
Rocky terus berjalan, Robby berlari menghampiri Rocky "Tuan Alister di serang" Ucap Robby melapor pada Rocky.
"Orang ini lumayan pintar membiarkan masuk tapi tidak membiarkan kita untuk keluar benar-benar"
"Dia merencanakan dengan matang tuan"
"Robby kembalilah pada Alister bantu dia" Ucap Rocky
"Saya sudah menyuruh semua anak buah ke sana, saya tetap di sini untuk membantu tuan Rocky"
"Tidak perlu, aku akan menanganinya sendiri dan menemukan wanitaku, kau pergilah selamat kan tuanmu"
"Baik tuan, setelah selesai saya akan kembali membantu tuan" Ucap Robby sebelum pergi untuk membantu Alister.
Rocky terus berjalan dia menggunakan kepekaan telinganya untuk mencari suara sekecil apapun, "Aleena di mana kau " Rocky benar-benar ingin berteriak memanggil nama Aleena namun jika iya melakukan nya mungkin musuh akan tau dan berbuat hal yang tidak Rocky inginkan.
Rocky terus berjalan menajamkan telinga dan matanya berharap segera menemukan Aleena.
****
"Bagaimana bisa?! aku tidak mungkin jadi milikmu"
"Kenapa? kenapa tidak mungkin aku menyukaimu, menyayangimu mencintaimu kenapa tidak mungkin, bahkan saat aku terbaring aku selalu memikirkan mu" Ucap Orang bertopeng itu.
"Karena kau dan aku sama, Maira sadarlah" Ucapan Aleena itu membuat Maira sangat marah.
"Bukankah hal baik jika sama? kita bisa saling mengerti berbagi bukankah itu sangat indah" Maira melepaskan topengnya dan tersenyum licik ke arah Aleena
__ADS_1
Aleena menghela nafas "Maira kau salah mengerti "
"Apa yang salah, aku sangat mencintai mu Aleena kenapa kenapa hanya gender yang sama menjadi alasan nya! kenapa? " Ucap Maira.
"Maira sadarlah kita tidak mungkin bisa menjadi seperti yang kau bayangkan! "
"Tidak kita pasti bisa, aku akan membuatmu tidak akan pernah meninggalkan ku Aleena, membawamu pergi ke tempat yang tidak bisa di temukan oleh keluarga mu, aku akan membunuh semua orang yang menghalangiku termasuk teman-teman mu" Ucapan Maira itu membuat Aleena ketakutan perasaan yang sama yang pernah dia alami waktu itu.
Maira pernah membunuh hewan yang pernah dia gendong dan ciumnya, awalnya Aleena tidak merasa itu adalah Maira, namun semakin dia memiliki teman dekat teman itu menghilang karena suatu alasan, setelah Aleena mencari tau ternyata Aleena menemukan kalau semua itu adalah ulah Maira.
Aleena pernah memiliki sahabat dekat dia tiba-tiba menghilang perasaan takut kehilangan itu yang membuatnya melakukan peringatan pada Maira, mengajak Maira duel dan mengalahkannya membuat Maira harus berbaring beberapa bulan karena patah tulang yang di buat Aleena, tapi selama itu Maira tetap mengawasi dia membayar orang untuk mencelakai orang yang mendekat Aleena.
Dan saat itu pula Aleena memilih tidak dekat dengan siapapun kecuali keluarga nya.
"Nah Maira apa kau tau alasan ku kenapa tidak memberitahu keluarga ku? "
"Tidak aku tidak memberitahu keluarga ku karena aku tidak mau kehilangan mu, Maira kau adalah teman yang aku temui pertama kali, selalu ada di sampingku dan berjuang bersama ku. Maira kembalilah seperti dulu Maira jadilah teman yang baik"
"Tidak! aku tidak mau menjadi temanmu Aleena aku mau menjadi milikmu dan kau menjadi milik ku, Aleena ayo kita hidup bahagia berdua" Maira seperti nya tidak bisa di ajak bicara baik-baik tapi dengan kekerasan pun Aleena tidak bisa melakukan nya, tubuhnya benar-benar sudah lemas tak bisa di gerakan. "Aleena aku sangat mencintai mu"
"Maira hentikan ini semua! " Ucap Aleena meninggi.
"Bentak, bentak aku Aleena aku menyukainya marahlah ekspresi marah mu membuatku ingin memakan mu" Bisik Maira yang membuat Aleena tidak bisa berkata-kata lagi bulu kuduk nya merinding saat tangan Maira menyentuh telinganya.
Tangan Maira membelai lembut pipi Aleena, "Aleena seperti nya kau bertambah berat badan, kau sedikit lebih berisi" Ucap Maira yang mencoba melepaskan kancing kemeja Aleena satu persatu.
Kini terlihat lah tanktop yang Aleena pakai berwarna hitam terlihat selaras dengan badan putih bersih milik Aleena "Tidak, aku benar-benar tidak tahan aroma mu sangat wangi Aleena.
__ADS_1
Maira menanggalkan kemeja Aleena, dan mulai memeluk Aleena " Hmm Maira sangat suka bau Aleena " Maira menaruh kepalanya di dada Aleena.
Aleena benar-benar jijik dengan tindakan Maira itu, dia benar-benar menyesali keputusan nya yang melepaskan Maira begitu saja dengan harapan Maira akan kembali normal setelah dia pergi namun Aleena seperti nya salah perhitungan obsesi Maira sangat tinggi dengannya dan sangat ingin mendapatkannya.
Aleena tidak bisa bergerak sama sekali dia tidak mau Maira terus menciumi lehernya dia benar-benar ingin muntah.
"Apa kau menyukai sentuhan ku Aleena? bagaimana dengan bau ku apa kau juga menyukai nya"
"Be.. berhenti Maira jangan lakukan ini, berhenti! jangan membuatku jijik" Ekspresi jijik benar-benar tercetak jelas di wajah Aleena.
"Aaaaah, aku menyukai semua ekspresi Aleena bagaimana ini aku seperti nya tidak bisa menahannya, Aleena jadilah milik ku"
"Tidak akan! aku hanya mencintai om Rocky hanya dia! " Aleena dengan sengaja mengucapkan nama Rocky untuk membuat Maira kesal dan menghentikan tindakan menjijikkan nya itu.
"Rocky! kau masih mencintai laki-laki pengecut itu! tidak boleh kau hanya akan jadi milik ku lupakan laki-laki bajing*n itu lupakan lupakan lupakan! " Ucap Maira yang terlihat sangat marah dan memukul-mukul ranjang tepat di samping kepala Aleena meleset sedikit kepala Aleena yang akan menjadi sasaran.
"Tidak aku hanya akan menjadi miliknya! " Mendengar kata-kata Aleena itu Maira langsung mencengkram pipi Aleena.
"Tidak! tidak! kau harus memiliki ku aku akan membuktikan nya, pengecut itu tidak akan pernah menemukan mu lihatlah buka matamu Aleena hanya aku yang bisa menemukan mu dengan mudah hanya aku yang bisa memahami mu ingat itu Aleena dia hanya pengecut yang tidak pantas untuk mu" Krena amarah yang semakin tak bisa di tahan Maira tanpa sadar mencengkram wajah Aleena sampai mengeluarkan darah karena kuku tangannya.
Aleena terlihat meringis kesakitan, Maira melihat ekspresi Aleena dan melihat darah di tangannya membuat nya tertawa "Da.. darah darah Aleena sangat harus melihat, aaahhh membuatku benar-benar tidak bisa menahan lagi " Maira menjilat tangannya "Aleena bagaimana ini aku tidak bisa menghentikan diriku aku benar-benar ingin memakan mu" Maira menjilat pipi Aleena yang terluka, Aleena benar-benar jijik sekarang.
"Om Rocky di mana kau" Air mata mulai menetes jatuh ke pipi Aleena
"Jangan menangis Aleena aku akan menghibur mu, sudah ku bilang bukan laki-laki pengecut itu tidak akan datang" Ucap Maira yang semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Aleena.
Br aaaakkk tiba-tiba suara puntung di gedor seseorang di lempar masuk dengan luka parah "Beraninya kau menyentuh wanitaku! "
__ADS_1