
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Robby Alister segera bersiap menuju hotel tempat Andreas tinggal untuk sementara.
Alister kini sudah berada di depan pintu kamar Andreas dan segera mengetuk pintu kamarnya, Alister mencoba mengetuk berkali-kali dan membunyikan bel namun cukup lama belum juga di buka oleh Andreas "Kenapa lama sekali apa dia sudah pergi? " Ucap Alister pada dirinya sendiri namun terus mencoba mengetuk.
Alister hampir saja menyerah untuk membunyikan bel dan mengetuk pintu sampai akhirnya pintu pun di buka "Kau menganggu saja! " Ucapan Andreas itu sempat membuat Alister mengernyitkan dahinya.
Sampai Alister yang juga laki-laki mengerti maksud Andreas yang baru saja mandi, mandi yang lama bersama istrinya yang jauh di sana.
"Kau tunggu sebentar aku akan bersiap dan kita sarapan di bawah lalu ke rumah Erlan" Ucap Andreas yang mendapat anggukan dari Alister.
Saat ini mereka berdua sudah berada di restoran hotel dan sarapan bersama mereka mendiskusikan banyak hal tentang tempat tinggal Elin nantinya, Alister sedikit keberatan dengan usul Andreas untuk membiarkan Elin tinggal di keluarga Mars.
"Untuk itu tidak perlu, aku bisa membelikan Elin rumah tidak bisa merepotkan nenek Angel lagi" Ucap Alister pada Andreas.
"Apa kau yakin itu merepotkan aku rasa itu akan baik-baik saja nenek angel selama ini hanya sendirian ketika Fiona dan anaknya tidak di sana" Ucap Andreas yang khawatir dengan kehidupan tua nenek dan guru tercintanya itu meski hanya beberapa minggu atau bulan Andreas ingin ada orang yang benar-benar ada bersama Angel tidak hanya asisten rumah tangga atau bodyguard saja. "Lagi pula penyembuhan Elin akan sangat cepat jika dia berada di rumah nenek Angel dia tidak perlu terlalu jauh untuk pergi ke rumah sakit "
Alister terdiam dia merasa ucapan Andreas sangat-sangat masuk akal namun jika elin tinggal dengan nenek Angel Alister merasa tidak akan bebas berdua dengan Elin sebenarnya hanya itu yang Alister khawatirkan tidak bisa berduaan terus dengan kekasih hatinya.
"Masalah ini akan aku diskusikan dengan Elin" Ucap Alister membuat percakapan itu berakhir.
"Baiklah semua keputusan ada di tangan kalian" Ucap Andreas.
Setelah sarapan mereka selesai Alister dan Andreas bergegas ke apartemen Erlan, baru sampai saja Alister sudah kesal melihat Elin yang di suapi kakaknya sendiri "Kau sedang apa? " Ucap Alister kesal.
"Hah! apa matamu buta om tua kau tidak melihat aku sedang apa" Ucapan Erlan itu semakin membuat Alister semakin kesal di buatnya.
"Om tua kau benar-benar" Alister menahan amarah nya dan mendekat ke arah Elin dia tidak mau kalah dengan calon kakak iparnya itu dia mengambil air dan menyodorkan nya pada Elin.
"Sayang apa kau haus kau bisa minum dulu" Ucap Alister dengan lembut.
__ADS_1
"Sayang! jangan panggil adik ku seperti itu menggelikan"
"Lalu kau ingin aku memanggil adik mu honey atau baby ha"
"Hentikan hentikan itu benar-benar menggelikan" Ucap Andreas tidak tahan dengan sikap sok romantis Alister "Elin ayo buka mulutnya aaa" Ucap Erlan sengaja
"Tidak elin kau harus minum dulu" Ucap Alister yang tidak mau kalah saing saat ini sendok dan gelas berada tepat di hadapan Elin membuat Elin kebingungan.
"Kalian berdua hentikan" Ucap Elin yang bingung karena sikap keduanya.
Mereka berdua akhirnya saling menurunkan sendok dan gelas yang mereka pegang masing-masing.
"Kalian berdua seperti anak kecil" Ucap Andreas yang di ikuti senyuman dari nenek angel yang memperhatikan tingkah keduanya.
Sesudah sarapan Alister mengajak Elin berbicara empat mata meski awalnya tidak di perbolehkan oleh Erlan tapi dengan bujukan elin akhirnya Erlan meninggal Alister dan elin berdua.
"Elin aku akan pergi sebentar untuk mengantarkan kepergian Natan kau tidak keberatan bukan jika kita menunda sebentar urusan kita?" Ucap Alister menggenggam tangan Elin.
*****
Sedangkan Arion yang berjalan menuju dapur merasa terkejut dengan teriakan Aleena "Ada apa Aleena kenapa kau berteriak? " Ucap Arion yang sudah melihat Aleena dan Rocky yang kini berdiri di depan lemari es untuk mengambil air dingin.
Aleena melirik ke arah Rocky membuat Arion semakin curiga "Ada apa katakan padaku! " Ucap Arion menatap Aleena dengan wajah seriusnya.
"Om Rocky bilang" Aleena merasa ragu dan sedikit masih terkejut dengan ucapan Rocky.
"Bilang apa? katakan padaku! " Arion terlihat penasaran.
"Kak Rocky sudah membeli tiket untuk pulang bersama kak Natan" Ucapan itu membuat Arion sok dan terkejut menatap Rocky karena Rocky semalam tidak mengatakan hal itu sama sekali.
__ADS_1
"Hah apa kau bilang begitu" Ucap Arion menatap Rocky.
"Ya aku mengatakannya, aku hanya khawatir dengan Natan dia tidak pernah pergi ke luar negeri " Jawab Rocky seadanya.
Arion sedikit menarik ujung bibirnya dia tau pasti maksud sebenarnya Rocky yang ingin segera meminta restu pada orang tuanya namun tidak ingin di ketahui maksud aslinya olehnya dan Aleena.
"Heh tapi Robby ada bersamanya itu tidak masalah dia akan baik-baik saja, tidak perlu khawatir" Ucap Arion sengaja menjahili Rocky.
"Robby bukan temannya" Jawab Rocky yang sedikit tidak bisa di Terima.
"Lalu kenapa? tidak masalah Robby sangat bertanggung jawab teman mu itu pasti selamat sampai BlackDrago"
"Berisik yang jelas aku sudah membeli tiketnya, aku dan Aleena akan pergi" Ucap Rocky yang langsung merangkul Aleena dari belakang.
"Hei di mana tanganmu di letakkan! " Ucap Arion yang panas melihat Rocky sengaja merangkul kan tangganya di leher Aleena.
"Sudahlah kak tiketnya juga sudah di beli aku juga sudah mengajukan untuk cuti bersama dengan Elin"
"Hah kau baru saja masuk dan sudah berani mengambil cuti" Ucap Arion membulatkan matanya.
"Jangan marah kakak ku sayang ini semua sudah aku diskusikan dengan kak Olivia dan dia setuju tentang itu" Aleena mengeluarkan jurusnya agar kakaknya tidak marah adalah membawa nama kakak iparnya itu.
"Hmm sudahlah" Ucap Arion yang tidak pernah meragukan keputusan istrinya "Tunggu dulu apa kau juga membelikan tiket untuk ku? " Menatap Rocky dan Rocky menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak, kau penguasa sombong bisa memakai pesawat pribadi mu bukan" Arion hanya diam tidak mau membahas hal itu lagi dengan Rocky.
Setelah perdebatan itu Rocky Arion dan Aleena sarapan bersama setelah sarapan mereka kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap.
Namun Rocky tidak masuk ke kamarnya melainkan ikut masuk ke kamar Aleena setelah Arion masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Om apa yang kau lakukan di sini? " tanya Aleena saat melihat Rocky menutup pintu kamarnya.