Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 180


__ADS_3

Natan berusaha sangat keras dia menjalani banyak latihan yang di berikan Kenzo pagi ini, membuat Natan bermandikan keringat dia menyesal karena harus mandi pagi 'Harusnya aku tidak mandi tadi' Ucap Natan dalam hati.


Natan yang membaringkan tubuhnya di lantai itu kemudian bangun karena Kenzo duduk di sampingnya dan memberikan air mineral botol untuk nya "Apa kau lelah" Tanya Kenzo dengan wajah yang tidak menunjukan ekspresi apapun.


Natan langsung terduduk dan tersenyum kaku "Maaf tuan tubuhku belum terbiasa jadi saya terlihat kelelahan" Ucap Natan sopan.


"Tidak perlu terlalu formal, aku hanya bertanya saja" Ucap Kenzo.


"Maaf tuan"


"Kau tidak perlu minta maaf, Alister menemukan orang yang menarik" Ucap Kenzo menepuk bahu Natan membuat Natan sedikit bingung dengan ucapan Kenzo.


"Maksudnya bagaimana tuan? " Tanya Natan polos yang karena tidak mengerti tentu dia bertanya.


"Sudahlah kau segera mandi dan kembali untuk sarapan" Ucap Kenzo yang beranjak dari tempatnya duduk dan pergi meninggalkan Natan, Natan menatap punggung laki-laki paruh baya itu yang membuatnya berandai-andai jika ayahnya adalah Kenzo dan bukan ayah penjudi dan penelantar anak dan istri Natan pasti akan bahagia hidupnya sekarang.


"Apa yang kau lihat Natan" Tanya paman Robby.


"Tidak ada paman, hanya saja tuan Kenzo adalah sosok ayah yang baik tuan Alister sangat beruntung memiliki ayah seperti tuan Kenzo"


"Apa kau iri? " Tanya paman Robby.


"Iri?, tidak sama sekali bagaimana ayah ku dia tetap ayahku tak perduli seberapa buruknya aku hanya mengagumi tuan Kenzo saja" Ucap Natan menatap Robby dengan senyum Robby melihat apa yang Natan ucapkan bukankah hal dusta membuat Robby yang tadi sedikit khawatir tentang sifat Natan seketika sirna dengan rasa kagum dengan pemuda yang ada di depannya memiliki jiwa yang besar untuk bersyukur dan menerima apa yang dia miliki.


"Baiklah berhenti mengobrol di sini cepat mandi nyonya pasti sudah menunggu untuk sarapan bersama" Ucap Robby mengakhiri pembicaraan itu.


"Baik paman, besok pagi lebih baik aku tidak mandi dulu seperti hari ini" Ucap Natan di akhiri dengan gelak tawa membuat Robby juga ikut tertawa kecil.

__ADS_1


****


Rocky dan Aleena masih ada di taman dengan memakan roti bakar yang Aleena buatkan.


"Aleena ah kalian disini, apa kalian sudah sarapan? " Tanya Olivia.


"Hmm iya kak" Ucap Aleena.


"Apakah masih bisa sarapan bersama kak Dion dan kak Rafael sudah tiba mereka sedang mandi dan akan sarapan bersama" Ucap Olivia.


"Mereka di sini tentu kami masih bisa makan lagi ya kan om" Ucap Aleena.


"Tidak, bukankah kita akan pergi" Ucap Rocky yang tidak mau momen berduaan dengan Aleena berkurang.


"Kita bisa pergi nanti bukan, ayolah ayo" Ucap Aleena yang bangkit dan mencoba menarik Rocky.


"Hahaha kalian lanjutkan saja bagaimana keputusan nya aku akan kembali ke kamar dulu ok" Ucap Olivia yang ingat suaminya masih mandi setelah mandi tentu saja dia harus melayani penguasa sombong itu.


"Ya kakak hanya menambahkan sedikit menu sisanya menu sarapan papa tadi pagi kakak sudah menghangatkannya lagi" Ucap Olivia.


"Baiklah kakak pergilah nanti jika tidak ada di kamar setelah penguasa sombong itu mandi bisa habis kak Olivia hahaha" Ledek Aleena.


Olivia akhirnya pergi sedangkan Aleena masih berusaha menarik Rocky untuk meninggalkan tempat duduknya "Om ayo kita sarapan bersama bukankah sudah lama tidak sarapan dengan kak Dion" Aleena tetap menarik tangan Rocky.


Namun Rocky kali ini tidak diam saja dia menarik balik Aleena sampai terjatuh di pangkuannya "Aku juga sudah lama tidak sarapan bibirmu yang manis" Bisik Rocky membuat Aleena bergidik ngeri.


"A.. apa yang kau katakan om" Ucap Aleena gugup dengan wajah yang sudah merah Aleena berusaha untuk bangkit dari pangkuan Rocky namun Rocky masih menahannya dengan kuat.

__ADS_1


"A-ku su-dah la-ma ti-dak mem-ma-kan nya" Ucap Rocky yang membuat Aleena menatapnya dan dia mengusap bibir mungil Aleena membuat Aleena tidak bisa mengontrol jantung nya karena bisikan Rocky yang memotong-motong perkataan nya.


Tanpa basa-basi kedua bibir sudah saling bersilaturahmi dua selai bercampur menjadi satu, Aleena tak dapat menahan desiran nikmat hangat di pagi hari begitupun juga Rocky keduanya menutup matanya merasakan tubuh mereka mulai terasa panas meski cuaca masih dingin bahkan embun belum semuanya menetes.


Mereka berciuman sangat lama bahkan tanpa melepaskan ciuman mereka Aleena kini sudah menghadap ke arah Rocky ciuman mereka semakin intens membuat gesekan tubuhnya membuat tubuh mereka semakin panas sampai pikiran mereka ikut memanas tangan Rocky tak berhenti mengusap punggung Aleena bahkan sesuatu di bawah sana mulai terhimpit.


sampai akhirnya suara Arion yang memanggil Aleena menyadarkan keduanya yang hampir di buai dinginnya pagi dan kenikmatan dua selain yang terasa di mulut.


"Aleena apa kalian masih di taman, bantu kakakmu sana" Suara Arion semakin mendekat Aleena segera turun dari pangkuan Rocky.


"Kak Arion memanggil ku a.. aku akan ke sana dulu om" Ucap Aleena gugup dan segera pergi meninggalkan Rocky menuju kakaknya "Aku datang huh" Ucap Aleena yang segera berlari kecil menuju kakaknya 'Apa yang aku pikirkan tadi apakah tadi ah Aleena pagi-pagi kenapa kau sangat mesum' Ucap Aleena dalam hati yang merasa ada sesuatu yang keras tadi saat di pangkuan Rocky.


Sedangkan Rocky menepuk jidatnya mengusap kasar wajahnya "Apa yang kau lakukan Rocky apakah sangat sulit untuk menahannya kenapa kau sekarang mudah sekali tergoda hah" Ucap Rocky yang kembali marah dengan sesuatu yang bangun tanpa dia minta.


Rocky tidak langsung mengikuti Aleena dia butuh waktu untuk mendinginkan pikirannya agar sesuatu di sana tenang. "Rocky tenanglah huh tenang tenang" Ucap Rocky untuk dirinya sendiri.


Rocky dan Rocky junior akhirnya tenang dan akhirnya Rocky kembali masuk menuju ruang makan dan melihat Rafael dan Dion juga Arion duduk di ruang makan tersebut. "Kalian tidak langsung pulang, kenapa harus kemari"


"Hei ayolah jangan bicara begitu kami kesini tentu saja sudah melalui kesepakatan besar"


"Hah kesepakatan apa? " Tanya Rocky penasaran


"Kesepakatan dengan tuan penguasa sombong ini, jika kami datang untuk memberimu kejutan kami akan di sambut hangat di keluarga Aditama bukankah kesepakatan yang bagus" Ucap Dion yang membuat Arion mencoba menghindari pandangannya dari Rocky


"Benarkah jadi kalian semua datang dan memberikan kejutan kepadaku adalah ide tuan penguasa sombong ini? " Tanya Rocky yang menatap Arion yang masih membuang pandangannya dari Rocky.


"Hah! apa yang kau katakan aku tidak mungkin memikirkan hal sepele seperti ini" Ucap Arion mengelak.

__ADS_1


"Selain sombong sifat tsundere mu ini tidak bisa hilang ya" Sindir Rocky.


"Hah siapa yang tsundere" Ucap Arion mengelak.


__ADS_2