
Aleena baru saja ingin menelepon mamanya namun tiba-tiba ada pesan yang masuk "Natan" Aleena membaca nama yang ada di layar handphone.
Aleena yang penasaran langsung mencoba membuka pesan itu, mata Aleena membulat bahkan tangannya hampir menjatuhkan handphone yang ada di tangannya "Apa ini benar-benar om Rocky bukankah dia sangat sksi " Ucap Aleena yang melihat Natan mengirimkan foto yang dia ambil ketika membuat video promosi.
[Kau serius ini, om Rocky, beri aku lebih banyak] Aleena mengetik itu ke pada Natan.
Natan terpaku melihat layar handphone nya saat dengan cepat Aleena membalas dengan cepat pesannya. "He dia sangat tertarik dengan foto sepupunya sendiri?, bagaimana jika aku mengirimkan video nya " Natan segera mencari video Rocky saat promosi dan mengirimkan nya pada Aleena. "Tunggu dulu".
Mata Aleena tak berpaling dari handphone rocky menunggu pesannya di balas oleh Natan, Aleena juga tak menyia-nyiakan kesempatan foto yang Natan kirimkan langsung di kirim kembali ke nomornya dan menggantinya untuk wallpaper handphone nya.
Selesai memasang foto Rocky dia segera kembali menatap layar handphone Rocky "Lama sekali di mana kak Natan! " Ucap Aleena. Aleena ingin mengetik pesan di handphone Rocky namun terlambat sudah ada pesan dari Natan.
[Berikan aku nomor mu dulu] Natan tidak lupa memberikan emot alis terangkat.
"Baiklah tidak rugi juga, tapi bukan kah, ah sudahlah " Aleena memberikan nomor nya pada Natan, Aleena merasa mereka sudah pernah bertukar nomor atau dia saja yang memiliki nomor Natan dia sudah Lupa.
Aleena mengirim pesan ke nomor Natan [Berikan foto yang lain] isi dari pesan yang Aleena kirimkan.
[Apa yang akan aku dapatkan, hehe di dunia ini tidak ada yang gratis adik Aleena manis] isi pesan Natan sengaja menggoda Aleena.
"Dia benar-benar tidak mau rugi menyebalkan! " Aleena menggerutu saat menerima pesan dari Natan. [Apa yang kau inginkan? ].
Natan tersenyum saat membaca pesan masuk dari Aleena itu dia sedang memikirkan akan meminta apa dari Aleena, [Bagaimana jika mengajak ku berjalan-jalan dan makan] ketik Natan seperti nya dia ingin mengajak Aleena jalan jalan.
Aleena mengerucutkan bibirnya saat membaca pesan dari Natan [Kak apa kau tidak tahu malu, bagaimana bisa meminta wanita mengajak mu jalan-jalan dan makan] balas Aleena.
__ADS_1
[Aku tidak tau malu hanya dengan mu, adik Aleena manis] Gombal Natan dari pesan yang dia kirim.
"Ch! dia sangat pandai menggoda, bagaimana bisa menjadi teman om Rocky yang begitu dingin" Aleena terus berfikir balasan apa yang akan dia ketik untuk Natan [Baiklah, tapi berikan aku foto yang lain sekarang juga] Aleena merasa tidak masalah mengeluarkan sedikit tenaga dan uang untuk mendapatkan foto haram Rocky lebih banyak.
Natan kemudian memberikan beberapa foto dan video Rocky yang berpakaian begitu tipis dan begitu menggoda dan sksi. [Seperti nya kau sangat menyukai foto haram sepupu mu, ingat jangan sampai jatuh hati pada sepupu mu sendiri, lebih baik jatuh hati padaku]
Mata Aleena semakin membulat tak bisa berkedip ludahnya terasa sangat sulit untuk di telan, foto dan video Rocky benar-benar menggoda, bahkan dia tidak membaca pesan Natan yang sedang menggodanya itu"Ya Tuhan, aku harus segera menyimpan nya ini benar-benar harta karun" Ucap Aleena dengan segera menyimpan semuanya di folder rahasia.
Sedangkan Rocky segera membantu Letty untuk berdiri tegap "Terimakasih" Letty tersenyum begitu manis namun tidak dpt lirik oleh Rocky yang segera melangkah untuk berjalan. "Rocky tunggu" Letty menghentikan langkah Rocky Rocky berhenti dan melihat ke arah Letty.
"Ada apa? " jawab singkat Rocky dengan wajah datarbya
"Em kau menyuruhku mencari bodyguard, bisakah merekomendasikan seseorang? " Tanya Letty yang sebenarnya hanya ingin mencoba menghentikan Rocky dan mengajak nya mengobrol.
Letty menatap Rocky yang semakin menjauh "Dia semakin jauh, apakah benar-benar harus menyerah" Letty menggerakkan tangannya ke depan.
"Bos apa yang kau lakukan? " Tanya Natan yang menepuk pundak Letty dari belakang.
"Kau mengagetkan ku saja! " Letty menatap tajam Natan karena terkejut.
"Maaf bos, aku hanya bingung kenapa bos menatap ke arah kosong dengan tangan ingin meraih sesuatu" Jelas Natan. Natan kemudian tersenyum setelah memasukkan handphone nya ke dalam sakunya.
"Tidak ada apa-apa, kau terlihat sangat bahagia, apakah ada sesuatu yang terjadi? " Tanya Letty yang entah kenapa ingin tau kenapa Natan senyum-senyum tidak jelas.
"Rahasia" Natan sangat senang akan jalan-jalan dengan Aleena meski tidak tau kapan pastinya dia akan pergi.
__ADS_1
"Cih! kau Sangat berlebihan! rahasia apaan huh paling juga tentang wanita" Ucap Letty yang wajahnya sedikit tidak senang.
"Bos kau memang peramal handal bagaimana kau tau ini tentang wanita, tapi dia wanita yang berbeda sangat cantik, sangat imut, sangat baik terkadang juga sangat badas" Natan sangat memuji Aleena.
"Mana ada wanita seperti itu, kau jangan menghalu terus-menerus aku takut kau akan berakhir di rumah sakit jiwa" Ucap Letty mengejek Natan.
"Kau belum bertemu dengannya, jika bos bertemu dengannya aku yakin bos akan memiliki kesan yang sama seperti ku" Ucap Natan dengan begitu percaya diri.
"Jikapun ada dia tidak akan mau denganmu, laki-laki yang menyukai uang dan memanfaatkan semuanya demi uang" Ucap Letty
"Hidup memang perlu uang bos, aku tidak terlahir kaya seperti mu jadi aku harus berjuang untuk mendapatkan nya" Jawaban Natan bukannya membalas ledekan Letty malah berbicara apa adanya membuat Letty tidak enak hati.
"Ah sudahlah, selamat berkhayal jika wanita itu tidak suka padamu jangan frustasi dan bunuh diri di bar ku" Ucap Letty
"Hahaha kata-kata itu aku berikan pada bos, bos jangan sakit hatinya semakin banyak wanita yang ada di sekeliling Rocky termasuk wanita itu" Natan menunjuk dua wanita yang berpakaian sedikit terbuka berjalan ke arah meja bar Rocky.
Letty melihat seksama wanita itu "Dia wanita yang memberikan kado pada Rocky, dia membawa apa di tangannya! " Letty menatap penasaran apa yang di bawa oleh Silvia.
Silvia menghampiri Rocky dan duduk tepat di depan Rocky menaruh sesuatu di depannya "Tuan Rocky" Panggil Silvia dan membuat Rocky menatap ke arahnya.
"Apa yang ingin anda pesan? " Rocky tidak memperdulikan paparbag di depannya.
"Tuan Rocky, aku punya sesuatu untuk mu, tolong ambil ini" Silvia menyodorkan sesuatu untuk Rocky, Rocky hanya menatap sekilas
"Tuan Rocky ambil lah" Ucap Mia yang sekarang terlihat lebih lembut dengan Rocky.
__ADS_1