
"Mia, ini semua? " Tanya Silvia saat terkejut melihat meja kamar Mia.
"Ka.. kau salah paham Silvia, aku ingin membantumu mencuci foto tuan Rocky, apa kau menyukainya? " Ucap Mia tersenyum. dan merapikan foto-foto yang ada di meja Mia itu.
"Hmm, benarkah? Mia aku dan tuan Rocky tidak ada hubungan apapun, jadi jika kau menyukainya aku juga tidak keberatan, toh aku bukan siapa-siapa nya" Ucap Silvia pada Mia, Silvia memang sangat menyukai Rocky namun Silvia tidak ingin bertindak egois selama dia belum benar-benar menjadi kekasihnya dia tidak bisa melarang orang untuk menyukainya.
"Ap.. apa yang kau katakan Silvia, ak.. aku tidak mungkin menyukai orang yang kau sukai, kitakan sahabat, in.. ini semua aku persiapkan untuk mu, hanya saja aku sedang memilih mana yang jelas dan tidak jelas" Ucap Mia sembari memberikan foto-foto Rocky kepada Silvia.
Silvia hanya menghela nafas dan memeluk sahabat nya itu "Terimakasih Mia, kau selalu baik padaku, tapi jangan memendam rasa mu jika kau menyukainya katakan saja, kita bisa bersaing secara adil" Ucap Silvia.
"Bagaimana mungkin orang yang di respon tuan Rocky hanya kau, kau adalah orang spesial untuk nya jangan khawatir, dia pasti akan jadi milikmu" Mia memperlihatkan senyuman terhangat nya dan memeluk sahabatnya itu.
'Kenapa aku merasa aneh dengan sikap Mia, semoga ini hanya perasaan ku saja' Ucap Silvia dalam hati.
****
Erlan ingin menyusul kepergian Aleena dan Rocky, baru saja Erlan berdiri dari tempat duduknya "Aku sarankan kau tidak mengejar Rocky saat ini" Ucap Alister kepada Erlan.
"Kenapa? apa kau tidak lihat dia terlihat sangat marah apa kau tidak khawatir tuan Rocky itu akan menyakiti nya, bukankah kau tunangannya!" Ucap Erlan.
"Dia tidak akan menyakiti Aleena, malah sebaliknya dia akan menghancurkan mu jika kau mengganggunya" Ucap Alister "Tentang pertunangan semuanya hanya settingan, aku tidak pernah mencintai Aleena, karena cinta aleena hanya untuk Rocky"
"Cinta? cinta bisa hilang seiring berjalannya waktu" Ucap Erlan.
Alister menyeringai "Kau salah, Aleena tumbuh sejak kecil hanya untuk mencintai rocky , lebih baik kau berhenti mengejarnya untuk kebaikan mu,kau juga pasti sudah menyelidiki siapa Rocky bukan"
__ADS_1
"Tidak banyak yang aku temukan dari kebenaran kalian semua" Ucap Erlan.
"Kau tidak perlu tau terlalu banyak, yang perlu kau tau hanya kita bergerak di bidang yang sama. Dan jangan sampai menyinggung orang yang lebih hebat darimu"
"Aku tidak merasa dia lebih hebat dariku! " Ucapan Erlan bersikukuh.
"Aku hanya memandang wajah adikmu dan memperingatkan mu" Ucapan Alister.
"Jangan membawa nama adik ku, dan ingat jangan berani kau mempermainkan nya! aku tidak akan mengizinkan ada laki-laki yang hanya ingin bermain dengan perasaan nya, aku tidak yakin bisa menahan diri, tuan Alister baru mengenalnya jadi jangan terlalu dekat dengannya atau dia akan salah paham" Ucap Erlan yang langsung pergi meninggalkan apartemen Alister itu.
"Hah! apa itu sebuah ancaman? menarik kakak beradik yang sangat menarik, dia sangat membenci ibu tirinya tapi sangat mencintai adiknya" Alister tentu tau asal usul Erlan dan Elin tidak sulit untuk nya mendapatkan semua informasi tentang kedua kakak beradik itu.
*****
Aleena berusaha menolak tapi hati dan pikiran nya sangat menikmati permainan Rocky, Aleena lagi-lagi hampir kehabisan nafas karena ciuman Rocky itu, Aleena memukul-mukul dada Rocky berharap Rocky menyukai ciuman itu, benar saja Rocky menyudahi ciuman nya dan menyeringai "Ini hukuman untuk meninggalkan ku, aku juga punya hukuman untuk tamparan mu semalam" Ucap Rocky yang akhirnya melajukan mobilnya.
"Maaf tidak akan menghilangkan kenangan tentang tamparan itu kau harus di hukum!, dan berhenti memanggil ku kak"
"Baiklah aku akan menerima hukuman nya asal hukuman nya tidak keterlaluan, dan lagi kau sendiri memanggilku sepupu bukankah hal benar jika aku memanggilmu kakak" Ucap Aleena yang sekarang terlihat marah karena teringat Rocky yang memanggilnya sepupu.
"Tidak akan keterlaluan, apa kau marah di panggil sepupu? " Rocky mulai suka dengan suasana yang semakin tidak canggung ini.
"Si.. siapa yang marah, aku tidak marah kau memang kakak sepupuku" Ucapa Aleena.
"Tidak! hentikan aku bukan kakak sepupu mu jangan memanggilku kak lagi! aku tidak menyukainya! "
__ADS_1
"Kenapa tidak suka kenyataan nya memang kau adalah kakak sepupuku cucu dari kakek justi-" Rocky menginjak remnya membuat mobil itu secara mendadak.
"Memangnya kenapa kalau sepupu" Rocky tidak tahan lagi terus menerus mendengar hubungan darah di anatara dia dan Aleena yang kenyataan nya tidak ada hubungan darah sama sekali.
"Kalau sepupu tidak boleh" Aleena tidak bisa berkata-kata lagi dia bingung ingin melanjutkan kalimat nya itu bagaimana.
"Tidak boleh apa?" Rocky menantikan jawaban Aleena.
"Tidak boleh-" Aleena terlihat sedang bingung, ekspresi Aleena itu sangat imut di mata Rocky.
"Apakah tidak boleh begini" Rocky tanpa ba-bi-bu langsung melahap habis bibir mungil itu, membuat Aleena benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran Rocky yang dengan mudah menciumnya.
Ciuman Rocky sangat lembut membuat Aleena tidak bisa untuk tidak terbuai oleh permainan Rocky, Rocky memperdalam ciuman nya Aleena tanpa sadar merespon ciuman itu, kedua lidah itu saling menari bersamaan dengan hawa panas yang mulai merasuki keduanya, tangan Rocky mulai aktif dan mulai bermain di bukit kenyal itu.
Ciuman Rocky kini beralih ke leher jenjang Aleena, dia meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana, Rocky hampir lepas kendali dia hampir membuka pakaian atas Aleena namun dia segera tersadar.
Rocky segera memundurkan dirinya, tindakan berhenti Rocky tiba-tiba itu membuat perasaan Aleena campur aduk, antara lega dan sedih, karena dia juga khawatir dua akan terbuai terlalu jauh, namun Aleena sebenarnya juga ingin berbuat jauh dengan Rocky.
"Maaf aku kelepasan" Ucapan Rocky itu membuat Aleena menyeringai.
"Sudah berbuat sejauh ini, apakah baru sadar kalau sepupu tidak boleh melakukan nya" Aleena merapikan diri nya dia terlihat marah.
"Berhenti mengatakan kata sepupu! " Ucap Rocky yang kemudian melanjutkan mobilnya lagi.
Aleena hanya diam tidak mau berdebat lagi dan berujung dengan ciuman tanpa kejelasan lagi.
__ADS_1
Akhirnya suasana menjadi diam hening seketika sampai akhirnya Rocky menghentikan mobilnya dan menyuruh Aleena untuk untuk turun, Aleena terkejut "Untuk apa kau membawaku ke sini kak? " Tanya Aleena tidak mengerti alasan Rocky membawanya ke tempat itu.
"Aku akan menghapus kata sepupu di antara kita" Ucap Rocky serius membuat Aleena tidak bisa berkata-kata lagi.