
Siang menyapa Letty memijat kepalanya yang terasa pusing dia merasa ada sesuatu yang memegang tangannya dan melihat ke arah sampingnya Letty mulai tertawa "Hahaha apa aku sudah gila, tidak mungkin dia ada di sini, hahaha halusinasi yang indah" Ucap Letty
Seseorang yang Letty lihat tersenyum melihat ke arah Letty yang masih saja tertawa karena tidak percaya, Letty ingin mengangkat tangannya namun terasa tertahan "Kenapa ini seperti nyata" Ucapnya lagi yang masih tidak percaya dia mencoba meraba wajah laki-laki yang selama ini dia rindukan, dia bisa menyentuhnya Seketika Letty duduk dan mengerjapkan matanya berkali-kali dia ingin mencoba menampar pipinya namun tangannya di tahan "Ini bukan mimpi" Ucap Letty yang sekarang benar-benar percaya kalau Natan nyata ada di depannya.
"Kau tidak mimpi, aku pulang" Ucapnya sembari menarik Letty ke pelukannya Letty tidak bisa menahan air mata yang begitu saja menerobos paksa dari pelupuk matanya.
Mereka berdua cukup lama berpelukan saling melepas rindu sampai akhirnya Natan perlahan melepaskan pelukannya dan menatap Letty "Apa menyenangkan untuk mabuk" Ucap Natan.
Letty segera menunjukkan senyum termanis nya lalu menggunakan trik yang di pelajari nya dari Aleena "Mau bagaimana lagi, aku merindukan mu hanya ini yang bisa aku lakukan agar tidak mengganggumu" Ucap Letty lirih dengan wajah yang memelas membuat Natan tidak tega memarahi kekasihnya itu.
"Dari mana belajar trik ini, jika rindu bisa menghubungi ku " Ucap Natan yang memeluk kembali kekasihnya yang begitu menggemaskan itu.
"Kau sangat sibuk aku tidak mau mengganggu hanya ingin mabuk dan berharap Tuhan berbelas kasih untuk mendatangkan mu dalam mimpiku" Ucap manis Letty lagi
"Sekarang sangat pandai berkata manis ya" Ucap Natan
"Hanya bisa saat bersamamu" Ucap Letty
"Benar-benar pandai menggoda" Natan melonggarkan pelukannya dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Letty, mereka berciuman Letty melingkarkan tangannya ke leher Natan, Natan perlahan membaringkan Letty lagi, mereka berdua hanyut pada ciuman pagi yang menggairahkan.
Natan dan Letty mereka berdua menikmati ciuman itu bahkan terasa enggan untuk melepaskan nya, mereka seakan membumbung tinggi hampir saja kehilangan kendali Natan dan Letty sama-sama haus akan rindu namun Natan perlahan menyadarkan dirinya tangannya yang sedari tadi aktif kini berhenti dia menyudahi kegilaan dalam ciuman itu, Natan mengancing kembali apa yang telah dia buka membuat Letty menatapnya "Apa kau kecewa? aku lebih kecewa tapi aku ingin menikmatinya untuk malam pertama apa tidak apa untuk menunggunya" Ucap Natan lirih.
Letty tidak marah melainkan dia tersenyum dan menghargai pikiran Natan yang ingin menghargainya dan melakukan nya di saat yang tepat "Tidak sama sekali, terimakasih" Letty mencium sekilas bibir Natan membuat natan ikut tersenyum.
Setelah semuanya sudah tenang dan Letty juga sudah mandi dan berganti baju, Natan menunggu di dapur sembari memasak untuk Letty, Letty melihat Natan dan tersenyum dia sedikit menampar kembali pipinya pelan dan dia bersyukur itu semua bukan halusinasi bahwa Natan benar-benar kembali.
"Sudah selesai mandinya" Ucap Natan tersenyum.
Letty menatap masakan di atas meja "Hmm apa ini semua kau yang memasaknya" Ucap Letty terpesona dengan meja yang penuh dengan makanan yang berpenampilan bak di restoran.
"Tentu saja, aku sudah belajar banyak untuk menyenangkan wanitaku, kemarilah dan cicipi" Ucap Natan menarik kursi untuk Letty membuat Letty semakin mencintai Natan dan puas untuk hasil LDR yang dia pilih.
Mereka makan bersama Letty tak henti memberikan pujian untuk makanan Natan membuat Natan sangat senang, setelah mereka selesai sarapan Natan dan Letty mencuci piring bersama.
"Sayang ada yang ingin aku katakan padamu" Ucap Natan.
__ADS_1
"Hmm apa itu" Ucap Letty menatap Natan.
"Tidak jadi " Ucap Natan tersenyum membuat Letty sedikit menggembungkan pipinya karena kesal dan penasaran.
"Apakah ini tentang pekerjaan mu, apa kau akan kembali ke sana? " Letty menghentikan aktivitas nya dan menatap penuh harap Natan.
"Kita bicarakan setelah ini selesai ya " Ucap Natan mengambil alih pekerjaan Letty.
Setelah semua selesai wajah Letty masih terlihat cemberut dan was -was membuat Natan tak bisa menahan tawanya dan mencubit pipi Letty "Auu jangan mencubit ku, jawab dulu pertanyaan ku" Ucap Letty.
"Baiklah akan aku jawab, pertanyaan yang mana? " Tanya Natan sambil mengusap pipi Letty yang tadi dia cubit.
"Yang ingin kau katakan tadi" Ucap Letty sembari menampik tangan Natan yang mengusap pipinya.
"Baiklah aku akan jawab langsung" Ucap Natan yang menarik Letty keluar dari rumahnya membuat Letty terkejut melihat mobil yang bertengger di depan rumah letty, Letty di buat makin terkejut saat Natan menariknya masuk.
"Kita mau kemana bukankah kau ingin menjawab pertanyaan ku" Ucapan Letty itu hanya mendapatkan senyuman dari Natan membuat Letty merasa tidak mood dan kesal karena Natan bukannya menjawab pertanyaannya malah mengajaknya pergi.
Sepanjang perjalanan Letty tidak mau menatap Natan dia malah memperhatikan yang lainnya, namun saat Letty merasa jalan yang mereka lewati sangat familiar Letty menatap Natan dan benar saja tak lama dari itu, mobil Natan berhenti "Kita sudah sampai di jawaban dari pertanyaan mu sayang" Ucap Natan.
"Tunggu-tunggu apa maksud nya ini, apa kau sudah gila " Ucap Letty yang sama sekali tidak mengerti maksud dari Natan.
"Tentu, coba kau katakan" Ucap Letty.
"Bukankah kau bertanya apa yang ingin aku tanyakan, aku sebenarnya ingin bertanya mau kah kau ke rumah orang tuamu bersamaku tapi aku berubah pikiran dan tidak ingin bertanya melainkan langsung mengajak mu kemari" Ucap Natan begitu santai.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan datang ke rumah orang tuaku" Ucap Letty merasa khawatir.
"Tentu saja meminta restu mereka berdua" Ucap Natan.
"Tu.. tunggu dulu apa kau yakin" Ucap Letty khawatir dia tau betul keluarganya seperti apa dia tidak ingin Natan kecewa atau di permalukan keluarganya yang selalu memandang semua dari kekayaannya.
"Kenapa, apa kau meragukan ku? "
"Bu.. bukan begitu bukannya lebih baik ji... jika aku mengatakan kepada mereka dulu kalau kau ingin bertem.. " Ucapan gugup Letty terhenti saat kedua orang tuanya keluar karena mendapat laporan dari penjaga mereka kalau ada yang datang.
__ADS_1
"Tidak perlu mereka sudah keluar bukankah kita harus menyapa mereka" Ucap Natan yang membuat Letty benar-benar sesak nafas di buat Natan.
"Kau bukannya baru tiba kau pasti lelah kita bertemu mereka kapan kapan saja ya, aku akan bicara pada mereka" Ucap Letty yang langsung keluar meninggalkan Natan yang masih tersenyum melihat tingkah Letty yang terlihat panik
Letty menghampiri kedua orang tuanya sedangkan Natan juga ikut keluar dan mengambil banyak barang di tangannya.
"Letty kau datang" Tanya ibu Letty memeluk putrinya tercinta.
"I.. iya aku hanya sebentar menyapa karena lewat sini" Ucap Letty gugup
"Lalu siapa laki-laki di belakang mu itu" Ucap papa Letty yang melihat Natan yang membawa banyak barang untuk mereka.
"Ha, i.. itu" Letty terkejut karena Natan ternyata ikut turun dan malah membawa banyak barang di tangannya berjalan untuk berdiri di sampingnya.
"Perkenalkan om, saya kekasih Letty" Ucap Natan sopan membuat kedua orang tua Letty terkejut
"Apa? " Ucap mereka secara bersamaan.
"Apa itu benar Letty" Tanya papa Letty yang mendapat anggukan dari Letty.
Akhirnya mereka berdua di dudukan di dalam di ruang tamu sedangkan mama Letty seperti nya sudah menyukai Natan dari kesan pertama bertemu dengan Natan sopan dan pengertian bahkan membawakan buah tangan oleh-oleh dari luar negeri.
Saat ini papa Letty bertanya dengan pertanyaan terpenting bagi keluarga mereka "Apa pekerjaan nak Natan" Tanya papa Letty tanpa babibu.
Natan memberikan kartu nama yang sudah alister siapkan untuk nya "Saya bekerja di AW grup" Ucap Natan tersenyum.
Papa Letty sangat puas dengan pekerjaan Natan. "akau masih muda bahkan sudah menjadi asisten pribadi pemilik AW kau sangat hebat" Ucap papa Letty kagum, Letty pun terkejut dengan ucapan papanya dan baru tau pekerjaan Natan, Letty berpikir Natan hanya akan menjadi bodyguard saja.
"Om, saya ingin menikahi Letty apa om bersedia memberikan kami restu" Ucapan Natan Lagi-lagi membuat Letty terpaku.
"Hahaha kau anak muda yang sangat tidak sabaran kau memiliki pekerjaan yang bagus tapi apa kau memiliki aset atas nama sendiri" Ucap papa Letty.
"Tentu saja om" Natan menjelaskan tentang keluarganya tentang adiknya yang sudah memiliki tabungan masa depan masing-masing begitupun dengan ibunya karena mereka sudah menjadi keluarga di bawah naungan blackdrago jadi mereka bukan orang yang tidak punya lagi, ibu Natan sudah membuka restoran nya sendiri, Natan juga di beri banyak aset oleh tuan kenzo dan nyonya tina, jadi Natan yang sekarang bisa di sebut sebanding dengan Letty.
Mendengar ucapan Natan lagi-lagi papa Letty sangat puas "Baik aku merestui kalian" Ucap Papa Letty.
__ADS_1
"Om kalau begitu bisakah mengadakan pertunangan dulu, karena saya baru saja meniti karir jadi tidak ingin buru-buru menikah tapi saya ingin membuktikan kata-kata saya untuk serius pada putri om" Ucap Natan
"Baiklah kita akan adakan pesta pertunangan, bagaimana menurutmu Letty" Ucap papa Letty tersenyum ke arah putrinya Letty hanya mengangguk pertanda dia setuju.