
Erlan sudah sampai di kamarnya, dia segera mengambil handphone nya dia ternyata tadi mengambil gambar Alister, dia segera mengatakan atik komputer nya lagi, dia ingin tau dengan pasti siapa itu Alister.
"Di lihat dari wajahnya dia bukan orang sembarangan, aku ingin tau juga siapa sebenarnya gadis pencuri dan orang bernama Rocky itu, jika dia hanya seorang bartender tidak mungkin pukulannya sekuat itu" Ucap Erlan, Erlan memang mengamati gerak-gerik Rocky, dia curiga tentang Rocky yang bukan hanya seorang bartender biasa, sebagai rival Erlan harus tau kemampuan pesaingnya jadi dia ingin mencari tau siapa Alister dan juga Rocky sebenarnya, terutama Alister bagaimana dia bisa mendapatkan restu dari keluarga Aleena.
Dan lagi sebagai kakak Erlan melihat adiknya seperti nya tertarik pada Alister dia tidak ingin adiknya jatuh cinta dengan laki-laki sembarangan, jadi misi Erlan kali ini menemukan siapa sebenarnya Alister yang akan menjadi rival atau adik iparnya.
*****
Rocky sudah semakin dekat dengan Aleena dia menarik tangan Aleena membuat Aleena jatuh di pelukan Rocky, dengan lirih Rocky berbisik "Apa benar kau mencintai nya? biarkan tubuhmu yang menjawab nya " Ucapan Rocky itu membuat Aleena bingung sejenak sampai bibir yang terasa panas itu menyentuh bibir Aleena dengan begitu lembut, Aleena membulatkan matanya begitupula dengan Alister.
Aleena awalnya tidak menolak bagaimanapun tubuhnya selalu jujur sangat menginginkan Rocky namun dia tersadar dia menggigit bibir Rocky dan mendorong Rocky dengan kekuatan penuhnya "Apa kau sudah gila kak! apa yang kau lakukan! " Ucap Aleena yang segera mengusap bibirnya.
"Kau masih bertanya? perlukah aku mengulanginya " Rocky menarik kembali tubuh Aleena yang sedikit menjauh darinya karena dorongan Aleena tadi.
"Tidak! lepaskan aku sekarang" Ucap Aleena mencoba melepaskan tangan Rocky yang menggenggam tangan nya erat.
"Rocky lepaskan Aleena! jangan mengganggunya lagi! " Ucap Alister mendekat dan meraih tangan Aleena yang lain.
"Heh! menganggu kau yang mengganggu kau lebih baik pergi" Ucap Rocky sangat kesal pada Alister.
__ADS_1
"Harusnya aku yang mengatakan itu! ini adalah kamar hotel kami! kau yang harusnya pergi! " Ucap Alister yang semakin membuat kesal Rocky.
"Sialan kau sangat berisik! " Rocky memeluk Aleena dan menendang Alister dengan kuat sehingga membuat Alister terpental ke belakang.
"Sialan kau Rocky! lepaskan Aleena dan aku akan melayani mu! " Alister bersiap untuk menyerang Rocky.
"Apa kau mampu! simpan saja tenaga kecil mu itu! " Ucap Rocky yang dengan cepat mengangkat Aleena, dia memanggul Aleena dan membawa Aleena pergi dari kamar Alister itu.
"Rocky lepaskan Aleena kau membawa nya kemana! " Teriak Alister yang mengikuti Rocky.
Rocky segera membawa Aleena masuk ke dalam lift, dan Alister berlari menuju tangga untuk menghentikan Rocky membawa Aleena pergi.
Aleena mengeratkan giginya "Tidak ada urusan nya denganmu kak!" Ucap Aleena dengan nada tinggi.
"Tentu saja ada! " Ucap Rocky tak kalah tinggi.
"Ada? apa aku tak salah dengar! kau siapa kau lebih baik mengurusi masa lalu mu untuk berhenti mengurusi urusan ku dengan kak Alister! lagi pula seluruh keluarga ku sudah setuju sebagai kakak sepupuku kau juga harusnya setuj-" Lagi-lagi Rocky membungkam mulut Aleena dengan ciuman yang begitu panas, Rocky semakin panas mendengar penuturan Aleena yang membuatnya sangat sakit.
Aleena kali ini tidak terbuai dengan ciuman Rocky, dia memukul-mukul dada Rocky dan mencoba mengigit lagi bibir Rocky namun Rocky hanya diam saja dia masih melanjutkan ciumannya.
__ADS_1
Aleena semakin tidak sabar dia menggigit lidah yang berhasil menerobos itu dan kali ini ciuman mereka terlepas "Kau sudah gila! berapa hari lalu kau masih memikirkan masa lalu-mu! lalu sekarang untuk apa kau mencampuri urusan ku! berhenti bersikap seolah aku mencintaimu!! " Teriak Aleena.
"Kau memang mencintai ku, selamanya harus begitu" Ucap Rocky menatap Aleena tatapan yang sangat sulit di artikan oleh Aleena.
Aleena mengeratkan giginya bertepuk tangan dan tertawa "Hahaha kau lucu sekali kak! untuk apa aku mencintai orang yang hatinya tidak akan aku miliki! aku tidak sebodoh wanita lain yang terus mengemis akan cinta yang sudah pasti bukan miliknya! aku tidak bodoh untuk menghabiskan waktu dengan percuma bersama orang yang bahkan tidak bisa melepaskan masa lalunya! aku tidak bodoh terus mencintai kerabatnya yang bahkan tidak mencintai nya! Sudah cukup aku tidak akan menjadi bodoh lagi! " Ucap Aleena dengan mata yang berkaca-kaca. "Berhenti menggangguku kak Rocky! " Ucap Aleena lirih di barengi dengan air mata yang menerobos keluar membasahi pipinya.
Aleena berhasil memencet lift dan pintu lift siap terbuka, Aleena segera berbalik dari Rocky, Rocky menarik Aleena dan memeluknya "Tetaplah jadi bodoh untuk ku" Aleena menyiku perut Rocky membuat Rocky terkejut dan mundur, Aleena segera berlari dan keluar dari lift.
Rocky ingin mengejar namun pintu lift segera menutup dan terlihat bibir Aleena yang bergerak seakan mengucapkan selamat tinggal pada Rocky, hati Rocky sangat hancur dia tidak ingin ini yang terjadi.
Aleena akhirnya bertemu dengan Alister, Aleena tau Alister akan mengejarnya dengan tangga "Bagaimana Aleena apa kau akan kembali pada Rocky? seperti nya dia benar-benar mencintaimu" Ucap Alister.
Aleena tertawa, tawa yang membuat orang merinding "Cinta! cinta yang di bagi untuk apa, dia masih mencintai wanita itu" Ucap Aleena.
"Aleena siapapun perlu waktu untuk melupakan cinta pertamanya, tidak mudah untuk melupakan orang pertama" Ucap Alister menenangkan Aleena.
"Mau berapa lama lagi kak! apakah perlu sampai rambutnya memutih keriput di wajahnya muncul baru dia melupakan orang pertama itu, hidup ini terus berjalan jika dia tidak bisa melepaskan orang lama dia tidak akan mendapatkan orang baru, dia hanya manusia biasa memiliki satu cinta lalu apa dia akan membaginya! kalau dia tidak melepaskan cinta lamanya! dia tidak akan pernah mendapatkan cinta yang baru! tidak ada wanita yang sudi berbagi hati meski kepada orang mati sekalipun" Ucapan Aleena yang begitu tegas itu seakan-akan ikut menampar Alister namun Alister beberapa tahun ini sudah benar-benar melupakan Olivia karena dia tau dia bukan jodoh Olivia dan tidak baik untuk memikirkan jodoh orang lain.
"Kau benar, tapi Aleena jika Rocky tidak bisa melepaskan belenggu nya apa yang akan kau lakukan, apa kau benar-benar akan melepaskan nya? " Tanya Alister penuh dengan penasaran.
__ADS_1
"Untuk itu? " Aleena terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan yang Alister ajukan itu.