Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 42


__ADS_3

"Bagus ayo kita mulai" Disa tersenyum puas rencana nya berhasil. Dia berharap bisa menyelamatkan bar dengan rencana nya itu dan juga membuat sahabatnya senang.


Disa ingin berjalan ke arah Rocky dengan peralatan make-up nya tapi di hentikan oleh Rocky, "Tidak perlu bermake-up! " Jawab Rocky yang begitu tegas membuat Disa hanya pasrah.


Disa kembali ke tasnya dan mengambil sesuatu "Kalau begitu pakai ini" Disa mengeluarkan kemeja dan memberikan nya pada Rocky. Rocky yang tidak curiga sedikitpun kemudian membuka bajunya dan menggantikan dengan kemeja yang di berikan oleh Disa "Rocky kau juga harus melepaskan kaus tanpa lenganmu juga" Ucap Disa.


Tanpa ragu Rocky melepaskan kaus tanpa lengan nya Alisa singlet nya, terlihat badan yang proposional dan purut kotak-kotak membuat Letty dan Disa membulatkan matanya bahkan Natan yang seorang laki-laki normal ikut mengagumi tubuh sempurna Rocky yang meski umurnya sudah berkepala tiga.


Rocky kemudian menggunakan kemeja yang Disa siapkan, dia terkejut kemeja yang Disa siapkan sangat lah tipis bahkan tidak bisa menutupi badan bagusnya, dua kancing atas kemejanya sengaja di lepas oleh Disa "Pakaian apa ini" Ucap Rocky yang merasa dirinya aneh menggunakan pakaian itu, sedangkan mereka bertiga melihat nya Rocky terlihat sangat sangat sksi.


Natan bahkan mengambil foto Rocky "Kau sangat menggoda " Ucap Natan yang dengan terang-terangan mengambil foto, Letty ingin juga melakukan nya tapi dia tidak bisa membiarkan Rocky tau tentang perasaan nya.


"Apa yang kau lakukan! hapus" Rocky ingin melepaskan pakaian tak senonoh itu.


"Jangan di lepas, lebih baik kita mulai segera membuat vidio " Disa tidak ingin Rocky berubah pikiran "Tunggu sebentar " Disa menyiapkan kamera yang di bawanya, Letty juga bersiap mengambil gelas dan minuman yang sudah di bawanya.


Rocky hanya bisa mengikuti kemauan rekannya, Natan menarik kursi dan menata ulang tempat yang bagus untuk mengambil video.


Semuanya sudah siap "Rocky ayo lakukan" Ucap Disa yang sudah siap dengan kameranya.


Rocky duduk di kursi dengan gelas di tangannya berisi anggur yang sudah Letty siapkan, Rocky hanya perlu meminum anggur itu.


Visual Rocky sungguh sempurna wajah yang tampan dan dewasa badan yang ideal dan bagus, memakai baju sedikit terbuka memiliki kesan sksi membuat para kaum hawa pasti akan klepek-klepek di buatnya. Wajah Rocky yang dingin memiliki kesan yang menggoda tanpa menyentuh, ekspresi saat Rocky minum air yang ada di gelas nya membuat wanita pasti akan jatuh hati padanya "Cut! selesai, ini sangat bagus, jika kita pos serta memberikan hastag bartender bar kita, aku yakin dengan video ini akan banyak wanita yang terjerat oleh bartender dingin kita ini dan akan datang ke bar kita" Disa sangat bersemangat.


Seketika mendengar penjelasan Disa, Letty terlihat menyesal menyetujui ide gila Disa yang membuat Rocky menjadi model iklan bar nya "Setelah di edit ini akan siap kita up" Disa Senang bisa membantu Letty dan menyalurkan hobby nya. Namun tanpa sadar perbuatan Disa ini akan menambah banyak rival untuk sahabat nya.

__ADS_1


Aleena dan Elin sedang makan siang bersama berpisah sementara waktu untuk makan, setelah itu mereka akan kembali berkumpul.


Elin dan Aleena baru saja selesai makan tiba-tiba Mia dan Silvia duduk di kursi kosong di depan tempat duduk Elin dan Aleena.


"Kalian sudah selesai makan? " Tanya Mia


"Sudah, apa tidak terlihat piring kami sudah kosong" Ucap Aleena sedikit kesal selalu di hantui oleh Mia.


Elin menahan tawa melihat ekspresi Mia karena savage Aleena, Elin sangat senang dengan sikap sahabatnya itu.


"Benar juga" Ucap canggung Mia " Oh iya Aleena perkenalan dia Silvia" Ucap Aleena yang merasa pernah bertemu dengan wanita yang ada di depannya.


"Hai, Silvia" Silvia tersenyum begitu manis, Silvia juga tau siapa Aleena, Mia sudah memberitahu nya dengan , tentu saja Silvia ingin mempererat hubungan nya dengan Aleena agar dia bisa dekat dengan Rocky.


"Aleena " Jawab Aleena singkat, Aleena seperti nya sedang mengingat wajah wanita yang ada di depan nya itu benar-benar terlihat tidak asing.


Silvia terus berteriak namun Aleena asik dengan pemikiran nya sendiri, "Aleena lepaskan Silvia" Teriak Mia yang masih tidak membangunkan lamunan Aleena.


Elin menyenggol Aleena pelan, Aleena tersadar dan menengok ke arah elin "Ada apa Elin? " tanya Aleena yang masih belum sadar tangan Silvia belum di lepas olehnya.


"Dia kesakitan" Ucap Elin menunjuk tangan Silvia yang masih di genggam Aleena.


"Ah maaf, maaf, aku tiba-tiba melamun kau tidak apa apa kak" Ucap Aleena merasa bersalah tapi dia memang tidak sengaja melakukan nya bukan karena balas dendam.


"Tidak, tidak apa-apa Aleena tenang saja, apa yang tiba-tiba kau pikirkan sampai melamun seperti itu? " Tanya Silvia sambil mengusap-usap tangannya yang masih terasa sakit.

__ADS_1


"Tidak ada hanya teringat sesuatu yang menjijikan" keluh Aleena.


"Ah, aku juga akan kesal kalau ingat hal yang menjijikkan" Ucap Silvia yang terlihat sekali dia ingin seolah-olah pembicaraan nya dan Aleena itu sangat nyambung.


"Hai kak, aku elin apakah tidak ingin mengenalku" Ucap elin memperkenalkan diri membuat Silvia merasa canggung, kalau Mia tentu sudah tau Elin.


"Ah maaf aku terlalu fokus pada Aleena, Hai aku Silvia senang berkenalan denganmu Elin" Ucapnya sangat ramah dan mengembangkan senyumnya semanis mungkin.


"Benar Aleena sangat mempesona memang sulit untuk mengalihkan pandangan darinya"


"Benar-benar" Ucap Silvia yang mengangguk


"Kak Mia, kak Silvia bisakah aku pergi sekarang" Ucap Aleena yang sudah muak melihat Mia dan Silvia.


"Tunggu dulu, Aleena bisakah setelah ospek kami main ke rumahmu, hanya sekedar bermain kitakan sudah menjadi teman sekarang" Ucap Mia dengan wajah tak tahu malunya.


"Hanya tau nama, bagaimana bisa di bilang sudah berteman apa kau bercanda kak Mia? " Aleena langsung pergi meninggalkan Mia dan Silvia.


Mia terlihat sangat kesal dengan penolakan Aleena itu "Dia pikir dia siapa kalau bukan dia keponakan bartender itu, aku tidak akan mendekati nya" Ucap Mia kesal


Silvia mengusap punggung Mia,"Mia tenanglah maaf karena aku kau jadi di permalukan " ucapan Silvia ini terdengar ambigu, seperti sedang menentukan atau memprovokasi sepertinya beda tipis.


"Aleena, apa kau tau mengapa mereka sangat ingin dekat denganmu? " Tanya elin saat mereka sudah jauh dari tempat makan mereka tadi.


"Tentu saja tau, dia ingin menggoda om Rocky"

__ADS_1


"Om Rocky siapa dia? apakah orang yang menjemputmu kemarin? kekasihmu? " Aleena di bombardir banyak pertanyaan membuat Aleena tidak tau harus menjawab mulai dari mana.


__ADS_2