
Natan tidak jadi turun dari taksi, dia langsung kembali ke arah rumah Letty, dia tidak mau terjadi apa-apa pada bosnya itu.
"Pak bisakah lebih cepat" Ucap Natan pada sopir taksi itu.
"Baik tuan" Kebetulan jalan belum terlalu ramai jadi supir taksi itu bisa menaikan kecepatan mobilnya.
[Natan kau masih di sana? ] Letty terus berbicara kepada Natan dia benar-benar ketakutan, dia tidak ingin merasa sendirian.
[Aku masih di sini bos, kau turunlah aku akan segera sampai jangan takut ] Natan berusaha sebisa mungkin menenangkan Letty.
Letty merasa lebih tenang jika ada yang mengetahui keadaannya sekarang. Letty mendengarkan ucapan Natan dia turun ke lantai bawah rumahnya.
Di dalam taksi Natan berfikir untuk menghubungi Rocky, namun dia tidak bisa mematikan telepon Letty, Letty juga terus bertanya pada Natan [Kau masih di sana bukan ] Natan tau Letty merasa sangat takut
"Menelepon nya tidak bisa, apa aku harus mengirim pesan padanya? tapi dia tidak menghiraukan jika ada pesan masuk, harus bagaimana jika benar-benar ada orang yang berusaha masuk ke rumah bos lagi bagaimanapun aku tidak bisa melawannya" Gumam Natan yang terus berfikir dia sebaiknya harus bagaimana
Natan tidak bisa terus berfikir alhasil dia mengirimkan pesan pada Rocky. Berharap Rocky akan membantunya menolong Letty.
Natan akhirnya sampai di rumah Letty dia melihat mobil terparkir di dekat rumah Letty, "Pak tunggu sebentar jangan pergi " ucap Natan pada supir taksi.
Supir taksi itu mengangguk "Baik tuan" Ucap supir itu.
Natan bergegas berlari dan berbicara pada Letty [Cepat keluar aku sudah berada di depan rumahmu bos, kita pergi dulu dari sini rumahmu tidak aman] ucap Natan dari telepon.
[Aku mengerti] Letty segera membuka pintu rumahnya dan melihat Natan berada di depannya, Letty dan Natan baru saja berjalan sudah ada orang yang berteriak ternyata memang benar ada orang yang sedang berusaha meneror Letty atau mungkin berusaha untuk menculik Letty lagi, Satu orang berada di balkon dan dua orang lainnya berjaga di bawah.
__ADS_1
"Bos lari" Natan dan Letty berlari bersama setelah Letty mengunci pintu rumahnya dan masuk ke dalam taksi.
Kedua orang yang berjaga di bawah menyadari Letty berlari, dan ingin mengikuti Letty.
"Pak cepat jalan" Ucapan Natan, supir taksi itu segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh saat melihat wajah penumpang nya itu berubah tadinya terlihat biasa, kini terlihat panik dan takut.
Taksi Natan sudah berada cukup jauh dari rumah Letty "Sepertinya mereka kehilangan jejak kita bos" Ucap Natan
"Terimakasih Natan" Ucap Letty yang berusaha menenangkan dirinya.
"Lalu sekarang apa bos akan menginap di hotel? " Tanya Natan.
"Tidak aku tidak bisa, semuanya tertinggal di dalam rumah, hanya handphone dan kunci rumah" Ucap Letty kepada Natan.
"Bos kau sangat aneh kau terpikir untuk mengunci pintu rumahmu tapi tidak terfikir untuk membawa uangmu" Cemooh Natan yang sebenarnya dia lakukan untuk mencairkan suasana tegang yang Letty alami.
"Baiklah aku mengerti peraturan karyawan bos selalu benar, jadi bos kau mau tinggal dimana? " tanya Natan.
"Bi.. biarkan aku tinggal di rumahmu" Ucap Letty sedikit malu.
"Oh begitu, tunggu apa? di rumahku? apartemen ku sangat kecil hanya ada satu kamar dan ruang tamu, tidak bisa" Natan memang hanya memiliki apartemen kecil yang di cicil dia harus mengirim kan uangnya untuk biaya sekolah adik dan juga untuk orang tuanya.
"Tidak masalah, Natan kau masih mau gaji mu naik? " Tanya Letty
"Bos kau sedang menyogok ku? " Tanya Natan yang mengerti maksud Letty
__ADS_1
"Jadi kau tidak mau? " Tanya Letty.
"Ah semua demi uang, baiklah kau boleh tinggal bos untuk malam ini saja" Ucap Natan
"Soal itu tergantung nanti" Ucap Letty
"Tunggu apa maksud nya bos? " Tanya Natan yang tidak mendapat jawaban dari Letty
********
"A.. aku bisa jelaskan om, tolong dengar penjelasan ku" Ucap Aleena terlihat memohon, Rocky melemparkan tangan Aleena.
"Apakah kau mabuk dengan laki-laki itu? " Aleena mengerti siapa orang yang Rocky maksud, Aleena segera menggelengkan kepalanya membuat Rocky semakin marah "Kau sangat melindunginya, apa kau sudah menyerahkan dirimu padanya, hah begitu aku mengerti" Ucap Rocky yang pergi begitu saja dengan tangan mengepal dengan erat.
Aleena terkejut dengan tuduhan Rocky "Tunggu! om aku bukan wanita yang ada di pikiran mu, aku tidak akan dengan mudah menyerahkan diriku pada Laki-laki" Ucap Aleena di wajahnya terlihat jelas semburat kecewa.
Rocky menghentikan langkahnya "Wanita mabuk bisa mengingat apa? " Ucap Rocky menatap tajam Aleena.
Aleena merasa tidak ada perubahan di dirinya dia juga tidak merasakan sakit di organ vitalnya, bagaimanapun dia adalah calon dokter dia juga mempelajari hal semacam itu. "Aku bisa membuktikan nya kalau aku tidak melakukan hal bodoh itu" Ucap Aleena tegas.
Rocky kembali mendekat ke arah Aleena, berjalan semakin dekat dan mendekat wajah Rocky berada tepat di samping telinga Aleena "Dengan cara apa kau membuktikan nya? apakah ingin tidur denganku juga" Ucapan Rocky itu membuat Aleena kesal dan mendorong jauh Rocky.
"Jaga ucapan mu om! aku bukan wanita seperti itu, aku bisa jamin aku tidak melakukan hal bodoh, aku selalu mengingat ucapan mama" Ucap Aleena sedikit menahan air matanya karena sedih oleh ucapan Rocky "Meski aku mabuk, aku bisa merasakan tubuh ku baik-baik saja dan aku tidak merasakan sakit" Air mata Aleena akhirnya lolos begitu saja, Aleena berlari masuk kamar setelah mengatakan hal itu pada Rocky.
Aleena menutup pintu kamarnya dan perlahan dia mendudukkan dirinya bersandar di balik pintu "Apakah aku sekarang adalah wanita kotor di mata mu om? aku tidak sebebas itu" Aleena menerima ajaran moral yang baik dari sang mama, yang berpesan hadiah terindah untuk suami adalah kesucian yang di jaga hanya untuk nya.
__ADS_1
Air matanya terus menetas, kekuatan yang papanya ajarkan melatih fisiknya menjadi kuat tapi bagaimanapun Aleena adalah seorang gadis kecil yang beranjak dewasa, kata-kata seperti itu tentu menyakiti batinnya. Aleena berusaha mengusap air matanya yang tak tau kenapa terus mengalir, tiba-tiba dia merindukan pelukan mamanya saat dia sedih "Mama aku merindukan mu" Ucap Aleena dalam sela tangisnya.
Rocky mendudukkan dirinya di sofa dia menunduk memikirkan perkataan nya, dia merasa perkataan nya berlebihan tapi di sisi lain dia juga kecewa karena sikap Aleena yang baru saja di larangnya minum dan dia malah minum dengan laki-laki lain, perasaan Rocky itu entah perasaan seorang kakak atau yang lain Rocky juga tidak mengerti dia merasa kecewa, sedih dan juga merasakan sakit di hatinya. "Apa ucapan ku keterlaluan? tapi dia dan laki-laki itu" Rocky tidak bisa memikirkan hal positif ketika mengingat laki-laki itu dengan mudahnya mengangkat telepon Aleena.