Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 134


__ADS_3

Namun saat Erlan sudah tak terlihat Alister segara bergegas masuk ke dalam ruangan Elin.


Alister masuk ke dalam ruangan Elin dan melihat Elin yang sedang terlelap. tak berapa. lama Elin terlihat gelisah dan ketakutan dalam tidurnya itu membuat Alister tidak bisa tinggal diam, Alister memegang tangan Elin, namun itu tidak bisa membuat Elin genangi dalam tidurnya dia masih terlihat gelisah dan ketakutan.


"Elin apa yang sedang kau impikan kenapa kau begitu ketakutan, apakah bayangan tentang penculikan itu? " Ucap Alister yang masih menggenggam tangan Elin dan mengusap punggung tangan Elin agar Elin bisa tenang.


Beberapa detik Elin terlihat tenang namun kegelisahan kembali menyelimuti wajah terlelap Elin itu membuat Alister berfikir sesuatu, Alister melepaskan sepatunya mulai naik ke ranjang Elin, yang tentu saja ranjangnya tidak kecil.


Alister memeluk tubuh Elin untuk menenangkan Elin dan anehnya itu berhasil Elin terlihat mulai nyaman dalam tidurnya dan tidak memperlihatkan wajah gelisah nya lagi.


Alister tersenyum saat melihat Elin sendiri yang menghadap ke arahnya dan memeluknya tentu saja Elin melakukan itu dalam keadaan tidur mungkin Elin pikir Alister adalah sebuah guling.


Alister terlihat sangat sangat senang itu terlihat sekali dari raut wajahnya, Alister akhirnya memilih untuk ikut memejamkan matanya dan tidur bersama Elin, tidur dalam. Arti benar-benar tertidur.


Disa berjalan dari ruangan Administrasi tanpa sengaja dia menabrak seseorang "Ma.. maaf saya tidak senga-" Ucapan Disa terhenti saat melihat Erlan adalah orang yang dia tabrak.


"Kau? " Ucap Erlan menunjuk ke arah Disa. "Kau ini kalau belum bisa berjalan jangan keluar dari ruangan mu! " Ucap Erlan


"Maaf aku tidak sengaja" Ucap Disa.


"Ternyata kau bisa meminta maaf juga" Ucap Erlan yang mengingat betul Disa adalah orang yang terlihat tidak mau kalah dan tidak mau mendengar pendapat orang lain, sebenarnya sifat ini hanya tebakan dari Erlan saja terhadap Disa.


"Ha? apa maksud mu, dasar aneh" Ucap Disa yang enggan meladeni Erlan.

__ADS_1


"Kau mengatai ku aneh? apa kau lupa siapa yang membawamu ke rumah saki-" Ucapan Erlan terhenti saat Disa tidak menghiraukan Erlan dan langsung saja pergi membuat Erlan terlihat kesal "Gadis ini benar-benar" Gerutu Erlan namun tidak terdengar oleh Disa.


Namun saat Disa sudah melangkah beberapa langkah dia berhenti dan berbalik "Terimakasih untuk bantuan mu, aku harap kita tidak bertemu lagi" Ucap Disa kemudian pergi begitu saja.


Disa sebenarnya sudah tau siapa yang membantunya sampai ke rumah sakit dari Natan, Natan yang menceritakan semua kejadian pada Disa karena Disa yang memintanya, Disa memang bermaksud untuk berterimakasih pada Erlan namun tidak menyangka dia malah akan di hadap akan situasi seperti itu dengan Erlan membuatnya menjadi malu dan canggung untuk berkata manis saat berterimakasih.


"Hah apa maksud nya, siapa juga yang mau bertemu dengan gadis aneh seperti mu" Gerutu Erlan lagi.


Erlan segera keluar sedangkan Disa kembali ke kamar rawat Letty karena Letty belum boleh pulang seperti dirinya.


****


Praaakkkkk terdengar barang yang di banting "Cepat kau carikan dokter terbaik untuk melakukan operasi pada anakmu yang menjadi buruk rupa itu! " Ucap papa Arkan papa dari Elin yang sedang bebicara pada istrinya


"Pa, Elin juga anakmu, kau juga ada kewajiban untuk mencarikan dokter untuk nya dia terluka juga karena kau yang memiliki banyak musuh" Ucap mama Elin yang tentu saja membela anaknya, meski Mama Elin terlihat dan terkenal matre dia masih seorang ibu yang menyayangi putri kandungnya.


"Pa Elin adalah putri kandung mu, apa kau tidak kasihan padanya dia seperti itu karena kamu! "


"Berisik! aku bisa membuang putra kandung ku kenapa tidak dengan putri ku! aku hanya mengakui dia yang menguntungkan untuk ku" Ucap Arkan tanpa rasa bersalah dan membuat mana Elin tersenyum pahit, ternyata laki-laki yang dia rebut dari kakaknya adalah laki-laki yang sangat egois dan baru kali ini Mama Elin merasa bersalah akan pernikahan nya dengan mantan suami kakaknya itu.


"Kau benar-benar egois pa" Ucap Mama Elin yang pergi meninggalkan Arkan sendiri di dalam kamar.


****

__ADS_1


Akhirnya perasaan di intimidasi kembali di rasakan Rocky setelah sekian lama dia hanya membuat ekspresi datar tanpa ketakutan di negara sekarang ini.


"Aku akan memberikan kau keponakan yang lucu" Jawaban Rocky itu membuat Aleena menatap Rocky begitupun dengan Arion melotot ke arah Rocky.


"Kau mau mati! aku bisa mengabulkan nya sekarang" Ucap Arion yang masih sama seperti dulu sangat kejam meski sifatnya sekarang terlihat seperti bisa di dekati namun ternyata savage nya tidak bisa memudar.


"Tidak, aku mau adikmu" Canda Rocky pada Arion yang membuat Arion terlihat sangat kes dan ingin memukul Rocky. sedangkan wajah Aleena tidak bisa di tutupi kini wajahnya sudah semerah tomat yang siap di panen.


"Jika kau tidak sedang terluka aku pasti tidak akan melepaskan mu! " Ucap Arion


"Hanya luka kecil aku bisa menahannya untuk mendapatkan adikmu" Jawaban Rocky benar-benar membuat Aleena malu.


"Om kak, bisakah kita kembali sekarang" Ucap Aleena yang tidak tahan jika nanti Rocky akan mengatakan kata manis lagi membuat jantung nya tidak karuan.


"Hmm sebentar masih ada orang yang akan datang" Ucap Arion membuat Aleena bertanya-tanya siapa lagi orang yang akan datang.


"Anak buah kita, tidak perlu di tunggu aku sudah menyiapkan rumah di pinggiran kota untuk mereka semua dan sebagai markas baru kita di negara ini" Ucap Rocky yang membuat Arion tertawa sinis.


Arion tidak mengatakan apa-apa dan langsung kembali berjalan ke arah kursi tunggu dan duduk


Aleena merasa bukan anak buah yang sedang Arion tunggu, dan lagi menurut Aleena hanya permintaan Rocky saja tidak akan membuat Arion mau meninggalkan Olivia, karena Aleena tau betapa sangat manjanya kakaknya itu pada kakak iparnya bahkan saat mereka sedang mesra-mesraan Arion terlihat seperti anak kecil.


"Kak sebenarnya siapa yang akan kita tunggu? " Tanya Aleena berbisik dia pikir Arion akan memberitahu nya. Namun di luar dugaan Aleena Arion sama sekali tidak ingin memberitahukan siapa yang sedang dia tunggu dan terpaksa Rocky dan Aleena tunggu juga

__ADS_1


Dalam hati Rocky dia mulai mencari jawabannya siapa orang yang akan datang, dia terpikir Leon asisten pribadi Arion sekaligus sahabat nya saat dirinya masih menjadi tuan muda mars.


Rocky menggelengkan kepalanya jika itu Leon seperti nya tidak akan membuat Ario menunggu seperti ini "Siapa yang kau tunggu? " Tanya Rocky yang tentu saja tidak mendapat jawaban dari Arion.


__ADS_2