Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 39


__ADS_3

Pandangan orang yang melihat adegan romantis itu mengatakan "Mereka berdua sangat cocok" Perkataan itu terdengar di telinga Rocky dan Aleena membuat wajah keduanya kini sudah memerah bak tomat matang.


Rocky dan Aleena akhirnya memilih diam dan menghabiskan makanan yang ada di depan mereka "Sudah habis emm makanan di sini sangat enak" Aleena terlihat sangat puas dan kenyang.


"Lain kali aku akan mengajak mu ketempat lain" Rocky juga sudah selesai makan, dia tidak sangka dia bisa makan lumayan banyak, mungkin karena ada Aleena dia tidak merasa sendiri lagi dan bisa makan dengan lahap.


Rocky membayar tagihan makan mereka dan kembali ke mobil, mereka berjalan keluar dari restoran saja begitu menarik perhatian banyak orang yang merasa mereka sangat cocok.


"Om jangan lupa kita harus memperbaiki handphone ku ok" Aleena mengingatkan Rocky tentang agenda selanjutnya.


"Aku tau" Rocky melajukan mobilnya ke tempat di mana dia membelikan handphone untuk Aleena.


Aleena dan Rocky sudah sampai ke toko yang mereka tuju, Aleena segera mengeluarkan handphone nya "Bagaimana apa bisa di perbaiki? " Tanya Aleena pada pemilik toko itu.


"Bisa tapi butuh waktu, apa tidak masalah nona? " Tanya pemilik toko itu.


"Tidak , terimakasih" Aleena dan Rocky akhirnya meninggalkan handphone nya di toko itu dan kembali ke mobil.


Rocky mengambil sesuatu di dasbor "Ambil ini, kau bisa menghubungi keluarga mu" Rocky ternyata masih menyimpan dengan baik handphone yang dia beli untuk Aleena.


Aleena menerima handphone itu, namun senyumnya terlihat canggung.


"Ada apa lagi? " Rocky merasa aneh dengan senyuman tak biasa Aleena itu pasti ada sesuatu.


"Em itu, aku tidak ingat nomor siapapun" Ucap Aleena senyum-senyum menahan malu.

__ADS_1


Rocky menepuk keningnya sendiri dan menghela nafas "Apa kau ini balita? " Rocky tidak menyangka di balik si jenius penguasa Arion ada adiknya yang begitu bodoh.


"Dari mana seorang balita mempunyai payudara! " Ucap Aleena kesal tanpa sadar berkata begitu vulgar, Rocky menjentikkan tangannya pada Aleena.


"Kau ini benar-benar gadis kecil! tidak tau malu" Rocky tanpa sadar saat Aleena mengatakan payudara dia langsung melihat dada Aleena.


Aleena melihat Rocky yang sedikit menatap ke arah dada nya, membuat Aleena terpikir untuk sedikit menggoda Rocky "Sedikit gerah ya" Aleena membuka kancing atas kemejanya membuat Rocky sedikit melirik ke arah Aleena "Kenapa masih panas" Aleena dengan sengaja membuka ruang kancingnya membuat sesuatu sedikit mulai terlihat. Aleena tertawa melihat ekspresi curi-curi pandang dan malu-malu Rocky, Aleena seperti nya sangat puas menggoda Rocky.


Rocky melihat Aleena yang diam dian tertawa tanpa suara itu sedang menggodanya membuat Rocky ingin membalasnya, Rocky melepaskan jaketnya,membuat Aleena terkejut "Apa yang kau lakukan om?"


"Aleena, kau tidak boleh membuka kancing baju mu di sini, apa kau tau kenapa? " Rocky tiba-tiba mendekat ke arah Aleena, Aleena yang tadi masih tertawa cengengesan sekarang terdiam seribu bahasa saat tiba-tiba wajah Rocky sangat dekat mengarah padanya, Aleena bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya yang begitu hangat, tiba-tiba wajah Aleena memerah dan benar-benar merasa panas.


"Ke.. kenapa om" Aleena sangat gugup dia benar-benar bisa merasakan nafas Rocky yang menerpa wajah dan lehernya.


Aleena menutupi wajahnya dengan jaket yang rocky berikan dia merasa sangat malu wajahnya sangat merah 'Aleena apa yang kau pikirkan! kau benar-benar bodoh' Aleena memaki dirinya dalam hati, dia yang awal nya menjahili Rocky malah dia sekarang yang di jahili dan bahkan Aleena terlihat sangat tergoda.


Rocky tersenyum puas setelah menggoda Aleena 'Menggemaskan sekali' Rocky melihat sekilas ke arah Aleena yang masih menutupi dirinya dengan jaket.


Rocky ternyata tidak langsung membawa Aleena pulang, cukup lama Aleena menenangkan jantung dan dirinya akhirnya dia muncul ke permukaan dan memilih melihat ke arah jalan "Om kita mau kemana? " Tanya Aleena saat melihat Jalan yang Rocky lewati bukan jalan ke arah apartemen miliknya.


"jalan jalan" Jawab singkat Rocky yang membuat Aleena tanpa sadar melihat ke arah Rocky, dari sudut Aleena melihat saat ini Rocky menyetir terlihat sangat tampan dan berwibawa, tampangnya lebih tampan saat ini saat dia sudah dewasa ketimbang dulu.


"Apakah kau akan mengajak ku ke tempat kerjamu " Tanya Aleena yang merasa sedikit penasaran pasalnya waktu itu dia tidak jadi masuk karena melihat pemandangan yang membuatnya tidak merasa senang.


"Kau gadis kecil! tidak boleh pergi ke tempat ku bekerja " Diam-diam Rocky khawatir bagaimanapun tempat nya bekerja tempat orang melepaskan segara lelahnya, pelarian banyak orang ke pada alkohol, apalagi di atas tepatnya di lantai dua, tempat nya bekerja bukan hanya sekedar bar biasa.

__ADS_1


"Ha! om kau dari tadi mengatakan gadis kecil gadis kecil apa mata mu benar-benar rabun om? " Aleena mulai kesal dengan ucapan Rocky itu dia sudah berumur 19 tahun dan akan segera beranjak 20thn apakah mungkin dia masih gadis kecil. Aleena menghabiskan waktu satu tahunnya untuk mencari Universitas bagus dan juga mencari Rocky tentunya.


"Berapa umur mu? " Hampir 20 thn" Ucap Aleena dengan begitu bangga


"Kau masih gadis kecil keluarga Aditama jika terjadi sesuatu padamu mereka pasti tidak akan memaafkan ku" Mendengar itu Aleena merasa kesal di perlakuan sebagai anak kecil namun di sisi lain dia sedikit senang Rocky mengkhawatirkan nya.


"Om apa kau tidak membaca peraturan di negara ini, usia 18thn bisa minum dan juga membeli minuman yang kau jual itu huh" Aleena melipat tangannya dan melihat jalanan.


Rocky hanya menggelengkan kepalanya dia menghentikan mobilnya ke sebuah museum, Aleena sangat mengenali Museum apa itu, dia tadinya ingin kemari namun belum sempat, sebagai penyuka membaca buku dan novel Aleena tentu saja tau Museum apa itu. "Wah akhirnya aku bisa kemari" Ucap Aleena, museum itu adalah museum seorang anak remaja yang meninggal karena rezim, dia sangat terkenal karena buku harian yang dia tinggalkan dan di terbitkan kini sudah di terbitkan dengan berbagai bahasa.


"Inikah tempat dia tinggali" Aleena ingin langsung masuk.


Rocky sudah membeli tiket, mereka bisa masuk Aleena melihat seksama sekeliling Museum itu. Rocky tersenyum melihat wajah baru Aleena yang lebih tenang 'Ternyata dia bisa serius juga, menarik' Ucap Rocky yang bukannya melihat sekeliling malah melihat ke arah Aleena.


Aleena dan Rocky sudah cukup berkeliling Museum dan mendengarkan tour guide yang mereka bayar untuk menjelaskan semua rincian Museum itu.


Saat ini Rocky sedang mengemudikan mobilnya "Om" panggil Aleena


"Ada apa? " Melihat sekilas Aleena.


"Besok Om tidak perlu menjemput ku ke kampus" Perkataan Aleena itu membuat Rocky menghentikan mobilnya.


"Kenapa? tidak boleh. " Menatap Aleena.


"Aku akan pulang setelah makan malam, om juga harus bekerja kan, jadi om tidak perlu menjemput ku" Ucapan Aleena itu membuat Rocky bingung memilih antara pekerjaan dan Aleena.

__ADS_1


__ADS_2