Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 149


__ADS_3

Aleena mengerjapkan matanya, kepalanya sedikit pusing mungkin karena efek dari obat bius yang terhirup olehnya, namun Aleena tidak segera membuka matanya karena dia tengah mendengar ucapan dari dua orang yang sedang menjaganya.


"Ck, aku pikir wanita ini sangat hebat ternyata tidak hebat sama sekali, tau begitu tidak perlu membeli obat bius yang begitu mahal" Ucap orang yang tubuhnya lebih kecil dari orang yang menabrak Aleena di rumah sakit.


"Benar, menangkapnya tangan kosong juga pasti mudah " Ucap orang yang menabrak Aleena di rumah sakit.


"Sudahlah ini sudah terjadi toh bos kita yang membayar obatnya hahaha, lagi pula wanita ini sangat cantik setelah bos kita selesai berurusan dengannya bagaimana kalau kita menikmati nya bersama" Ucap laki-laki yang bertubuh lebih kecil itu.


"Boleh saja kenapa tidak, tapi aku yang harus lebih dulu" Ucap laki-laki yang menabrak Aleena.


"Kalian berdua sedang apa? jangan terus mengobrol orang yang meminta kita menculik wanita ini akan segera tiba jangan terus bersantai " Ucap laki-laki yang di panggil bos oleh kedua orang yang sedang menjaga Aleena.


"Santai saja bos, toh wanita itu tidak akan bangun dua sampai tiga jam ke depan efek obat bius itu sangat kuat bos" Ucap laki-laki yang menabrak Aleena menenangkan bosnya.


"Aku akan menjemput orang yang membayar kita, kalian berdua berjaga dengan baik anak buah ku yang lain akan segera tiba" Ucap bosnya.


"Hah untuk apa bos, kami berdua sudah cukup untuk menjaga wanita yang tidak sadarkan diri ini" Ucap laki-laki yang bertubuh lebih kecil.


"Jangan asal bicara kalian berdua! tetap waspada dan jangan sampai wanita itu kabur" Ucap bos itu dan langsung melangkah pergi.


"Bukankah bos terlalu berlebihan" Ucap laki-laki yang bertubuh lebih kecil.


"Mau bagaimana klien adalah raja bos hanya mengikuti instruksi orang yang membayar kita"


"Mungkin kau benar, aku haus aku akan mengambil bir dan kembali ke sini"


"Bagus ambil beberapa botol, akan membosankan untuk menunggu bos kembali


"Aku tau tenang saja" Ucap laki-laki bertubuh kecil yang sudah berjalan keluar untuk membeli minuman alkohol itu.

__ADS_1


Aleena menghela nafasnya dia mencoba menggerakkan tangan dan kakinya apakah obat bius sudah kehilangan efeknya atau belum 'obat bius ini sudah sering masuk ke dalam tubuhku' Ucap Aleena yang berhasil menggerakkan anggota tubuhnya.


Aleena berusaha membuka ikatan di tangannya yang di ikat dengan tali, Aleena terus menggerakkan tangannya membuat ikatan sedikit demi sedikit mulai melonggar.


Aleena terus mencoba menggerakan tangannya itu tidak percuma ikatannya semakin longgar Aleena memaksa menarik tangannya dia mencoba untuk rileks karena tegang akan membuat tangan menjadi kaku sulit untuk lepas dari ikatan itu.


Aleena terus mencoba dia tidak terlalu terburu-buru dia begitu santai, Aleena teringat pelatihan yang pernah papanya berikan saat dirinya di culik bahkan papa nya membuat simulasi penculikan untuk Jaga-jaga, jadi situasi saat ini tidak membuat Aleena panik.


Aleena terus berusaha dan tidak menyerah begitu saja pada akhirnya satu tangan Aleena berhasil lolos Aleena segera melepaskan tali yang masih melingkar di tangan satunya.


Aleena tidak membuka seutuhnya tali yang mengikat kakinya namun Aleena hanya melonggarkan nya saja, Aleena seperti nya sudah punya rencana untuk melarikan diri.


Aleena menunggu orang yang ingin membeli bir kembali, Aleena ingin membantainya sekalian akan repot jika bertemu saat kabur lebih baik menunggu dan menghabisi sekaligus.


Rocky dan Arion terus mencari keberadaan Aleena dengan mengikuti intrusi Robby.


[Hutan? di sekitar sini] Ucap Alister yang menghentikan mobilnya Alister turun dari mobilnya.


Begitupun dengan Arion dan Rocky yang turun dari mobil yang ada di belakang mobil Alister.


"Kenapa kau berhenti di sini" Tanya Rocky berjalan mendekat ke arah Alister.


"Robby bilang jejak mereka hilang di sini dan ada kemungkinan di depan adalah hutan Robby dan aku tidak familiar dengan negara ini kami tidak tau apakah mobil bisa masuk atau tidak" Ucap Alister pada Rocky.


Rocky terdiam sejenak dia mengingat tentang hutan yang ada di depan, Rocky seperti nya belum pernah ke sana dan juga tidak tau adakah jalan menuju hutan itu yang bisa menggunakan mobil.


Melihat Rocky diam Alister menebak kalau Rocky tidak banyak keluar berpergian selama menjadi bartender, Alister mematikan teleponnya yang terhubung dengan Robby.


"Jalan terus saja jika tidak ada jalan mobil tinggal jalan kaki saja, kaki kalian masih bisa di pakai bukan" Ucap Arion yang tidak mau berpikir terlalu berbelit dia kembali masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Rocky dan Alister setuju dan kembali masuk ke dalam mobil masing-masing. Kali ini Arion mengemudi di depan dia menggunakan insting nya untuk menemukan jalan.


Laki-laki yang membeli bir telah kembali dengan banyak botol bir di tangan nya "Kau lama sekali" Keluh laki-laki yang menabrak Aleena.


"Berisik kau lupa kita ini sedang di mana"


"Aku lupa" Ucapnya sambil tertawa


"Sudahlah lebih baik kita minum saja sekarang, aku akan membukakan nya untuk mu" Ucap laki-laki yang bertubuh lebih kecil. itu.


"Baiklah kita habiskan sebelum bos kembali" Ucap laki-laki yang menabrak Aleena itu.


Aleena melihat mereka berdua sedang asik minum dan tidak memperhatikan nya Aleena segera melepaskan dirinya, dia mulai meregangkan badannya.


Aleena berjalan ke arah mereka Aleena mencari sesuatu yang bisa di buat senjata olehnya, di rumah kosong di tengah hutan itu tentu kayu banyak berserakan Aleena mengambil kayu dan menyembunyikan di balik tubuhnya.


Aleena baru mendekat laki-laki yang bertubuh lebih kecil itu melihat Aleena "Awas di belakang mu" Ucapnya yang belum sepenuhnya mabuk.


Aleena melemparkan kayu yang ada di tangannya tepat ke wajah orang yang menabrak nya itu saat menoleh


"Wanita sialan beraninya kau" Ucap laki-laki yang bertubuh lebih kecil mengangkat botol kosong dan menyerang ke arah Aleena.


Aleena tentu bisa menghindar dengan mudah Aleena menyikut pundak laki-laki itu membuatnya sedikit tersungkur ke depan.


Laki-laki yang di lempar oleh kayu oleh Aleena bangkit dengan darah mulai mengalir dari kepalanya "Sialan kau wanita sialan" Ucap laki-laki itu yang menyeka darah yang mengalir ke wajahnya.


Laki-laki itu mengambil botol dan mengarahkan nya ke arah Aleena, Aleena berhasil menghindar.


Sekarang dua orang itu bersiap memukul Aleena dengan botol di tangannya mereka menyerang secara bersamaan "Serang" Teriak orang yang menabrak Aleena itu.

__ADS_1


__ADS_2