
"Aleena aku tau kau sangat menyukai Rocky tapi kenapa kau malah melakukan ini? " Tanya Alister sembari melepaskan cincin di tangannya.
Aleena menahan tangan Alister "Jangan di lepaskan kak, sebenarnya kak Arion yang memintaku melakukan ini"
"Kak Arion? "
"Dia memberikan ku sebuah rencana" Ucap Aleena
"Rencana? rencana apa? " Tanya Alister penasaran.
"Dia tidak menjelaskan dengan detail hanya saja aku pikir mungkin dia ingin kita bersandiwara dan membuat kak Rocky membuka matanya, tapi aku rasa itu tidak akan berhasil karena dia seperti nya tidak memiliki perasaan apa pun padaku, rencana ini apakah mungkin bisa di jalankan" Alhena merasa Rocky sama sekali tidak tertarik pada nya.
Alister menghela nafasnya, dia menepuk pucuk kepala Aleena "Kau pikir begitu? aku malah merasa Rocky sangat menyukaimu, aku melihat tatapannya yang ingin membunuhku saat kau memasangkan cincin ini" Ucap Alister meyakinkan Aleena.
"Benarkah? apakah benar yang kau katakan kak, tapi rencana ini bukan rencana yang bagus, jika yang kau katakan benar bukanlah kau akan di musuhi oleh kak Rocky, itu akan merugikan mu kak" Ucap Aleena tidak enak pada Alister.
"Tidak masalah selama bisa membuat Rocky kembali seperti dulu dan berhenti terjebak oleh belenggu masa lalu yang tidak penting itu, itu tidak masalah" Ucap Alister.
"Benarkah? jadi apakah kita akan menjadi tunangan palsu untuk beberapa bulan ke depan? " Tanya Aleena.
"Tentu tidak masalah, kita akan menjadi tunangan palsu Sekarang"
"Baiklah sebagai bayaran nya aku akan mengajak mu berkeliling ke tempat menyenangkan dan juga ke beberapa tempat makan yang enak di sini kak" Ucap Aleena dengan penuh percaya diri, dia akan menjadi pemandu wisata untuk Alister
"Baiklah, tapi kau yang traktir " Ucap Alister.
"Kak apa kau sudah tertular sikap perhitungan dari kakak ku Arion" Aleena menggembungkan pipinya.
"Mungkin saja" Alister mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
"Huh dasar" Ucap Aleena, Alister tertawa melihat Aleena yang kesal.
*****
Rocky merebahkan tubuhnya di sofa dia menatap langit-langit apartemen nya, dia menatap sekeliling terasa hampa tanpa ada siapapun, Rocky baru sadar tentang betapa kesepiannya dia di tahun-tahun lalu, sampai beberapa bulan ini dia menemukan gadis kecil yang begitu periang dan membuat hidupnya terasa hidup. "Haruskah aku kehilangan nya? Apa maksud mu mengirim Alister ke sini Arion? " Rocky teringat adegan yang barusan terjadi, itu membuatnya kembali kesal.
Membuatnya ingin segera menemukan Aleena namun sepertinya Aleena tau apa yang Rocky pikirkan tiba-tiba satu pesan masuk di handphone Rocky. Rocky terlihat senang ketika nama yang muncul adalah Aleena Rocky langsung terduduk dan bersiap membuka handphone nya
Aleena [Kak malam ini aku tidak pulang Kak Alister mengajak ku untuk menginap di Apartemen nya, jadi jangan menunggu ku ] Rocky menggenggam erat handphone nya, rahangnya mengeras wajahnya sudah sangat medah terlihat sekali Rocky sedang sangat marah, untung saja dia masih bisa mengendalikan dirinya dan tidak menghancurkan handphone nya sekarang juga.
Rocky segera menelepon Aleena, namun panggilan nya di tolak, Mata Rocky membulat dengan sikap Aleena yang sekarang berubah drastis padahal baru beberapa jam dia bertemu dengan Alister. "Ck! beraninya dia mematikan telepon ku, kau sudah berubah jadi gadis nakal rupanya, bagaimana aku harus menghukum mu nanti! " Ucap Rocky dengan wajah sangat marah dia mencoba menelpon Aleena lagi namun lagi-lagi telepon nya di matikan. Ting... satu pesan masuk lagi.
Aleena [jangan menelepon Kak, aku sedang menonton pertunjukan dengan Kak Alister] membaca itu seketika api di dalam tubuh Rocky seakan-akan di siram dengan bensin semakin panas rasanya hati Rocky membaca pesan itu.
Rocky mengetik dengan emosi [Kau di mana? aku ingin bicara!! ] Rocky memberikan dua tanda seru dia terlihat benar-benar marah dan kesal.
Dengan cepat Aleena menjawab [Bicaranya besok saja jika aku sudah pulang Kak, aku ingin menemani Kak Alister berkeliling di sini hari ini]
Jadi berhentilah hidup di masa lalu, masa lalu ada hanya untuk di kenang dan masa depan hal yang harus kita capai, hidup terus berjalan maju bukan berjalan mundur.
Rocky tidak sabar untuk mengetik, namun lagi-lagi saat dia menelepon panggilannya di matikan, itu membuatnya tidak sabar dan akhirnya bergerak sendiri untuk menemukan lokasi Aleena sekarang.
"Aku tidak akan membiarkan kalian terus berduaan" Ucap yang masuk ke kamarnya dia mencoba menelepon Aleena namun di matikan hal ini tidak masalah karena tujuan awal Rocky adalah menemukan di mana Aleena.
Rocky segera bergegas pergi ke tempat di mana Alister dan Aleena berada, namun seperti nya Aleena sudah selesai menonton pertunjukan, sekarang titik yang menunjukkan Aleena sudah berubah arah "Sial kemana Alister membawanya pergi! kurang ajar" Ucap Rocky begitu kesal dia mengemudi dengan perasaan penuh emosi menatap layar handphone nya.
Rocky melihat titik yang menunjukkan di mana lokasi Aleena berhenti. Rocky mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera bertemu dengan Aleena.
Rocky terus mengikuti titik itu dan akhirnya Rocky sampai ke tempat di mana Aleena dan Alister berada.
__ADS_1
Mata Rocky membulat sempurna saat tau mereka berada di salah satu hotel ternama di negara itu. Pikiran Rocky menjadi kacau dia tidak bisa untuk berfikir yang tidak tidak bagaimanapun negara ini negara bebas, hal dewasa seperti menginap hanya dengan status tunangan itu adalah hal biasa. "Tunggu Aleena dan Alister tidak mungkin melakukan nya bukan, mereka baru bertukar cincin itu tidak mungkin" Ucap Rocky yang segera masuk untuk menemui Aleena.
Rocky segera bertanya kepada resepsionis tentang nama Alister apakah terdaftar sebagai tamu, benar saja Alister membuka kamar untuk semalam.
Seketika Rocky langsung berfikir tentang Aleena yang berbicara tidak akan pulang malam ini, "Sial ini masih siang mereka tidak mungkin akan melakukan nya di siang gari bukan! " Ucap Rocky.
Rocky meminta nomor kamar Alister, karena Alister tidak menggunakan privat room jadi Rocky bisa dengan mudah mendapatkan nomor kamar Alister.
Rocky segera naik lift untuk bertemu dengan Alister dan Aleena.
"Bagaimana apa kau menyukai kamarmu? apa kau yakin akan tinggal di hotel? bukankah lebih nyaman tinggal di apartemen ku? " Tanya Alister.
"Hehe, aku tidak ingin mengganggu pekerjaan mu kak, aku juga mengatakan ingin menginap di apartemen mu karena aku belum mau pulang dan bertemu kak Rocky" Ucap Aleena.
"Kau sama sekali tidak menganggu, lagi pula Aleena jika kau menginap di apartemen ku, aku lebih bisa menjagamu" Ucap Alister yang sedari tadi sedikit sedikit memegangi perutnya.
"Kak kenapa kau sedari tadi terlihat mengusap perutmu, atau jangan-jangan bekas tendangan kak Rocky masih sakit ya, sini coba aku lihat" Ucap Alister.
"Tidak usah ini baik-baik saja" Ucap Alister.
"Coba aku lihat" Ucap Aleena memaksa ingin membuka kemeja Alister
"Ja.. jangan biar aku saja yang membukanya sendiri" Alister terlihat membuka kemejanya, ternyata benar di bagian perut terlihat memar
"Apa kau menahannya dari tadi, hmm biar aku mengompresnya kak" Aleena mengambil es batu di kulkas hotel dan membungkusnya dengan kain.
"Tunggu sebentar kak, aku akan mencarikan obat pereda nyeri di apotik seperti nya aku melihat apotik di samping hotel" Ucap Aleena yang memberikan kain berisikan es pada Alister.
"Tidak perlu Aleena ini tidak sesakit yang kau pikirkan, apa kau lupa aku ini siapa" Aleena benar-benar tidak mendengarkan perkataan Alister.
__ADS_1
Aleena baru saja membuka pintu dan matanya membulat sempurna ketika seseorang sudah bersiap untuk mengetuk pintu kamar hotel Aleena itu.