Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 95


__ADS_3

"Alister itu menyebalkan!, hebat? apanya yang lebih hebat orang terhebat ke dua di negaranya tapi bersembunyi di negara orang lain untuk menjadi bartender? hebat dari mananya? bukankah itu tindakan pengecut" Ucap Alister berdialog dengan dirinya sendiri sembari melajukan mobilnya, dia sangat kesal mendengar ucapan Alister tadi.


"Melepaskan Aleena? apakah aku bisa? hati baru saja bergerak haruskah menyerah, tunggu di kamus milik ku bukankah sudah aku hapus kata menyerah, tidak aku tidak akan menyerah, Aleena kau yang membuatku jatuh hati padamu kau harus menjadi milik ku" Erlan terus berdialog dengan dirinya sampai handphone nya berdering.


Erlan mendapatkan telepon dari orang ke percayaannya, Erlan segera menyambungkan telepon ke headphone yang sudah terpasang di telinga nya "Halo katakan ada apa? " Tanya Erlan yang sebenarnya sudah lama tidak datang ke markasnya dia menyerahkan semua kepada tangan kanannya, dan dia fokus untuk menjadi penadah pada malam hari dia ingin tau barang ilegal apa saja yang bisa dia dapatkan saat menjadi penadah.


"Bos gawat! ada yang masalah, kita bisa-bisa gagal transaksi" Ucap tangan kanan Erlan.


"Aku mengerti aku akan segera ke sana" Ucap Erlan yang mematikan teleponnya dan segera pergi ke markasnya "Ada apa ini? " Tiba-tiba Erlan mengingat peringatan Alister "Tidak-tidak mungkin ulahnya dia mana mungkin ada waktu" Ucap Erlan yang segera menggelengkan kepalanya dan menghapus perkataan Alister kalau dia tidak menyerah Rocky akan menghancurkan nya.


****


Alister sudah berada di kantor cabang yang baru dia bangun di negara yang baru dia tempati itu, di depannya kini sudah ada tuan Arkan yang terlihat sangat cemas "Tuan, jika kau tidak segera menyuntikkan dana aku akan di ambang ke hancuran tuan Alister" Ucap Arkan.


"Lalu? apa menurutmu aku mau bekerja sama dengan perusahaan yang hampir hancur? " Tanya Alister.


"Tuan jika kau membantuku aku akan menyerahkan putriku untuk mu, bukan kah kau menyukainya" Ucap Arkan dengan penuh percaya diri.


"Kau menjual putrimu kepadaku? dan dari mana keberanian mu mengatakan aku menyukai putrimu"


"Bu.. bukankah beberapa hari ini tuan selalu mencarinya dan bersama nya"


"Apa kau pikir aku tidak bisa bermain-main? " Pertanyaan Alister itu membuat Arkan terdiam dan seseorang yang menghentikan dorongan pintu itu terhenti.

__ADS_1


Alister melihat pintunya sedikit terbuka dan terlihat asistennya membawa masuk Elin yang berada di belakang nya.


Elin berusaha tetap tersenyum meski dia mendengar semua perkataan Alister dan merasa dirinya sedang di permainkan.


"Elin kau sudah datang, kemari temani tuan Alister" Ucap Arkan yang masih tak tahu malu mendorong anaknya untuk memperlancar bisnisnya.


Mata Elin sedikit memerah dia seperti nya tidak bisa membendung nya lagi dia kecewa dengan ucapan Alister 'Benar kata kakak dia hanya main-main saja' Elin berusaha tegar untuk tidak meneteskan air matanya.


Elin berjalan mendekat ke arah sangat papa "Pa, Elin tidak enak badan bisakah Elin pulang? " Tanya Elin lirih pada sang papa.


"Elin kau ini jangan membuat malu papa, papa sudah berjanji membiarkanmu menemani tuan Alister hari ini"


Elin dengan berat hati dan susah payah menatap ke arah Alister "Tuan maaf ha.. hari ini saya tidak bisa menemani anda, saya sedang tidak enak badan mohon tuan membiarkan saya pergi" Ucapan Elin yang begitu formal membuat perasaan tidak nyaman di hati Alister kecemasan mulai menghantui nya.


Mendengar itu Elin segera pergi, Elin terlihat sangat kecewa perasaan nya sangat sakit dia membutuhkan kakaknya, dia berusaha menelepon kakaknya namun tidak segera di angkat oleh kakaknya, membuatnya tidak tau harus berbicara dengan siapa lagi untuk mengurangi sakit yang sesak di dalam dadanya.


"Tuan Arkan silahkan bicarakan masalah ini dengan Robby dia akan membicarakan syarat-syarat untuk kerja sama kita " Ucap Alister yang berdiri bergegas akan pergi "Aku masih ada urusan lain" Ucap Alister.


"Baiklah saya mengerti" Ucap Arkan yang tidak bisa marah dengan keputusan Alister bagaimanapun Alister adalah pengusaha internasional sibuk bukan hal tabu baginya.


Alister segera keluar wajahnya yang tadi terlihat berwibawa kini berubah menjadi raut wajah panik "Dia mendengar nya apakah dia salah paham? atau dia benar-benar sedang sakit dan Arkan sialan itu memaksanya kemari, kenapa perasaan ku menjadi kalau seperti ini" Ucap Alister


Alister segera berlari ke lift, lift hampir tertutup namun dia masih sampat masuk dan terlihat Elin dan beberapa karyawan nya ada di lift.

__ADS_1


Semua karyawan yang ada di lift itu terkejut kenapa Alister tidak memakai lift khusus presdir kenapa harus naik lift karyawan..


Alister memencet tombol lift dan menurunkan semua karyawan nya dari lift itu "Kalian semua turun di lantai ini! " Ucapan Alister itu sangat jelas membuat semua orang turun, dan juga Elin yang ingin ikut turun namun di tahan oleh Alister. Alister menutup kembali pintu lift.


"Apa yang tuan Alister lakukan? bukankah menyuruh semuanya turun? " Ucap Elin, Alister melihat wajah Elin yang sedikit basah seperti nya elin menangis.


Alister tidak mengatakan apa-apa dia tiba-tiba mendekat ke arah Elin, yang membuat Elin salah tingkah dan ingin mundur "Kau tidak panas? kalau begitu apa yang sakit" Tanya Alister yang ternyata mendekat untuk menyentuh dahi Elin.


*****


Akhirnya suasana menjadi diam hening seketika sampai akhirnya Rocky menghentikan mobilnya dan menyuruh Aleena untuk untuk turun, Aleena terkejut "Untuk apa kau membawaku ke sini kak? " Tanya Aleena tidak mengerti alasan Rocky membawanya ke tempat itu.


"Aku akan menghapus kata sepupu di antara kita" Ucap Rocky serius membuat Aleena tidak bisa berkata-kata lagi.


"Menghapus kata sepupu di Bandara? apa maksud nya ini kak? " Aleena masih belum paham bukannya harusnya menghapus kata sepupu ke catatan sipil, Aleena sebenarnya sempat berfikir saat Rocky mengatakan ingin menghapus kata sepupu adalah menikahinya tapi kenapa dia malah di bawa ke Bandara.


"Kau ini, apa kau berfikir aku akan menghapus kata sepupu dengan cara membawamu ke catatan sipil dan mengubah mu menjadi istri ku? apa semudah itu menikah, aku membawamu kemari untuk mengajakmu pulang, aku akan meminta restu pada keluarga kita" Ucapan Rocky itu membuat Aleena tidak percaya bahkan dia menampar pelan pipinya.


"Tunggu lalu Silvia? " Aleena memastikan tentang masa lalu Rocky apakah Rocky sudah benar-benar melepaskan nya.


Rocky memeluk Aleena, namun masih tidak berkata-kata sampai akhirnya pelukan itu di lepaskan Rocky menatap Aleena "Sudah lama mati, maafkan kebodohan ku" Ucap Rocky tulus "Jadi maukah kau pulang dan meminta restu" Ucap Rocky


Aleena menghela nafasnya "Aku tidak mau pulang " Ucapan Aleena itu membuat Rocky terkejut

__ADS_1


__ADS_2