
Pagi itu Elin menatap jendela kamarnya, Erlan masuk ke dalam kamar "Apa mama sudah pulang?" Tanya Elin, mamanya tadi malam menjenguknya bersama papa nya.
papanya sangat marah melihat wajah Elin yang mendapatkan luka itu dan langsung pergi sedangkan mamanya semalam menginap menemaninya, Mama nya juga menyayangkan ada luka di wajah Elin namun mamanya tidak bisa marah bagaimanapun anaknya itu terluka.
Kedua orang tua Elin sengaja tidak di beritahu tentang penculikan Elin itu bersangkutan dengan Aleena yang mereka tau orang yang menculik Elin adalah saingan bisnis papanya. Meski awalnya papanya tak percaya namun Erlan berhasil membuat papa nya yakin.
Elin terlihat murung menatap jendela, membuat hati seorang kakak juga terluka "Elin kau ingin makan sesuatu? " Tanya Erlan.
Elin memaksa senyum ke arah kakaknya "Tidak ada"
Hati Erlan sangat sakit melihat adiknya pura-pura bahagia itu, Erlan langsung memeluk Elin "Menangis-lah jika ingin menangis, tidak akan ada orang yang akan melihat nya" Erlan memeluk adiknya itu menyembunyikan wajah adiknya di dada bidangnya.
Elin menangis sejadi-jadinya "Wajahku telah hancur kak" air mata mulai membasahi baju milik Erlan, Erlan tak kuasa perlahan air mata mengalir di pipinya.
*****"
Saat Aleena dan Rocky sedang menunggu tiba-tiba ada orang yang berteriak saat melihat Aleena membuat Rocky dan Aleena menatapnya bingung. "Kau" Teriaknya dan menutup mulutnya.
"Kak Mia kenapa berteriak seperti itu? " Aleena menatap curiga ke arah Mia, Rocky juga melakukan hal yang sama.
"Hahaha ak.. aku hanya terkejut kau bisa berada di sini" Ucap Mia yang berusaha memperlihatkan wajah tenangnya.
"Kenapa kau berbicara seperti itu, ini tempat umum, bukankah aneh kau bertanya seperti itu? " Ucap Aleena yang merasa tambah curiga dengan gerak gerik Mia.
"Haha hanya aneh saja, ini restoran daging yang lumayan mahal, apakah tidak sayang menghabiskan uang tuan Rocky yang hanya seorang bartender" Ucapan Mia itu seperti meremehkan Rocky namun juga seakan di paksakan membuat topik itu.
"Tidak perlu khawatir om ku ini sangat kaya" Ucap Aleena menyombongkan kekasihnya itu, tapi nyatanya memang seperti itu Rocky memiliki sebagian harta dari keluarga Mars.
"Heh benarkah, aku takut itu akan benar-benar menghabiskan uangnya " Ucapan Mia itu benar-benar membuat Aleena kesal karena Rocky begitu di remehkan.
__ADS_1
Tak lama pelayanan membawa pesanan Aleena dan Rocky tak tanggung-tanggung lima pelayanan sekaligus bergantian membawakan pesanan aleena masing-masing membawa dua hidangan termasuk makan pembuka hidangan utama dan makanan penutup dan di tutup dengan minuman yang aleena pesan.
Mia terkejut melihat makanan yang di Pesan mereka berdua, menu-menu itu bukan menu yang murah dia tau itu karena dia hanya bisa memesan salah satunya kalau kemari karena memang mahal.
"Apa kalian bercanda memakan semua itu apa kalian ingin di bawa paksa oleh polisi karena tidak mampu membayarnya, aku bisa membantu membayar kan nya asal tuan Rocky bisa menjadi bartender pribadi ku sehari" Ucapan Mia semakin berani, aleena terlihat berfikir seingatnya yang menyukai Rocky adalah Silvia kenapa Mia seakan ingin menarik perhatian om Rocky.
"Tidak perlu" Ucap Rocky dingin, ucapan Rocky itu membuat Aleena tersenyum puas dia sangat suka jika om tersayang nya itu lembut hanya terhadapnya dan dingin kepada orang lain.
"Tu.. tuan Rocky serius aku benar-benar bisa membantu mu" Mia tersenyum, mencoba menggoda Rocky dengan senyuman nya yang begitu manis.
"Pelayan! " Rocky mengangkat tangannya membuat Mia dan bahkan Aleena bertanya-tanya apa yang akan om tersayang nya itu lakukan.
"Ya tua" Ucap pelayan itu yang langsung menghampiri Rocky.
"Apakah di restoran kalian selalu menerima orang yang tidak penting! saya sangat terganggu" Rocky melirik ke arah Mia membuat Mia kelabakan tidak menyangka Rocky akan mempermalukan nya.
"Nona apakah Nona akan memesan meja? " Tanya pelayan itu.
Saat Mia pergi pelayan itu juga bergegas menunduk dan meninggalkan Rocky dan Aleena.
"Om kau sangat kejam, membuat wanita cantik menanggung malu" Ucap Aleena.
"Di mana? aku tidak melihat wanita cantik selain dirimu" Ucapan merayu Rocky itu benar-benar mampu membuat Aleena salah tingkah sendiri mendengar nya.
"Ap.apa yang kau katakan om, dari mana kau belajar kata manis seperti itu" Aleena benar-benar tersipu di buatnya.
"Itu bukan kata manis, itu adalah kenyataan nya."
Aleena tidak mampu lagi membendung rasa malu dan bahagianya itu dia langsung makan dan tidak mau menanggapi om tersayang nya yang dalam mode merayu itu.
__ADS_1
Aleena langsung makan daging yang sudah dia tunggu tunggu "Pelan-pelan makannya kau ini apakah pipi juga bisa makan" Rocky mengambil tisu dan mengusap pipi Aleena yang belepotan itu.
Aleena merasa Rocky semakin membuat jantungnya tidak bisa terkontrol dia semakin jatuh dan jatuh lebih dalam pada Rocky.
Setelah sesi makan yang banyak mengandung keromantisan itu selesai merka kembali dan masuk ke dalam mobil.
Aleena terdiam sejenak setelah menggunakan sabuk pengaman, Rocky melihat kegelisahan di dalam diri Aleena.
"Ada apa? " Tanya Rocky kepada Aleena.
"Om, apa kau merasa curiga dengan Kak Mia? kenapa ekspresi nya begitu terkejut melihat ku" Ucapan Aleena itu sama persia dengan apa yang ada di pikiran Rocky.
"Curiga saja tidak cukup, Aleena serahkan semuanya padaku aku akan menyelidiki masalah ini dengan jelas" Ucapan Rocky itu sedikit membuat Aleena tidak senang
"Apakah om begitu percaya dengan sahabat Silvia itu" Ucap Aleena yang seperti nya dalam mode membuat masalah untuk hatinya sendiri, cemburu tak beralasan.
Rocky terlihat tersenyum dia lagi-lagi jatuh cinta dengan sifat Aleena bahkan sifatnya yang cemburu tidak jelas seperti ini "Apakah kau cemburu sendiri? Aleena aku sudah membuang masa lalu ku, tidak ada wanita yang aku percaya selain dirimu" Rocky mendekat dan mencium kening Aleena dan duduk kembali "Aku juga merasa curiga karena dia sampai berteriak seperti itu melihat mu, tapi aku akan mengurusnya semua orang patut di curigai namun jangan sampai musuh merasa kita sedang curiga apa kau mengerti"
"Aku mengerti" Ucap Aleena yang tidak jadi marah karena perlakuan Rocky dan kecupan singkat itu.
Rocky kemudian mengemudikan mobilnya, bukan ke arah apartemen nya membuat Aleena mengernyitkan dahinya "Kita mau kemana om? apa ke rumah sakit? "
"Tidak" Ucap Rocky.
"Lalu kita akan kemana? " Tanya Aleena penasaran.
"Kau akan tau nanti"
"Cepat beritahu om, aku ingin tau" Aleena sering tidak bisa menebak arah pikiran orang yang dia cintai itu.
__ADS_1
"Kau akan senang melihat nya" Jawaban Rocky itu begitu ambigu di telinga Aleena, membuat Aleena terlihat berfikir keras kemana Rocky akan membawanya.
Rocky melirik sekilas ke arah Aleena, Aleena yang sedang berkonsentrasi itu juga sangat imut di mana Rocky.