Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 154


__ADS_3

Alister sudah membersihkan dirinya dan bersiap menemui kekasihnya itu, Alister memastikan lagi tidak ada cipratan darah dari lawan nya yang menempel di tubuh nya, Alister sudah siap dia berjalan masuk dan melihat Andreas, Erlan dan nenek Angel telah kembali.


"Kau sudah kembali Alister bagaimana keadaan Aleena" Tanya nenek Angel yang sudah mengetahui situasinya dari Elin yang di paksa bercerita setelah Erlan menerima telepon dari Rocky itu.


"Ada aku tentu saja, Aleena tidak akan terjadi apa-apa padanya" Ucap sombong Arion yang tiba-tiba masuk karena Alister lupa menutup pintunya.


"Nek kenapa semua cucumu sangat sombong dan berlagak " Ucap Andreas memutar bola matanya jengah.


"Kau pandai bercanda Andreas" Ucap nenek tertawa kecil meski dia tau Andreas tidak sedang bercanda namun Angel merasa lucu teringat bosnya dulu juga memiliki sifat sama dengan cucunya.


"Aku tidak sedang bercanda nek" Ucap Andreas menghela nafas.


"Mau bagaimana mereka keturunan Aditama" Ucapan Angel tidak bisa di bantah lagi oleh Andreas yang langsung diam.


"Hei kau dokter gosip, kau sedang bicara apa pada nenek" Ucap Arion yang melihat Andreas terus berbisik dengan nenek angel.


"Berisik siapa yang dokter gosip" Ucap Andreas.


Elin tertawa melihat mereka "Mereka sangat akrab ya" Ucap Elin yang mendapat anggukan dari Alister, Erlan diam-diam juga memperhatikan mereka.


"Kami semua sudah seperti saudara, meski memiliki perbedaan antara status namun saat bersama status Itu akan menghilang dan kembali saat bekerja" Ucapan Alister itu membuat Erlan ingin mencobanya memiliki ikatan kuat meski berbeda kasta seketika dia mengingat Mode.


****


"Siapa Rei? kenapa dia mau berkorban sebegitu nya untuk mu? apa kau mengenal dia sebelumnya? " Pertanyaan Rocky dengan wajah serius dan menginterogasi itu membuat Aleena merasa sedikit tertekan.


Aleena mencoba melepaskan pelukan Rocky dan kemudian berbalik menatap Rocky "Om apa kau sedang cemburu? kau bertanya terlalu banyak" Ucap Aleena yang masih sempat meledek kekasihnya itu.


"Kalau aku cemburu memangnya salah" Ucap Rocky yang memeluk Aleena dan menatap balik dengan tatapan yang serius membuat Aleena tak bisa terus bercanda.


Aleena menghela nafasnya dan tersenyum pada kekasihnya itu "Aku tidak tau siapa dia dan tidak tau kenapa dia mau berkorban sebegitu nya aku juga tidak mengenalnya" Ucap Aleena menjawab pertanyaan Rocky tanpa ada kebohongan, Rocky melihat itu dari sorot mata Aleena.

__ADS_1


Rocky menghela nafasnya dia tau kekasihnya tidak berbohong padanya, Rocky kini hanya memiliki satu pilihan yaitu bertanya pada Rei sendiri.


Melihat Rocky terdiam membuat Aleena takut Rocky salah paham "Om apa kau tidak percaya padaku? " Tanya Aleena dengan wajah khawatir.


Rocky kemudian melepaskan pelukannya dan kemudian mencubit pipi Aleena "Kau bohongi pun aku rela asal kau tidak meninggalkan ku" Jawaban Rocky itu membuat Aleena merinding.


"Om kau membuat bulu kuduk ku merinding, sejak kapan kau bisa mengatakan hal yang manis sedikit menjijikkan seperti ini" Ucapan Aleena itu membuat Rocky tertawa.


"Jawaban apa itu manis sedikit menjijikan kau benar-benar" Rocky menjahili Aleena dengan mencubit hidungnya.


"Lepaskan hidungku om sakit " Ucap Aleena yang mengusap hidungnya setelah Rocky melepaskan tangannya.


Rocky memeluk lagi Aleena dan sedikit menyesal kenapa dia tidak menyadari dari dulu bahwa di sisinya ada wanita yang begitu sempurna seperti Aleena.


"Om kau memeluk ku terlalu erat" Rocky melepaskan pelukannya setelah mendengar Ucapan Aleena itu.


"Maaf" Ucap Rocky yang membuat Aleena tersenyum.


"Om tidak perlu meminta maaf karena aku akan selalu memaafkan mu tanpa kau minta" Aleena membalas Rocky dengan ucapan manis.


"Om jangan menggodaku! " Aleena sedikit memukul-mukul dada Rocky membuat Rocky tertawa.


Cukup lama mereka bercanda gurau di depan kamar perawatan Rei sampai seorang perawat menegur mereka karena akan membawakan obat untuk Rei.


Perawat itu merasa senang sekaligus iri melihat wanita cantik dan pria tampan bermesraan di depannya.


"Maaf suster silahkan masuk" Ucap Aleena segera menarik Rocky ke sisi nya setelah mendapat teguran permisi dari perawat itu.


Perawat itu tidak mengatakan apa-apa hanya tersenyum dan mengangguk sedikit kemudian masuk ke ruangan Rei.


"Ini semua salahmu om, kita jadi terlalu lama di sini sampai melupakan untuk menjenguk Rei" Ucap Aleena menyalahkan Rocky.

__ADS_1


"Biarkan saja dia juga tidak akan pergi kita bisa menemuinya setelah aku selesai menghukum mu" Usil Rocky sengaja.


"Hukum apa? om jangan bercanda ini rumah sakit" Ucap Aleena yang ingat apa yang terjadi saat Rocky mengatakan saat ingin menghukum nya.


Rocky tertawa melihat ekspresi wajah Aleena yang terlihat jelas sedang memikirkan caranya menghukum Aleena Rocky menyentil pelan kening Aleena."Auu sakit apa yang kau lakukan om" Ucap Aleena merajuk menggembungkan pipinya sambil mengusap kening kepalanya.


"Hentikan pikiran mesum itu" Ledek Rocky yang membuat Aleena tambah kesal.


"Siapa yang berpikiran mesum dasar om cabul" Ucap Aleena yang ikut meledek Rocky.


"Heh benarkah kau tidak berpikir mesum, bukankah sedang memikirkan bagaimana cara aku menghukum mu bukan"


"Tidak siapa yang memikirkan nya, dasar om bodoh, bodoh om Rocky" Ucap Aleena mencoba berbalik untuk menutupi wajahnya yang kini memerah karena malu.


Rocky tak kuasa melihat tingkah imut Aleena dia benar-benar menyukai semua tingkah yang di buat oleh Aleena.


Aleena segera masuk ke ruangan Rei baru masuk perawat yang memberikan obat pada Rei kemudian keluar dan sedikit menundukkan kepalanya kepada Aleena yang baru masuk begitu pun pada Rocky yang juga berada di belakang Aleena.


Setelah perawat itu keluar Aleena berjalan mendekat ke arah Rei tentu saja di ikuti oleh Rocky yang langsung menggenggam tangan Aleena seakan memberikan Deklarasi kalau Aleena adalah milik nya.


Aleena merasa canggung saat Rocky tiba-tiba menggandeng tangannya di depan Rei "Om apa yang kau lakukan" Bisik Aleena.


"Menjagamu" Jawab Rocky lirih namun pandang Rocky tidak lepas dari Rei pandangan Rocky terlihat seperti akan membunuh.


"Ha! " Ucap Aleena terkejut mendengar jawab Rocky yang tidak masuk akal menurut Aleena.


"Diamlah" Rocky kemudian menggandeng Aleena semakin mendekat pada Rei, Rocky dan Aleena kini berada di tepi ranjang Rei yang sudah sadarkan diri.


Rei terlihat tidak perduli dengan tingkah Rocky itu dia hanya menatap ke arah Aleena membuat Rocky semakin tidak suka pada Rei.


"Beraninya kau menatap tunangan ku! " Ucap Rocky membuat Aleena menatap Rocky.

__ADS_1


"Saya tidak bermaksud menatapnya" Ucap Rei yang seperti nya melihat ke arah Aleena karena ingin bertanya pada Aleena.


"Oh kalau begitu jawab pertanyaan ku kenapa kau mau menolong Aleena, siapa kau sebenarnya, apakah kau punya motif tersembunyi?" Ucap Rocky bertanya begitu banyak


__ADS_2