Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 64


__ADS_3

Letty berlari "Bagaimana keadaan Natan" Tanya nya pada Aleena yang kedua bahunya sudah di cengkram oleh Letty.


Aleena menggelengkan kepalanya "Apa maksud mu, kenapa menggelengkan kepala hah bagaimana keadaan nya " Letty menggoyangkan badan Aleena.


"Kak tenanglah, kak Natan sedang di tangani dokter " Aleena mengusap punggung Letty menenangkan Letty, tubuh Letty lemas dan bersandar ke tubuh Aleena.


"Ini semua salahku" Ucap Letty yang ketakutan hingga tanpa sadar dia menelpon Natan, hingga membuat Natan datang, dan berakhir menjadi seperti sekarang.


"Tidak ada yang salah, tenanglah" Memang sifat Mama nya juga sangat melekat di diri Aleena, dia juga sangat bisa menenangkan orang di kala dia bersikap lembut. dia bahkan sekarang terlihat seperti dokter yang tengah menenangkan pasiennya.


Aleena masih mengusap punggung Letty agar merasa lebih tenang sampai akhirnya Letty sudah bisa mengendalikan tangisnya "Kak, ikut aku ya biarkan di sini kak Rocky yang menjaganya" Ucap Aleena saat dia melihat sedikit luka gores di leher Letty. Bahkan seperti nya Letty sendiri tidak menyadari nya.


"Tidak mau! ak.. aku harus menjaga Natan" Ucap Letty yang perlahan berbalik Arah dan menatap pintu yang masih tertutup rapat itu.


"Kau harus mau!, kau juga terluka harus mendapatkan perawatan" Ucap Aleena.


Letty menggelengkan kepalanya, Rocky mendengar ucapan Aleena kemudian mendekat, Rocky sedikit terkejut karena Aleena mengatakan ada luka di tubuh Letty, Rocky sendiri tidak menyadarinya. Rocky menemukan luka ada di leher Letty dan berdarah cukup banyak "Aku bahkan tidak melihat nya, Letty kau harus bersihkan luka mu jika tidak saat Natan sadar kaulah yang akan pingsan kehabisan darah"


Mendengar ucapan Rocky membuat Letty berfikir dan akhirnya mengangguk Rocky memanggil suster yang tidak sengaja lewat menyuruh membawa Letty untuk mengobati lukanya.


Setelah Letty pergi Aleena tiba-tiba memeluk Rocky membuat Rocky terkejut membulatkan matanya karena dekapan tiba-tiba itu, Aleena melepaskan pelukannya dari Rocky mengecek dari atas sampai bawah tubuh Rocky "Kau baik-baik saja om? " Tanya Aleena dengan wajah yang terlihat panik, Aleena secara tadi ingin mengecek keadaan Rocky namun sudah ada Letty yang menangis dulu di pundaknya membuat nya hanya bisa menahan sampai Letty pergi.


"Aku baik-baik saj-" Ucapan Rocky terhenti saat Aleena berbicara.

__ADS_1


"Tidak kau juga terluka, ayo kita pergi mencari dokter " Aleena menarik tangan Rocky untuk pergi dari ruang IGD itu.


Rocky menggelengkan kepalanya dia memberatkan tubuhnya membuat Aleena tidak bisa menariknya "Om! ayo kau harus mendapatkan perawatan" Ucap Aleena yang ingin menarik lebih kuat Rocky namun tiba-tiba Rocky lah yang menarik Aleena dan membuat Aleena kini berada di pelukan Rocky.


Aleena terkejut sekaligus membulatkan matanya, jantung nya pun sudah tidak aman lagi, saat suara nan lirih dan sksi terdengar di telinganya "Kau sangat menggemaskan" Ucapan yang di akhiri senyuman kecil dari Rocky itu membuat hati dan jantung Aleena tidak merasa baik, dia merasa hatinya sudah tertembak berkali-kali.


Bahkan saat Rocky melepaskan pelukan nya tatapan Aleena tidak berpaling dari Rocky, Rocky mengusap kepala Aleena membuat Aleena tersadar "Ini hanya luka kecil, apa kau tidak melihat bahakan ini hanya sebesar goresan pisau tidak perlu mencari dokter, cukup kau tiup saja sudah sembuh" Rocky tersenyum begitu manis.


Tripel kill, Aleena merasa sudah di butuh tiga kali, dengan pelukan tiba-tiba, bisikin dengan suara yang menggoda, dan terakhir senyum yang begitu manis "Kau curang" Gumam lirih Aleena yang tidak di dengar oleh Rocky, Aleena tidak ingin hanya dia terus yang mendapat serangan hati.


Dia mulai ingin menggoda om tersayang nya itu "Aleena menarik tangan Rocky dan berjalan untuk ke toilet, Aleena tanpa sadar masuk saja ke toilet wanita dan memasuki tangan Rocky, Aleena kemudian meniup luka kecil itu.


Rocky terus-menerus di buat tersenyum dengan tindakan kecil Aleena sampai ada surat yang berjalan ke arah toilet " Sampai kapan kau akan meniupnya? " Tanya Rocky.


"Sebelum itu terjadi apa kau ingin aku di teriaki laki-laki mesum? " Ucap Aleena yang menghentikan aktivitas nya dan menatap penuh tanya ke arah Rocky.


"Apa maksud mu om? " Aleena masih belum sadar mereka berada di mana.


Rocky tidak tau kenapa melihat Aleena yang seperti ini terlihat sangat cute "Toilet wanita"


Aleena akhirnya tersadar dan mulai mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah toilet, Aleena segera menarik Rocky untuk masuk ke ruangan toilet karena dia tadi hanya berada di wastafel yang ada di toilet umum itu. "Ayo om cepat sembunyi" Mereka berdua berada di satu ruangan sempit dengan di temani oleh kloset.


Aleena terlalu keras mendorong Rocky membuat Rocky terduduk di kloset duduk itu dengan posisi Aleena dengan kedua tangan mendorong tembok, wajah Rocky tepat berada di depan kedua benda kenyal yang bulat menggoda.

__ADS_1


Rocky menelan ludahnya melihat benda kenyal yang berada sangat dekat di wajahnya "Apa kau sedang menggodaku? " Ucap Rocky yang membuat Aleena panik.


"Ak.. aku tidak menggoda mu, ak.. aku hanya tidak sengaja, Aaaaa" Teriakan di ujung ucapan Aleena terjadi karena Aleena panik dan ingin segera memperbaiki posisi berdirinya, bukannya berdiri Aleena malah kini terduduk di pangkuan Rocky karena saat Aleena akan terjatuh Rocky menarik tubuh Aleena, posisi meraka saat ini bisa saja di salah pahami.


Aleena ingin berdiri dari pangkuan Rocky namun dia tidak bisa bergerak satu terdengar ada seseorang yang masuk dan berada di toilet samping.


Rocky dan Aleena tidak berbicara apapun, mereka berdua menahan nahan nafas dengan keadaan sekarang. Aleena mencoba menangkan dirinya jantung nya tidak baik-baik saja.


Sedangkan Rocky sudah merasa panas di sekujur tubuhnya, dan mencoba menenangkan dirinya.


Mereka berdua menunggu orang di sebelah keluar dan benar orang itu seperti nya sudah keluar dan sedang mencuci tangan dan berkaca di wastafel.


Aleena yang gelisah dan merasa duduknya tidak enak tanpa sadar dia bergerak-gerak membuat sesuatu tergesek di bawah sana, Rocky tidak bisa berbicara atau suaranya akan terdengar, dia hanya bisa menahan tubuhnya yang semakin panas.


Saat pintu terbuka, Rocky menghela nafasnya "Kau gadis nakal! " Ucapan Rocky membuat Aleena terkejut.


"Hah apa yang kau katakan om, siapa yang kau sebut gadis nakal? aku bahkan tidak berbuat nakal " Aleena tidak Terima dengan tuduhan Rocky dan tanpa sadar membuat dia terus bergerak di pangkuan Rocky.


"Huh, kau ini jangan bergerak! cepat turun " Rocky mencoba mengatur nafasnya yang mulai tak terkendali.


Aleena yang belum menyadari sesiatu yang bangun malah dengan sengaja terus bergerak.


"Kau benar-benar gadis nakal! cepat turun atau aku akan memakan mu! " Ucap Rocky yang terus menghela nafas.

__ADS_1


__ADS_2