
"Iya tapi aku belum menyelesaikan kata-kata ku"
"Kata-kata apa? "
"Kata-kata, kita tidur bersama tapi kau tidur di kasur aku tidur di lantai" Ucap Natan.
"Untuk apa kau tidur di lantai" Ucap Letty menatap menunggu jawaban Natan.
"Sayang kau jangan mencoba menggodaku aku tidak akan tergoda" Ucap Natan dengan penuh percaya diri.
"Tunggu apa maksud mu aku menggoda mu" Tanya Letty.
"Aku tau kau ingin aku dan kau tidur satu ranjang bukan, tapi sayang aku tidak bisa aku adalah laki-laki sejati yang menepati janjinya" Ucap Natan
Letty menyentil kecil kening Natan "Kau benar-benar berfikir aku punya pikiran mesum begitu huh" Ucap Letty dengan menggembungkan pipinya kesal.
"Hah bukannya kau sendiri yang bilang untuk apa aku tidur di lantai, bukankah itu berarti kau ingin aku tidur dengan mu di tempat tidur" Jawab Natan.
"Ha, aku mengatakan itu karena aku ingin kau tidur di sofa di kamarku ada sofa yang lumayan empuk dan besar yang bisa menampung mu tuan mesum" Ucapan Letty itu membuat mereka berdua tertawa bersama.
"Celaka aku benar-benar berfikir terlalu jauh" Gumam Natan yang masih di dengar oleh Letty namun Letty tidak marah melainkan dia tersenyum malu melihat tingkah kekasihnya.
"Baiklah kalau begitu ayo tidur, besok pagi aku akan mengantarmu mengambil barang dan ke bandara" Ucap Letty yang seperti sudah merelakan Natan untuk mengejar apa yang dia inginkan.
"Baiklah" Ucap Natan.
Natan dan Letty akhirnya tidur di kamar yang sama tapi seperti yang Letty katakan dia tidur di tempat tidur dan Natan tidur di sofa empuk yang berada di bagian depan tempat tidur jadi jarak di antara mereka tidak terlalu jauh.
Natan mencoba memejamkan matanya dan berusaha tidak menghiraukan kencang nya detak jantung nya sekarang.
Di sisi lain Letty juga mencoba hal yang sama sekarang detak jantung nya benar-benar tidak terkendali meskipun di rumah sakit Natan sering menjaganya dan tertidur di kursi di samping nya tapi entah kenapa saat ini rasanya begitu lain tidak sama seperti saat di rumah sakit.
Letty dan Natan sama-sama terus mencoba untuk tidur namun tiba-tiba Letty merasa tubuhnya terasa sakit mungkin luka dalam yang dia alami masih sedikit terasa. "Au, sakit" Gumam Letty lirih
__ADS_1
Natan yang mendengar itu sontak berdiri dan berjalan mendekat ke arah Letty "Di mana yang sakit? " Tanya lembut Natan
Letty menggelengkan kepalanya "Hanya nyeri sedikit mungkin karena pukulan waktu itu" Jawab Letty mencoba untuk tersenyum.
Senyum itu membuat Natan merasa perih "Katakan di mana yang sakit? " Ucap Natan lagi.
"Sudah tidak sakit melihat mu begitu khawatir padaku membuatku tidak sakit lagi" Ucap Letty yang memang merasa tubuhnya tidak sakit lagi.
Entah ada angin apa tiba-tiba Natan masuk ke selimut Letty dan tidur di samping Letty dan memeluknya, membuat Letty terkejut namun merasa aman dan nyaman, tanpa di sadari mereka tertidur begitu saja dengan keadaan Natan yang memeluk Letty.
Pagi menyapa, hari ini Alister memiliki dua agenda penting dan membuatnya bangun lebih cepat, begitupun dengan Robby yang sudah sedari pagi menyiapkan barang untuk nya kembali ke Black Drago.
Setelah siap dia segera melapor ke apartemen Alister, sesuai dengan perintah Alister setelah selesai merapikan barang Robby di suruh untuk menemui Alister.
Robby sudah berada di depan pintu apartemen Alister dan sudah mengetuk pintu tinggal menunggu Alister keluar.
Alister membukakan pintu dan menyuruh Robby masuk, mereka membahas tentang proyek dan juga rencana hari ini.
Robby tengah melaporkan hasil dari kunjungan mereka ke negara itu dan juga tentang beberapa dokumen yang Alister minta pada Robby.
"Tapi tuan"
"Tidak ada tapi, aku sudah memutuskan nya Natan dia akan menggantikan mu"
"Apakah tuan yakin"
"Sangat yakin"
Robby juga sudah melihat kepribadian Natan dan Robby juga merasa Natan bisa di latih dengan baik "Saya mengerti" Ucap Robby.
Di sisi lain
Aleena tengah membuat sarapan untuk kakak dan kekasih tersayang nya.
__ADS_1
Saat Aleena tengah sibuk di dapur tiba-tiba Rocky datang tanpa suara dan memeluk Aleena dari belakang membuat Aleena sedikit terkejut "Om apa yang kau lakukan" Ucap Aleena.
"Mengisi daya hidupku" Ucap Rocky masih dengan memeluk Aleena dari belakang
"Ha apa maksud mu om, aku ini yang sedang membuat amunisi untuk kita " Ucap Aleena yang kesal karena Rocky mengganggunya memasak.
"Heh aku ingin amunisi yang lain" Ucap Rocky dengan nada manja dengan suara khas bangun tidur begitu menggoda.
"Om jangan bercanda lagi, kau tidak ingin di marahi kak Arion lagi bukan" Ucap Aleena
"Aku tidak takut dengannya"
"Benarkah"
"Tentu saja, aku hanya bisa takut jika kau meninggalkan ku"
Ucapan Rocky itu membuat Aleena malu-malu "Kau sekarang benar-benar pandai berkata manis om"
"Tidak ada kata manis di dunia ini, karena yang manis cuma Aleena seorang"
Aleena sedikit geli mendengar ucapan itu dari mulut Rocky yang notabene terkenal dengan julukan bartender dingin "Om seperti nya kau harus cuci muka terlebih dahulu" Ucap Aleena.
"Tidak mau, aku hanya ingin mendapatkan vitamin ku"
"Om, hentikan aku harus memasak" Ucap Aleena.
"Baiklah kau memasaklah tapi setelah kau mendengar kan perkataan ku ini" Ucap Rocky membisikkan sesuatu ke telinga Aleena.
"Apa? "Ucap Aleena dengan suara kerasa dan menengok ke arah Rocky
Sedangkan Arion yang berjalan menuju dapur merasa terkejut dengan teriakan Aleena "Ada apa Aleena kenapa kau berteriak? " Ucap Arion yang sudah melihat Aleena dan Rocky yang kini berdiri di depan lemari es untuk mengambil air dingin.
Aleena melirik ke arah Rocky membuat Arion semakin curiga "Ada apa katakan padaku! " Ucap Arion menatap Aleena dengan wajah seriusnya.
__ADS_1
"Om Rocky bilang" Aleena merasa ragu dan sedikit masih terkejut dengan ucapan Rocky.
"Bilang apa? katakan padaku! " Arion terlihat penasaran