Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 51


__ADS_3

Dua laki-laki saling pandang dengan pandangan yang seakan ada aliran listrik yang saling menyerang 'Untuk apa dia kesini' Ucap Rocky dalam hati.


Elin merasakan suasana yang mencengkam antara keduanya, Elin sampai sedikit merinding dan Ragu untuk berbicara ,namun Elin berusaha untuk menahan nya agar memecahkan ketegangan itu "Emm Aleena ini ada kue untuk mu" Ucap Elin canggung. Yang mana sebenarnya dialah orang yang membuat Erlan dan dirinya berada di meja makan.


Jika Elin tau kakak sepupu Aleena adalah kutub utara dia tidak akan memaksa kakaknya masuk dan berakhir di meja makan seperti sekarang.


"Em terimakasih, Om kenalkan dia Elin teman kampus ku" Ucap Aleena mengenalkan Elin.


"Oh" Rocky menatap Elin tatapan dingin itu mampu membuat Elin kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri, dia tau dari tatapan Rocky seperti nya dia agak membencinya.


"Ha.. Hai Om" Ucap Elin ragu-ragu Elin awalnya sangat terpesona dengan wajah Rocky dan Pembawaan nya terlihat dewasa namun saat duduk lama dengan Rocky Elin mulai merasakan aura dingin yang menakutkan.


"Jangan panggil om" Ucap Aleena dan Rocky bersamaan, membuat Elin dan Erlan melihat kearah mereka berdua.


Elin menatap Aleena penuh tanya sedikit mengangkat kedua bahunya "Panggil kak Rocky saja seperti kau memanggil tuan penadah eh maksud ku memanggil E.. erlan" Ucapan Aleena menyebut nama julukan dan nama asli erlan membuat satu tangan terkepal sempurna dan juga senyum yang di sembunyikan oleh satu orang berbeda.


"Kenapa? kau memanggilnya om? " Tanya Elin penasaran.


"Elin sudahlah ikuti saja perkataan Nona pencuri, eh maksud ku Al.. Aleena. " Ucapan Erlan itu semakin membuat perasaan marah dan kesal menumpuk di hati Rocky, Rocky mengeratkan giginya. Tatapannya semakin tajam mencekam seperti srigala yang ingin menerkam mangsanya.


Elin benar-benar bergidik ngeri di buatnya dia merasa Rocky tidak bertindak layaknya sepupu, namun Elin segera menghilangkan pikiran itu. "Baiklah kak Rocky, aku Elin senang berkenalan dengan kak Rocky, oh iya Aleena kak Rocky ke.. kedatangan ku kesini untuk minta maaf atas kejadian semalam, aku benar-benar salah aku tidak berniat jahat, hanya ingin merayakan pertemanan kami hingga membuat kami mabuk, kak Rocky Aleena aku minta maaf karena aku terlalu senang sampai tidak memikirkan masalah yang aku timbulkan" Ucap Elin yang terlihat sangat menyesal.


Rocky menatap Elin kemudian menatap Aleena, ada perasaan bersalah telah membentak Aleena semalam, namun juga ada perasaan lega dirinya tidak bertindak gegabah.

__ADS_1


"Tolong maafkan adik ku yang nakal ini" Erlan kali ini ikut meminta maaf dengan tulus, terlihat sekali dia sangat menyayangi adiknya itu.


"Jangan ulangi" Hanya itu yang keluar dari mulut Rocky membuat suasana masih saja terasa canggung.


"Ahahaha sudahlah Elin lupakan saja tidak perlu minta maaf itu adalah kecerobohan kita berdua" Ucap Aleena


"Dia perlu minta maaf ini salahnya" Ucap Erlan lagi.


"Benar maafkan aku Aleena"


"Sudah jangan minta maaf lagi, ayo kita makan bersama ini aku yang memasak dengan om Rocky, ayo Elin angkat piring mu" Ucapan Aleena mengajak Erlan dan Elin makan bersama itu membuat Rocky tidak senang. Awal mula ingin makan berdua kenapa menjadi makan bersama orang asing bagi Rocky.


Sarapan pagi itu berlangsung tanpa suara apapun, dan sampai akhirnya selesai Aleena dan Elin membereskan piring dan meja makan. Saat Aleena dan Elin tengah mencuci piring Rocky dan Erlan duduk di ruang tamu.


"Apa maksud tuan Rocky bertanya seperti itu? " tanya Erlan yang wajahnya berubah serius.


"Auramu sangat kuat, kau bukan hanya seorang penadah barang curian bukan! ya terlepas kau ini siapa jangan ganggu Aleena" Rocky mulai memperlihatkan taringnya menekan aura Erlan yang kuat itu.


"Tuan Rocky sangat peka ya, tapi sayang aku hanya penadah biasa dan aku tidak mengganggu Aleena" Jawab Erlan.


"Jika kau berani menyentuhnya aku tidak akan tinggal diam"


"Menyentuh nya? dalam artian apa? tuan Rocky seperti nya tuan tidak sadar posisi apa yang tuan punya? apakah etis anda berkata seperti itu" Erlan sedikit mengejek jika Rocky terlalu melampaui batas sebagai kakak sepupu.

__ADS_1


"Posisi apa maksud mu, aku hanya sedang melindungi adik ku sendiri " Ucapan Rocky itu entah mengapa membuatnya merasa ada pertentangan di dalam dirinya.


"Adik bagus kalau tuan tau posisi " Jawaban Erlan itu mampu membuat Rocky ingin memukul Erlan dengan kedua tangannya.


"Apa yang sedang kalian bicarakan seperti nya sangat seru" Ucap Elin yang membawa cemilan di ikuti Aleena yang membawakan minuman hangat untuk mereka berdua.


"Tidak ada" Ucap Erlan tersenyum manis pada Aleena, membuat Elin terkejut sekaligus senang, sedangkan tiba-tiba Rocky merasakan wilayah pertahanan nya sedang di terobos. "Oh iya Aleena ada yang ingin ku kembalikan padamu" Ucapan Erlan itu membuat enam pasang mata menatapnya penasaran apa yang ingin Erlan kembalikan.


"Apa? " Tanya Aleena yang seperti nya melupakan sesuatu n


"Ini" Erlan mengeluarkan kalung Kraken yang hanya di miliki oleh keluarga inti dari penguasa bawah terbesar di negara Aleena.


Rocky melirik ke arah Aleena lirikan yang sangat tajam membuat Aleena merasa takut, dia memang ceroboh memberikan benda se berharga itu pada orang lain, biasanya kalung itu akan di berikan pada orang yang sangat berarti untuk pemilik kalung itu, seperti Arion yang memberikannya pada Olivia.


Rocky tanpa bicara apa pun pergi begitu saja membuat perasaan Aleena merasa gelisah.


"Te.. terimakasih kau sudah menjaganya aku ambil kalungnya" Ucap Aleena yang merasa seperti dirinya sedang tertangkap dalam tragedi perselingkuhan.


"Wow kalung apa ini? sangat bagus" Ucap Elin yang ingin melihat kalung Aleena namun segala Aleena simpan dalam kantungnya.


"Hahaha hanya kalung biasa, ayo Elin duduklah kita makan kue yang kau bawa" Ucap Aleena sembari melirik ke arah punggung yang semakin menjauh masuk ke dalam kamar.


Aleena dan Elin terus berbincang tanpa sadar mata Erlan selalu mengarah pada Aleena perasaan yang sudah lama tidak dia rasakan kini kembali muncul, sesekali Erlan tertawa karena tindakan Aleena, dia mencuri pandang untuk menatap Aleena lama.

__ADS_1


Sedangkan Rocky membaringkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk matanya menatap pelakon, tangannya menekan dadanya yang sakit pikiran nya mulai kacau di penuhi pikiran tentang Aleena yang akan bersama dengan Erlan, perasaan takut akan kehilangan itu muncul tiba-tiba "Apakah laki-laki itu sangat berarti untuk Aleena? sampai memberikan kalungnya itu" Rocky mengepalkan tangannya dan membanting nya ke atas kasur dengan keras "Ada apa denganku perasaan ini mungkin kah? " Ucap Rocky pada dirinya sendiri


__ADS_2