
Namun anehnya ciuman Rocky yang intens itu mampu membuat rasa yang begitu nyaman pada diri Aleena 'Aleena kau benar-benar sudah gila, bagaimana kau bisa semesum ini' Ucap Aleena dalam hati
Mereka melanjutkan ciuman cukup lama bahkan tangan Rocky sudah bergerilya menyusuri bukit lembut nan indah.
Namun semua itu terhenti saat Aleena hampir kehilangan nafasnya karena ciuman Rocky yang begitu intens membuat Aleena kesulitan bernafas.
Rocky melepaskan ciuman mereka namun mata keduanya masih memerah tidak ingin mengakhirinya,hawa panas yang menggoda di sekeliling mereka begitu kuat sehingga mereka meneruskan ciuman mereka,sampai suara dering HP Rocky memecahkan suasana intens itu.
Awalnya Rocky mengabaikan teleponnya namun karena handphonenya terus berbunyi alhasil Rocky harus menyudahi ciumannya dengan Aleena.
Rocky melihat nama di layar handphone nya. "Sayang kau bersiap-siaplah aku akan menunggu mu"
Aleena tersenyum dan mengangguk kecil Rocky mengecup kening Aleena sebelum meninggalkan kamarnya.
Rocky mengangkat teleponnya dan sedikit kesal karena orang yang menelepon telah mengganggunya "Ada apa menelepon ku" Tanya Rocky.
"Kau serius Rocky tentang keputusan mu"
"Ya aku serius,aku akan pergi dengan Natan hari ini" Ucap Rocky.
"Itu tidak masalah tapi tentang mencarikan rumah, apa tidak terlalu berlebihan kau bisa tinggal dengan paman bukan "
"Alister apa kau tidak mau membantuku" ya orang yang sedang berbicara dengan Rocky adalah alister.
"Bukan begitu tapi aku pikir itu tidak akan berguna" Jelas Alister.
"Berguna atau tidak kau hanya perlu membantu"
"Baiklah aku mengerti aku akan membantumu"
Mereka berbincang cukup lama sampai akhirnya Rocky mematikan teleponnya dan bersiap untuk pergi ke bandara.
__ADS_1
Aleena dan Rocky sudah bersiap begitupun dengan Arion yang sudah selesai dengan semua barang miliknya.
Rocky melihat ke arah Arion "Apa kau akan ikut pulang bukankah kau bilang masih ingin mengembangkan bisnis mu di sini" Ucap Rocky
"Itu adalah hal mudah aku akan melakukan nya lain waktu" Ucap Arion tentu saja dengan nada yang begitu sombong.
"Kak apa kau akan pulang dengan pesawat pribadi mu" Tanya Aleena yang tau Rocky tanya membeli dua tiket untuk mereka.
"Tidak aku akan duduk satu pesawat dengan mu"
"Bagaimana mungkin? " Ucap Rocky.
"Ha apa kau lupa siapa aku, hal seperti ini sangat mudah untuk tuan Arion baskoro aditama" Ucap Arion dengan wajah dan nada yang begitu menyombongkan kekuasaannya.
"Baiklah terserah kau saja, asal jangan jadi pengganggu " Rocky merangkul Aleena dan berjalan meninggalkan Arion dengan satu tangan menarik kopernya sendiri
"Om koper ku" Ucap Aleena
"Cih! berani sekali kau menyuruhku apa kau ingin aku tidak merestui mu" Ucapan Arion dengan wajah datarnya mampu membuat Rocky melepaskan rangkulan nya terhadap Aleena dan kemudian mengambil koper milik Aleena.
"Ck! beraninya mengancam" Gerutu Rocky.
"Aku tidak mengancam, aku sangat serius jika kau tidak bersikap baik padaku aku tentu tidak akan berada di pihak mu" Ucap Arion yang berjalan mendekati adiknya dan merangkul adiknya berjalan lebih dulu meninggalkan Rocky dengan dua koper di tangannya.
Sesuai permintaan Rocky alister telah menyiapkan mobil untuk mengantarkan mereka krn Bandara.
****
Natan, Letty dan disa juga sudah bergerak menuju ke bandara untuk mengantarkan kepergian Natan.
Sepanjang jalan Disa menghela nafasnya "Bisakah kalian tidak bermesraan di depan ku" Ucap Disa yang melihat Natan yang tidur di pangkuan Letty.
__ADS_1
"Kau salah kami bermesraan di belakang mu bukan di depanmu" Bantah Natan yang memang benar adanya.
"Yang aku maksud begitu, ah sudahlah kalian berdua memang tega denganku" Ucap Disa memajukan bibirnya yang bisa saja di kuncir.
"Sayang, duduklah kasian disa sudah menjadi supir kita malah bermesraan "
"Letty aku ragu kau sedang membela ku" Ucap Disa yang merasa dirinya benar-benar menjadi supir karena dia duduk di depan sendiri sedangkan Letty dan Natan berada di kursi belakang.
"Disa sebaiknya kau cari pacar agar jiwa jomblo mu tidak membebani kami" Sindir Natan.
"Diam kau Natan, baru punya pacar saja belagu lihat aku akan membuat Letty meninggalkan mu nanti jika kau macam-macam" Ucap Disa mengancam
"Berani kau melakukan itu, lihat apa yang akan aku lakukan" Ucap Natan kesal.
"Sayang Disa hanya bercanda jangan di masukan ke hati, lagi pula jika benar disa melakukan itu kau jangan khawatir karena seberapa besar disa mencoba aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apa kau tidak ingat janji kita"
Natan bangun dari pangkuan Letty dan menatap Letty "Tentu saja aku selalu ingat" Natan tersenyum dan menyentuh lembut pipi Letty.
"Bisakah kalian berhenti, ini benar-benar memuakkan" Ucap Disa
"Disa tapi ucapan Natan ada benarnya kau sebaiknya mencari kekasih sekarang"
"Aku tidak kepikiran "
"Disa aku tau kau selalu mengutamakan semuanya tentang ku tapi kau juga harus berfikir tentang kehidupan mu mulai sekarang"
"Biar aku pikirkan, lagi pula tidak ada laki-laki yang sedang dekat dengan ku untuk mencari kekasih seperti nya perlu waktu lama"
"Tidak perlu waktu lama, aku punya laki-laki yang pantas untuk mu" Ucap Natan dengan melihat ke arah Disa dan Letty.
Letty menatap kekasihnya itu, begitupun dengan Disa yang juga melirik Natan dari kaca "Siapa? " Ucap Disa dengan wajah yang terlihat sangat penasaran. "Kau jangan bercanda lagi Natan"
__ADS_1