Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 101


__ADS_3

"Jangan keras kepala Aleena, aku tidak mengizinkan mu pergi" Ucap Rocky.


"Kalau begitu ayo kita pergi bersama dan membantu kak Letty" Ucap Aleena sembari menggenggam tangan Rocky "Aku percaya om Rocky ku tidak akan bersikap begitu dingin pada teman-teman nya" Ucap lirih Aleena


"Hah, keras kepalamu mengingatkan ku pada kakakmu itu" Ucap Rocky sembari mengusap kepala Aleena.


"Jika aku tidak keras kepala apakah om akan membantu" Aleena menggembungkan pipinya.


"Baiklah aku memang tidak bisa menang dari mu" Ucap Rocky pasrah, dia tidak mungkin akan membiarkan Aleena menghadapi orang yang mengancam Letty itu sendiri, apa lagi tindakan ekstrim yang di lakukan nya pada Letty terakhir kali.


"Yeey om Rocky sudah setuju" Ucap Aleena dengan wajah penuh kegembiraan membuat semua orang ikut senang.


"Terimakasih Rocky" Ucap Letty dan Natan bersamaan membuat ketiga orang yang di sana sama-sama curiga kalau keduanya sebenarnya memiliki perasaan yang sama.


"Kenapa kau berterimakasih kak Natan? " Goda Aleena yang ingin tau apa jawaban dari Natan.


"Ak.. aku hanya berterimakasih saja, bagaimanapun aku yang mengusulkan untuk minta bantuan pada Rocky" Ucap Natan keceplosan, jawaban Natan itu mendapatkan kepalan tangan dari Rocky, yang akhirnya tau di balik rencana siapa ini semua.


"Oh jadi kau dalangnya" Ucap Rocky yang seakan ingin menghancurkan Natan.


"Ayolah Rocky lupakan ini rencana siapa kau juga sudah setuju" Ucap Natan yang membuat gerakan maaf dengan tangannya.


"Sudahlah om, lebih baik kita membuat rencana untuk besok malam" Ucap Aleena.


"Aleena kita membutuhkan orang lagi, dengan 5 orang ini kita tidak akan menang, apa lagi ketiga orang ini hanya beban" Ucap Rocky savage.


"Maaf saja kalau kami beban" Ucap Natan.


"Kau laki-laki seharusnya kau tidak menjadi beban apa kau tidak malu" Rocky mengejek Natan.


"Maaf saja, aku terlahir bukan untuk bertarung aku juga hanya seorang pelayan untuk apa belajar beladiri" Ucap Natan.


"Om aku ada rencana kita minta bantuan kak alister bagaimana? " Tanya Aleena.


"Bukan pilihan buruk di antara kita yang membawa bawahan nya hanya dia" Ucapan Rocky tak singkron dengan wajahnya seperti nya dia tidak Terima alister ikut campur atau dia takut alister akan mengakui Aleena sebagai tunangan nya lagi.

__ADS_1


"Om apa kau masih marah pada kak alister" Tanya Aleena.


"Tentu saja aku belum memberikan perhitungan dengannya" Rocky memainkan jarinya dan menjadi kepalan keras.


"Hmm ayolah om, lupakan sebentar masalah itu" Rocky hanya diam tidak menjawab. dia masih kesal pada alister yang mengakui Aleena sebagai tunangan nya meskipun Rocky tau itu semua rencana dari Arion tapi tetap saja Rocky kesal pada alister.


"Terserah" Rocky tidak akan diakumulasi. begitu saja dia pasti akan menunggu waktu yang tepat untuk membalas alister yang membuatnya kesal.


"Jadi bagaimana dengan rencananya? " Tanya Natan yang sudah mulai pusing dengan cekcok yang terlihat romantis itu.


Mereka dengan serius membuat rencana, Aleena juga sudah menghubungi alister untuk minta bantuan anak buahnya untuk besok malam.


Mereka berdiskusi sampai malam telah tiba, semua perut telah berbunyi bersamaan, membuat mereka berempat saling lirik dan menyisakan si bartender dingin yang stay cool padahal perutnya juga sudah mulai protes.


"Hahaha seperti nya kita semua kelaparan, bagaimana jika aku membuat makanan untuk kita semua" Ucap Aleena yang mulai berdiri


"Ak.. aku akan membantu, meski tidak banyak" Ucap Letty menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bagaimanapun Letty tidak sering ke dapur dia lebih sering makan di luar, namun dia tidak enak bila hanya diam saja tidak membantu.


"Aku juga akan membantu, aku juga tidak buruk dalam memasak" Ucap Disa.


"Baiklah kita masak sekarang" Ucap Aleena bersemangat, dia senang bisa memasak dengan orang lain, mengingatkan dia pada kenangan nya memasak bersama para kakak iparnya.


"Rocky aku tidak punya bayangan orang lain selain kau, aku tidak mau bos Letty datang ke sana sendirian" Ucap Natan.


"Kau seperti nya sangat perduli padanya, kenapa tidak membiarkan papanya yang kaya itu mengurusnya" Ucap Rocky dingin.


"Dia akan menikah jika aku menyerahkan pada papanya"


"Lalu kalau dia menikah apa urusan nya denganmu? " Pertanyaan Rocky itu menjebak untuk Natan mengakui perasaan nya.


"Tidak tau, jangan membuatku pusing! " Natan menelungkup-kan kepalanya.


"Hmm, kau seperti ini jangan menyesal jika dia pergi" Ucap Rocky yang melihat kebingungan Natan seperti kebingungan dirinya sendiri di masa itu dan hampir saja kehilangan Aleena, jadi Rocky memperingati Natan sebelum Natan benar-benar kehilangan Letty.


Natan hanya diam tidak tau apa yang sedang dipa pikirkan semuanya seakan masuk bersamaan membuat kepalanya seakan meledak.

__ADS_1


Rocky melihat Natan yang kebingungan akhirnya hanya diam dan melihat layar handphone nya, dia sedikit menyeringai setelah ada satu pesan masuk di handphone nya.


Sedangkan di dapur, Letty berusaha mengupas kentang yang menurutnya sangat susah "Kak Letty kau harus memegangnya seperti ni lalu tarik seperti ini alatnya, nah mudah bukan" Ucap Aleena.


"Ah seperti itu" Ucap Letty yang mengikuti cara yang di ajarkan Aleena.


Disa Letty dan Aleena memasak dengan penuh suka cita, mereka bekerja keras untuk menghabiskan bahan makanan di kulkas Rocky dan menjadikannya makan malam yang begitu megah.


"Yey sudah selesai" Ucap Aleena di ikuti anggukan dari Disa dan Letty.


"Baiklah kalian berdua kemari ayo makan" Ucap Disa yang berjalan menghampiri Rocky dan Natan yang masih menyembunyikan wajahnya "Ada apa dengan dia? " Tanya Disa pada Rocky


Rocky mengangkat bahunya dan kemudian berjalan pergi tanpa mengatakan apapun.


"La dia pergi, Natan kau sakit? " Tanya Disa menepuk pundak Natan.


"Tidak, aku ok" Natan langsung berdiri dan berjalan mengikuti Rocky.


"Ada apa dengannya, kena mental-kah bicara dengan Rocky" Ucap Disa yang ikut mengangkat bahunya dan mengikuti Rocky dan Natan berjalan ke dapur.


Semua orang sudah berkumpul, Rocky dan Natan bersamaan menggelengkan kepalanya "Kalian ingin memberi makan anak satu desa kah? " Ucap Natan yang heran dengan meja yang hampir tak tersisa tempat lagi.


"Hehe kami keasikan" Jawab Aleena dengan senyum manisnya membuat Rocky tidak ingin protes lagi dan duduk menikmati setiap hidangan yang Aleena buat.


'Dia tidak jadi protes, Rocky yang seperti ini terlihat lebih manusiawi' Ucap Natan dalam hati.


Mereka semua makan malam dengan lahap, setelah selesai makan para wanita kembali membereskan meja "Oh iya om, malam ini mereka semua akan menginap di sini" Ucap Aleena pada Rocky yang membuat Rocky tersedak air minumnya "Om pelan-pelan minumnya" Ucap Aleena yang menepuk pelan punggung atas Rocky.


"Tidak, mereka tidak boleh menginap" Ucap Rocky yang tidak mau di ganggu lagi dia ingin berduaan dengan Aleena, bagaimanapun ini hari di mana mereka resmi bersama.


"Ayolah om, ini sudah malam nyawa kak Letty terancam sedangkan kak Natan dan kak Disa tidak bisa beladiri, tunggu malam ini om Rocky ajari sedikit beladiri kak Natan bagaimana? " Ucapan Aleena itu semakin membuat Rocky tidak mau.


"Tidak" Jawab singkat Rocky.


"Ayolah Om, bantu kak Natan ya"

__ADS_1


"Tidak"


Aleena memegang pipi Rocky "Bantu ya aku akan memberimu hadiah om" Aleena mengedipkan satu matanya, Jantung Rocky seakan mau meledak setelah mendapat godaan Aleena itu "Mau ya om"


__ADS_2