Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 169


__ADS_3

Erlan kembali ke tempat nenek Angel, Andreas ,Alister dan Elin yang sedang menunggu


Elin yang melihat Erlan pun berdiri dari duduknya dan menghampiri kakaknya itu "Kak kenapa kau begitu lama, kau membuatku khawatir" Ucap Elin.


"Emm maaf maaf aku tidak bermaksud membuatmu khawatir"


"Apa terjadi sesuatu kak? " Tanya Elin


Erlan tiba-tiba mengingat kejadian tadi saat Disa berlari begitu saja dengan wajah yang terlihat sedih, namun Erlan tentu tidak bisa mengatakan itu "Hahaha bisa terjadi apa kepada ku, aku ini sangat kuat tidak mungkin terjadi apapun" Ucap Erlan mencoba menghibur adiknya dan membuatnya tenang.


"Syukurlah tapi kak" Ucap Elin berhenti.


"Tapi apa adik ku sayang" Ucap Erlan menepuk pelan kepala Elin.


"Tapi sebenarnya aku masih merasa khawatir" Ucap Elin serius.


"Khawatir untuk apa? "


"Khawatir kakak akan kesepian di sini, bukankah lebih baik jika kakak mencari pasangan di sini kakak akan lebih terawat jika memiliki pasangan" Ucap Elin


"Hahaha kau bicara apa selama ini aku tidak memiliki pacar juga masih terawat, masih saja tampan benarkan"


"Itu karena ada aku yang mengurus mu kak, bukankah sudah saatnya kakak mencari pasangan"


"Tidak perlu pasangan selamanya aku akan tetap sendiri dan menjagamu" Ucap Erlan dengan nada yang begitu serius dan mantap.


"Tidak boleh!, adik mu sudah ada aku yang menjaganya tidak perlu kau" Ucap Alister yang sebenarnya sedari tadi menahan kesal karena Elin terus berbicara kepada kakaknya, Alister memeluk Elin dari belakang menariknya sedikit mundur ubah menjaga jarak lebih jauh dari kakaknya.


"Ha! apa katamu"


"Benar kata Elin kau seharusnya mencari pasangan untuk kau jaga sendiri jika tidak mencari sekarang kau akan menua sendirian"


"Yach aku memang tidak berniat untuk mencari pasangan seumur hidupku tidak perlu wanita lain lagi di hidupku sudah ada dua wanita yang menepati hatiku"


"Dua wanita, siapa? " Tanya Elin penasaran.


"Mama dan kau, Ibu dan adik ku sudah cukup tidak perlu wanita lain" Ucap Erlan yang sempat ingin menjadikan Aleena wanita ketiga namun dia hanya bisa mengalah dengan kenyataan dan selama ini tidak ada wanita yang menarik di matanya selain mereka bertiga.

__ADS_1


"Tidak boleh! dua orang wanita itu harusnya istri dan anak mu kak, kau harus mempertimbangkan untuk mencari pasangan aku tidak akan bisa selalu denganmu dan merawat mu nantinya kau juga harus memikirkan keturunan untuk penerus mu bukan"


"Tidak perlu anak mu yang akan jadi pewaris ku"


"Ha! anaknya punya papa seperti ku apa perlu jadi pewaris mu! dengar kakak ipar kau harus menikah sendiri dan memiliki penerus sendiri! "


"Jangan panggil aku kakak ipar "


"Kak apa yang Kak Alister benar, kau harus memikirkan masa depanmu lagi pula di dunia ini masih banyak wanita tidak semua wanita itu seperti apa yang kamu bayangkan"


"Jangan panggil aku kak"


"Lalu apakah aku harus memanggilmu abang"


"Sayang kau harus memanggil ku sayang baby"


"Hentikan panggilan itu" Ucap Elin geli.


"Kalian berdua ini sangat ingin mendorong ku pergi ya, sudahlah aku lebih baik pergi sebelum mataku ternodai dengan kemesraan kalian" Ucap Erlan.


"Kak kau harus mempertimbangkan untuk mencari kekasih, aku harap saat aku kembali aku sudah memiliki calon kakak ipar" Ucap Elin berharap.


Erlan memilih pergi untuk mencari minum, dia kini berdiri depan mesin minuman dingin dia membeli cola untuk menenangkan dirinya.


Dia duduk dan meminum colanya " Mencari pasangan kah, apa aku bisa mendapatkan yang seperti mu" Tiba-tiba Erlan teringat Aleena namun tak lama Disa melintas dalam pikiran nya "Tunggu dulu apa yang aku pikirkan"


****


Natan sekarang berada di mobil yang sama dengan Robby setelah Natan dan Rocky berpisah dari bandara, Natan di bawa pergi oleh Robby.


Natan masih melihat sekeliling mencoba menghafal jalan yang pertama kali dia lewati, Natan mulai merasa gugup untuk pertama kali dia pergi sejauh ini.


"Tuan Robby apakah kita akan langsung ke pelatihan? " Tanya Natan yang penasaran.


"Tuan Natan sebelumnya aku sudah bilang panggil saja saya paman atau pak" Ucap Robby.


"Baiklah kalau begitu pak Robby juga bisa memanggilku Natan saja" Ucap Natan.

__ADS_1


"Baiklah" Jawaban Robby itu tidak menjawab pertanyaan Natan yang menjadi tambah penasaran dengan kemana dia akan pergi.


Di benak Natan kini mulai membayangkan tempat yang di sebut markas Black Drago itu, di bayangan Natan tempatnya akan terlihat mengerikan dari luar dan dalam.


Robby melihat kegugupan dari Natan dia juga melihat sedikit ketakutan dari ekspresi nya. "Natan kau tidak perlu gugup" Ucapan Robby membuat Natan menengok ke arah Robby dan menyeringai malu.


"Ap.. apakah sangat terlihat pak, bagaimanapun aku baru pertama kali menginjakkan kaki ke negeri orang" Ucap Natan dengan gugup plus malu-malu.


Saat ini mobil yang di tumpangi Natan memasuki rumah yang sangat besar dan terlihat berkelas mata Natan pun tidak bisa berkedip saat dia turun dari mobil.


"A.. apakah ini ma.. markas black Drago? " Tanya Natan yang mendapatkan Gelengan kepala dari Robby "Jadi ini? "


"Sebaiknya kita masuk nanti kau juga akan tau sendiri" Ucap Robby.


"Emm ba.. baiklah" Ucap Natan terbata-bata sekarang Natan menjadi super gugup.


Robby baru saja memencet bel dan tak butuh lama keluar pria paruh baya yang masih terlihat sangat bugar auranya tak jauh dari Alister, Natan bahkan lebih kesulitan bernafas saat melihat pria paruh baya di depannya itu.


"Robby kau sudah datang" Ucap kenzo ya pria paruh baya itu adalah Kenzo papi dari Alister.


"Ya tuan, saya kembali" Ucap Robby.


Setelah berbicara dengan Robby mata Kenzo langsung menuju ke arah Natan "Hah jadi dia orang nya? " Tanya Natan kepada Robby.


"Benar tuan dia orang nya" Ucap Robby


"Jadi na-" Ucapan Kenzo terpotong karena Natan terlalu bersemangat mengenalkan dirinya.


"Perkenalkan nama saya Natan tuan" Ucap Natan dengan lantang penuh dengan semangat membuat kenzo tak bisa menahan tawanya.


"Hahaha kau benar-benar bersemangat nak, apa kau tau siapa aku? " Tanya Kenzo.


Natan tidak tau siapa Kenzo dan mengira dia adalah orang Alister "Orang tuan Alister" Jawab pelan Natan.


"Dia adalah" Robby ingin memberitahu Natan namun dia di tahan oleh tangan Kenzo.


"Aku adalah ayah dari Alister namaku Kenzo Wijaya" Ucapan Kenzo itu membuat Natan tidak bisa untuk tidak membulatkan matanya."Hahaha melihat ekspresi mu seperti nya dia tidak memberitahukan nya padamu"

__ADS_1


"Mem.. memberitahu apa tuan? " Tanya Natan penasaran bercampur takut dan gugup.


__ADS_2