
"Ap.. apa yang kau lakukan di sini om? " Tanya Aleena.
"Tentu saja ingin mengambil hadiah dari kerja keras ku" Ucapan Rocky itu membuat Aleena kesulitan menelan ludahnya.
Aleena menggelengkan kepalanya "Tidak, jangan disini " Ucap Aleena yang tidak mau membangunkan Letty dan Disa.
"Baiklah kita bisa pindah tempat" Ucap Rocky sembari menyeringai. Aleena terkejut karena Rocky langsung menggendong nya.
"Tu.. turunkan aku om" Alhena mencoba memberontak.
"Jangan bergerak atau kan ingin membangunkan mereka dan yang lainnya" Ucapan dan lainnya itu membuat Aleena menggelengkan kepalanya dan menutup rapat mulutnya "Gadis pintar" Rocky tersenyum penuh kemenangan.
Rocky membawa Aleena keluar dari kamarnya dengan hati-hati tanpa membangunkan yang lain, Disaat sedikit terbangun karena suara menutup pintu namun dia hanya bangun sebentar dan tidur kembali tanpa memastikan apa yang terjadi.
"Kau om benar-benar" Ucap Aleena yang kesal karena Rocky menutup pintu dengan kasar karena dia tidak mau menurunkan Aleena jadi dengan susah payah menutup pintu alhasil suaranya terdengar keras.
"Siapa suruh kau berjanji padaku, mana hadiah ku" Ucap Rocky yang menurunkan Aleena dengan pelan di sofa empuk itu.
"Ha.. hadiah? ak.. aku belum membelikan nya jadi besok saja ya" Ucap Aleena yang ingin bangun dan kabur namun usahanya sia-sia Rocky dengan cepat menghentikan Aleena dan membaringkan nya lagi di sofa.
"Mau kemana? membeli? aku tidak mau barang yang di beli, aku bisa membelinya sendiri" Ucap Rocky menyeringai.
"Lalu kalau tidak di beli, apa om mau barang bekas? " Pertanyaan Aleena itu membuat Rocky begitu gemas dan menggigit pipinya.
__ADS_1
"Apa aku ini terlihat pantas untuk barang bekas?, aku ingin barang baru yang belum di buka segel nya" Bisik Rocky yang membuat Aleena membulatkan matanya dan berusaha mendorong Rocky yang berada di atasnya.
"Tu.. tunggu dulu om apa yang kau pikirkan? ki.. kita belum menikah ma.. mana boleh" Ucap Aleena gugup wajahnya memerah seperti tomat yang siap panen.
Rocky tertawa dan menatap Aleena "Hei gadis nakal apa yang kau pikirkan? kau tidak memikirkan hal mesum bukan"
"Huh pergi! kau yang mesum kau dan anak buah mu yang mesum" Aleena mendorong dorong tubuh Rocky, namun Rocky tentu saja tidak mau pergi dan tetap dalam posisi siap menyergap Aleena.
"Kau yang mengatakan aku mesum, bagaimana jika aku menunjukkan ke mesuman ku " Ucap Rocky yang suara terdengar sangat menggoda di telinga Aleena.
"Tidak-tidak perl-" Aleena tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena Rocky sudah melahap habis bibir Aleena dan membuat Aleena terbuai dalam kelembutan dan kenikmatan yang seakan menjalar ke seluruh tubuh.
Aleena berusaha mengimbangi permainan yang Rocky buat sehingga Aleena hampir saja kehilangan nafas, lidah yang saling berpegangan itu mulai terlepas, Rocky melepaskan ciumannya.. hosh.. hosh.. suara nafas mereka yang terdengar terengah-engah meski begitu Rocky tidak mau sekali melakukannya, Rocky kembali melahap habis bibir mungil Aleena dan Aleena juga tidak dapat menolak itu. hawa dingin angin malam seakan menambah kenikmatan dan kehangatan malam ini, Rocky semakin menggila saat gesekan benda kenyal mengenai dada bidangnya Rocky bermain semakin panas.
Rocky selesai memberikan tanda dan melihat wajah Aleena yang memerah begitu membuatnya bergair*h "Oh **** " Ucapnya yang tidak bisa menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya Rocky kembali menikmati bibir manis Aleena lagi dan lagi seakan Rocky sudah kecanduan dengan rasa bibir Aleena.
Tangan Rocky pun tidak bisa untuk tidak bergerak dia benar-benar sudah terbawa arus sampai tangannya ingin menelusup kebawah namun dia menahannya dan melepaskan ciumannya dari Aleena "om? " Aleena menatap Rocky.
"Belum saatnya, aku sudah membuka segel pertama dan kedua yang terakhir aku simpan untuk malam pertama" Rocky mengecup kening Aleena "Terimakasih hadiahnya" Ucapan Rocky itu membuat Aleena tersipu malu wajahnya memerah "Kau sangat imut" Ucap Rocky yang membaringkan tubuhnya di samping Aleena membuat Aleena kesempitan.
"Sempit om" Suara Aleena yang sedikit serak karena permainan nya tadi membuatnya tidak bisa menahan sesuatu yang hampir berdiri tegak.
"Syut diam, jangan bicara dan bergerak atau aku tidak bisa menjamin apa yang terjadi" Ucapan Rocky itu membuat Aleena sadar ada sesuatu yang keras seakan mendorong nya. Sebagai mahasiswa kedokteran dia tentu mengerti tentang alat reproduksi.
__ADS_1
Aleena segera mematung tidak bergerak bahkan dia tidak bisa menelan ludahnya sendiri karena pikiran nya saat ini benar-benar kacau.
Rocky hanya bisa memeluk Aleena dan berusaha menenangkan dirinya, Rocky menutup matanya dan mulai tertidur Aleena pun sama dia menutup matanya dan tertidur, bahkan tempat sempit tidak menghalangi kedua sejoli yang sedang jatuh cinta untuk tidur bersama dalam artian benar-benar tertidur.
pagi menyapa Disa dan letty terlihat kebingungan karena Aleena tidak ada di tempatnya, begitupun dengan Natan yang tidak melihat Rocky "Kemana dia? sudah bangunkah sepagi ini? " ucap Natan dalam hati.
Letty dan Disa memilih mencuci muka dan mencari Aleena dalam pikiran mereka Aleena mungkin sudah pergi ke dapur dan memasak.
Natan pun sama halnya dia memilih mencuci mukanya dan bersiap untuk keluar dari kamar Rocky.
Aleena bangun dan ingin menggerakkan badannya namun badannya terasa berat dia tidak bisa bergerak, Aleena kemudian mengerjapkan matanya dan melihat di depannya ada wajah tampan yang sedang terlelap membuat Aleena terkejut dia baru ingat apa yang terjadi semalam dan mereka berakhir tidur bersama "Akhhhh hhh" Aleena berteriak setelah mengingat semunya membuat Rocky terbangun dan tanpa sadar memiringkan tubuhnya ke sisi lain dan membuat dia jatuh dengan menarik Aleena kini Aleena berada di atas Rocky, "Ma.. maaf" Aleena ingin bangun namun di tahan oleh Rocky.
"Kau mau kemana sa.. yang" goda Rocky
"Sa.. sayang apa yang kau katakan om " Wajah Aleena seketika merah karena salah tingkah.
"Apa aku tidak boleh memanggilmu sayang? " Ucapan Rocky suara khas bangun tidur benar-benar membuat Aleena tergoda dan tanpa sadar dia mengangguk. "Sa.. yang" Goda Rocky lagi
Dag.. dig.. dug... jantung Aleena tidak dalam. keadaan baik-baik saja, sebelum Aleena sadar Rocky memanfaatkan keadaan Rocky mencium bibir Aleena membuat Aleena membulatkan matanya, ciuman itu tak berlangsung lama namun sangat intens "Terimakasih ciuman selamat pagi nya" ucap Rocky.
"Om kau benar-benar mesum! " Ucap Aleena sembari bangun dari posisi nya dan Aleena baru sadar kejadian tadi di lihat oleh tiga pasang mata secara live.
"Huh benar-benar membuat iri" Ucap Natan yang mendapat tatapan mata dari semua orang, Aleena berlari masuk kamar wajahnya kini benar-benar merah.
__ADS_1
'Dasar om Rocky mesum' Gerutu Aleena dalam hati.