Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 102


__ADS_3

Aleena memegang pipi Rocky "Bantu ya aku akan memberimu hadiah om" Aleena mengedipkan satu matanya, Jantung Rocky seakan mau meledak setelah mendapat godaan Aleena itu "Mau ya om"


"Tergantung hadiah apa yang akan aku dapat" Rocky membasahi bibirnya dan mengusap dengannya tangannya sungguh begitu menggoda membuat Aleena yang kini mati kutu dan tidak bisa menahan pesona bartender dingin itu. Aleena ingin menjauh dari Rocky namun pinggang Aleena sudah tertangkap Rocky, Rocky menatap Aleena dengan tatapan yang benar-benar menggoda ini balasan Rocky karena Aleena memprovokasi menggodanya terlebih dahulu.


"Kalian tidak taukah perasaan jomblo melihat pemandangan penuh kasih ini" Ucap Natan yang tak tahan dengan Aleena dan Rocky yang saling menggoda seakan dunia hanya milik mereka berdua. Letty dan Disa juga hanya bisa mencuri-curi pandang melihat mereka berdua yang bermesraan.


"Kalau begitu tidak perlu melihat! tutup matamu! " Ucap savage Rocky, benar-benar hanya bisa membuat para jomblo diam.


Natan hanya bisa diam tidak berdaya berkata dan protes lagi.


"Om lepaskan aku! " Ucap Aleena.


"Beritahu dulu apa hadiah ku? " Ucap Rocky menghembuskan nafasnya di leher Aleena.


"Akan ku beritahu setelah om Rocky membantu kak Natan" Ucap Aleena yang berusaha melepaskan rangkulan pinggang Rocky.


"Aku tidak akan melepaskan nya sampai kau memberitahu ku"


"Ah benarkah, kemari aku akan memberitahu mu kak" Aleena perlahan mendekat kan wajahnya ke arah wajah Rocky, Letty, Disa dan Natan bahkan sudah mencoba menutupi wajahnya mereka agar tidak melihat hal berbahaya yang terjadi.


Rocky menantikan keberanian Aleena apakah dia akan menciumnya di depan mereka semua Rocky terlihat sangat berharap namun saat wajah Aleena semakin dekat dengan Rocky, Aleena segera berubah haluan dia meniup pelan ke arah telinga Rocky, angin hangat dan lembut itu membuat Rocky bergidik inilah kesempatan Aleena untuk melepaskan dirinya dari Rocky.


"Akan aku beritahu setelah om Rocky berhasil melatih kak Natan, sekarang kami bertiga akan pergi tidur, selamat bekerja keras om" Aleena segera menggandeng Letty dan Disa untuk mengikutinya meninggalkan Rocky yang wajah terlihat kesal.


"Gadis nakal kau mempermainkan ku" Ucap Rocky menatap punggung Aleena yang sudah menjauh pergi, setelah punggung Aleena tak terlihat tatapan mata Rocky beralih ke arah Natan, tatapan yang sangat mengintimidasi membuat Natan bahkan tidak sanggup melihat nya dia memilih melihat ke arah lain. "Huh kau menyusahkan! " Ucap kesal Rocky.


Natan hanya bisa pasrah karena apa yang Rocky katakan memanglah benar, dia tumbuh di kalangan rakyat kurang mampu yang hidupnya dari kecil sudah menjadi bahan bully orang lebih mampu, dia terbiasa pasrah dan menerima.


"Sudahlah kau ikut aku" Ucap Rocky yang membuat Natan menatapnya dan terpaksalah mengikuti nya.


Mereka keluar dari apartemen dan menuju ke sebuah taman dengan mobil Rocky "Apa yang akan kita laki-laki di sini? " Tanya Rocky

__ADS_1


"Duduk, menikmati angin malam" Jawab Rocky yang turun dari mobilnya dan di ikuti oleh Natan.


"Hanya duduk syukurlah aku pikir kita akan berlari mengitari taman ini" Ucap Natan yang mendapat seringai dari Rocky, Natan punya firasat buruk untuk senyum yang hanya mengangkat ujung bibir itu.


"Benar! yang duduk hanya aku, kau lari! " Ucap Rocky tanpa rasa bersalah langsung duduk di bangku kosong yang paling dekat dengan dia parkir mobil.


"La.. lari sendirian? " Tanya Natan.


"Apa kau ingin lari di kejar anjing, aku bisa mencarikan nya sekarang" Jawaban Rocky yang begitu kejam itu membuat Natan mau tidak mau mulai berlari.


Natan bersiap mengambil posisi untuk lari "Tunggu" Saudara Rocky menghentikan Natan yang baru saja ingin melangkahkan kakinya.


"Ada apa? apa kau berubah pikiran kau ingin ikut bersama ku berlari? " Tanya Natan dengan mata penuh harap, Rocky akan menemaninya.


"Tidak! lepas sepatu mu! " Ucap Rocky Natan masih diam mencerna perintah Rocky.


"Lepas? ini malam Rocky apa kau tidak tau ini sangat dingin" Ucap Natan yang tentu saja tidak terbiasa berjalan tanpa menggunakan alas kaki


"10 putaran saja cukup" Ucap Rocky sebelum. Natan berlari cukup jauh.


"Untung saja taman ini tidak luas, hanya 10 putaran tidak masalah" Ucap Natan yang bersemangat berlari mengelilingi taman.


Natan dengan cepat menyelesaikan putaran ke sepuluh nya namun saat dia tiba di tempat Rocky duduk matanya terperanjat saat Rocky sudah melepaskan dua ban mobilnya "Rocky untuk apa ini? "


"Ikat pada kakimu" Ucapan Rocky itu membuat Natan seakan kesulitan bernafas


"Kau gila? " Natan tidak mau melakukannya.


"Tidak! lakukan atau aku patahkan kakimu! " Ucap Rocky, Rocky melakukan ini agar kaki Natan sedikit lebih kuat menanggung beban jadi saat nanti dia menggerakkan kakinya akan sedikit lebih ringan.


"Aleena tolong aku" Ucap Natan yang dengan terpaksa mengikatkan tali yang terhubung dengan ban itu ke kakinya.

__ADS_1


"Jangan sebut nama wanitaku! atau mulutmu aku ikat ke ban lain! "


"Rocky kau benar-benar kejam" Ucap Natan.


"Berisik lari sepuluh putaran! " Natan tidak punya pilihan lain hanya bisa mengikuti instruksi Rocky.


Siksaan ban sudah berakhir, Natan sudah menyelesaikan tugasnya dengan susah payah menarik ban mobil dengan kakinya.


Rocky memberikan minuman pada Natan tanpa bicara apa pun, Rocky memasang ban nya kembali "masuk" Rocky kembali menyetir kali ini Rocky membawa Natan ke sebuah tempat tinju.


Rocky menyewa nya untuk beberapa jam ke depan, Rocky tidak banyak bicara dan mengajak Natan bertanding tinju.


"Kau tidak ingin membunuh ku bukan? Rocky kau tau aku tidak bisa tinju"


"Kau akan segera bisa kalau tidak bisa kau mati saja! " Rocky benar-benar galak sebagai instruktur.


Natan dan Rocky sudah bersiap untuk bertanding, tapi saat Natan berusaha meninju Rocky Rocky terus menghindar dia sedang mengajari Natan teknik menghindari atau meninju yang benar.


Cukup lama mereka berlatih Rocky juga mengajari Natan banyak trik saat dia kehabisan stamina, memberikan teori untuk mempercepat pelatihan Natan, pengetahuan Rocky tentang bertarung sudah banyak bagi Rocky mengajari trik dasar pada Natan sangatlah mudah.


Mereka kini kembali ke apartemen, Natan ingin segera membasuh tubuhnya, Natan segera pergi mandi sedangkan Rocky masih duduk di ruang makan untuk menikmati sekaleng minuman dingin.


Natan seperti nya sangat kelelahan setelah mandi dan mengganti pakaiannya dia langsung saja tertidur.


Saat ini giliran Rocky mandi dia membersihkan dirinya setelah selesai dia kembali berjalan dan membuka pintu, dia tersenyum saat melihat Aleena yang tidur tepat di samping ranjang ini memudahkan Rocky untuk menggendong nya.


Rocky membelai pipi Aleena berkali-kali membuat Aleena terbangun saat Aleena ingin berteriak Rocky menutup mulutnya.


Rocky memberikan isyarat "Diam atau kau akan membangunkan mereka" Ucap Rocky.


"Ap.. apa yang kau lakukan di sini om? " Tanya Aleena.

__ADS_1


"Tentu saja ingin mengambil hadiah dari kerja keras ku" Ucapan Rocky itu membuat Aleena kesulitan menelan ludahnya.


__ADS_2