganku! " Ucap orang itu melempar ke arah Disa namun Letty mendengar suara pisau meluncur Letty melirik dan mendorong disa membuat disa terjatuh.

__ADS_1


"Haha kau lumayan juga! aku jadi bersemangat untuk membunuh kalian" Ucap orang itu yang masih mencoba menangkap Disa dan Letty namun karena tindakan Letty seperti nya orang itu lebih tertarik untuk memburu Letty.


"Om, bisakah kau mempercayai ku"


"Tidak! jika kau bisa menyelesaikan nya kau tidak akan lari darinya apakah alasan kau tidak mau pulang adalah dia" Ucapan Rocky itu seperti nya sangat benar.


"Om apa kau sudah tau semuanya! "Aleena menatap Rocky.


" Benar, tapi aku tidak akan memaksa untuk kau menceritakan nya, aku juga akhirnya akan tau nanti" Rocky mengajak Aleena berkumpul dengan mereka semua.


Aleena hanya terdiam mendengar ucapan Rocky itu, dia merasa bersalah kepada Rocky.


"Kita lanjutkan berjalan dari sini, Aleena tau tempat nya" Ucap Rocky


"Hmm tidak jauh dari sini kita hanya harus berjalan " Ucap Aleena.


"Aku mengerti" Semuanya tidak ada yang bertanya dari mana Aleena tau, tapi mereka semua bisa membaca wajah Aleena yang sedang tidak baik-baik saja dan penuh tekanan.


Mereka semua berjalan menuju tempat itu, anak buah Alister tidak banyak Alister hanya meminta anak buahnya yang tidak terluka sama sekali yang ikut.


Sepanjang perjalanan Aleena hanya diam dan tidak berbicara, Rocky pun sama mereka semua kini terlihat fokus untuk menemukan ke-tiga wanita yang menghilang itu


Dan saat mereka hampir dekat dengan tujuan Aleena tiba-tiba berhenti karena dia berjalan lebih dulu semua orang ikut berhenti saat Aleena berhenti "Semua orang aku minta maaf semua ini terjadi karena aku, maafkan aku telah menyusahkan kalian" Ucap Aleena.


Namun setelah mendengar ucapan semuanya, mereka tidak marah malah bergantian berjalan dan mengusap kepala Aleena, Alister, Erlan dan Natan tiga orang ini yang melakukan secara bergantian. "Ini semua bukan salahmu, jangan minta maaf " Ucap mereka bertiga berbarengan.


"Kau sudah dengar, jangan selalu menyalahkan dirimu Aleena kita semua ada untuk mu" Ucap Alister.


Rocky menarik Aleena dan memeluknya "Hentikan ini, jangan tanggung semuanya sendiri kami ada untuk membantu jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri"

__ADS_1


"Ini semua salahku karena sebenarnya orang yang menculik Elin, kak Letty dan kak Disa adalah-"


__ADS_2