
Disa dan Letty tengah sarapan bersama namun Letty terlihat tidak bersemangat membuat Disa khawatir "Ada apa? apakah sarapannya tidak enak" Ucap Disa yang kebetulan sarapan hari ini Disa yang membuatnya.
Letty segera menggelengkan kepalanya "Ti.. tidak ini enak" Ucap Letty namun dengan wajah yang masih terlihat mengkhawatirkan.
"Lalu kenapa kau terlihat tidak bersemangat, ada apa katakan padaku" Ucap Disa
"Hmm itu, tadi malam aku meminta video call dengan Natan namun Natan menolaknya"
"Apa benarkah dia menolak untuk video call denganmu"
"Awalnya begitu tapi setelah memaksa dia mau melakukannya" Ucap Letty yang membuat Disa heran.
"Lalu jika dia mau video call kenapa sekarang kau menjadi seperti ini, tunggu apa setelah video call kau melihat sesuatu yang terjadi pada Natan apa dia bersama wanita lain hah" Ucap Disa curiga.
"Apa yang kau katakan natan tidak seperti itu" Ucap Letty yang tiba-tiba matanya meneteskan air mata.
"Lalu kenapa kau jangan menangis katakan dia kenapa, kenapa kau malah menangis" Disa merasa bingung dan hanya bisa memberikan tisu pada Letty.
"Wajah Natan terlihat sangat pucat wajahnya penuh lebam seperti nya dia sangat berusaha keras di sana, aku tidak tega melihat nya seperti itu aku menyuruhnya kembali tapi dia masih bersikeras untuk di sana, dia terlihat lebih kurus meskipun badannya lebih terlihat berotot tapi ini benar-benar menyakiti ku melihat dia seperti itu, dia selalu bilang dia baik-baik saja aku benar-benar mengkhawatirkan nya Disa aku harus bagaimana? " Ucap Letty yang akhirnya tangisnya pecah.
"Benarkah dia sampai seperti itu tapi dia tetap bertahan " Disa bertanya seperti itu untuk memastikan kebenaran dari apa yang dia dengar.
"Hmm benar apa yang harus aku lakukan"
"Kalau begitu kau harus mendukungnya jangan biarkan dia patah semangat, dia sendiri tetap bertahan meski dia harus terluka jadi kau sebagai orang terkasih nya harus mendukung pilihannya dan percaya padanya tentu saja tidak lupa mendoakan nya, Letty jangan khawatir Rocky dan Aleena bilang jika Natan lulus dari setiap ujian hidupnya akan jauh lebih baik kedepannya apa kau tidak ingin melihat nya berhasil" Ucap Disa.
"Tentu saja aku ingin dia berhasil" Ucap Letty mencoba menghapus semua air matanya.
"Jadi yang harus kau lakukan tetap di sisiNya dan selalu memberikan semangat ok" Ucap Disa tersenyum sembari mengusap pundak Letty untuk menenangkan nya.
"Aku mengerti terimakasih sudah memberikanku solusi yang begitu hebat" Ucap Letty memeluk sahabat nya.
__ADS_1
"Sama-sama" Ucap Disa menyambut hangat pelukannya.
Mereka kini kembali sarapan setelah Letty mencurahkan ke khawatirnya.
"Letty hari ini aku harus pergi melihat toko kue ku yang akan segera buka ini akan menjadi toko kue dan oleh-oleh terbesar di kota ini " Ucap Disa
"Aku sepertinya tidak bisa menemanimu hari ini ada beberapa pengiriman minuman yang akan datang" Ucap Letty
"Tidak masalah kau juga sudah mulai membuka bar mu jadi tentu saja kau akan sangat sibuk, aku akan pergi sendiri aku hanya akan mengecek apa saja yang kurang dari toko baru ini, kalau begitu aku akan bersiap" Ucap Disa
"Tunggu kita keluar bersama-sama aku juga akan berangkat sekarang" Ucap Letty.
"Baiklah ayo" Ucap Disa
Mereka berdua bersiap dan keluar rumah bersama-sama, Letty dan Disa naik ke dalam mobil namun tiba-tiba ada mobil masuk ke halaman rumah mereka "Mobil siapa itu? " Tanya Letty kepada Disa yang mendapat gerakan mengangkat pundak dari Disa.
"Aku juga tidak tau" Ucap Disa, mereka berdua keluar dari mobil begitupun seseorang yang menyetir mobil itu.
Letty dan Disa merasa terkejut saat melihat siapa yang datang dengan mobil itu "Kau apa yang kau lakukan disini? " Tanya Disa.
"Sepagi ini kau lewat memangnya kau dari mana? " Tanya Disa yang merasa aneh dengan jawaban Erlan.
"A.. aku dari... " Erlan terlihat bingung menjawabnya itu membuat Letty mungkin mengerti sebenarnya Erlan tidak hanya lewat namun dia sengaja datang ke rumah mereka.
"Hmm apa kau sibuk? " Tanya Letty pada Erlan
"Tidak aku tidak sibuk" Ucap Erlan.
"Oh benarkah karena aku sangat terburu-buru bisakah kau mengantarkan Disa ke toko barunya " Ucap Letty yang sudah mendengar cerita tentang Erlan yang meminta maaf dengan tulus pada Disa, itu membuat Letty tidak lagi memandang buruk ke pada Erlan.
"Tentu saja aku bisa mengantarkannya" Ucap Erlan yang Seketika raut wajahnya berubah kegirangan.
__ADS_1
"Bagus kalau begitu Disa pergilah dengannya maaf aku buru-buru bye bye Disa" Ucap Letty yang segera berjalan cepat masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Tu.. tunggu Letty bukannya kau yang mengatakan ingin berangkat bersama Ha, kenapa sekarang jadi terburu-buru pergi Letty tunggu jangan meninggalkan ku" Ucap Disa yang merasa belum setuju dengan ucapan Letty.
"Maafkan aku Disa aku baru menerima pesan, kalau barangnya sudah datang aku harus cepat sampai di sana maaf ya, hei tuan Erlan kau harus menjaga dengan baik sahabat ku jangan sampai lecet ok, aku pergi " Ucap Letty yang segera melajukan mobilnya setelah berkata dan menutup kaca mobilnya.
"Letty Hei tunggu dia ini benar-benar" Ucap Disa kesal
"Dia sudah pergi sebaiknya kita juga pergi" Ucap Erlan yang segera membuka pintu mobilnya "Ayo" Ucap Erlan.
"Tunggu aku bisa memakai mobilku sendiri tidak perlu merepotkan tuan Erlan" Ucap Disa yang merasa tidak enak dan juga Disa terlihat seperti mulai menjaga jarak entah karena alasan apa.
"Apakah perlu, apa kau tidak kasihan aku sudah membuka pintu " Ucap Erlan dengan wajah memelas membuat Disa merasa tidak enak.
"Baiklah hanya hari ini saja, maaf merepotkan tuan Erlan" Ucap Disa yang terasa lebih sopan dari sebelumnya membuat Erlan tidak nyaman karena seakan dia antara mereka ada dinding pemisahan.
"Tidak merepotkan" Ucap Erlan yang kemudian menutup pintu mobilnya setelah Disa masuk ke dalam, Erlan juga segera ikut masuk dan duduk di belakang kursi pengemudi, Suasana di dalam mobil terasa hening untuk sejenak.
Erlan berusaha membuka topik pembicaraan "Apakah tokonya akan segera di buka" Ucap Erlan.
"Hmm iya, mungkin satu minggu lagi" Jawab singkat padat dan jelas dari Disa membuat Erlan bingung untuk melanjutkan pembicaraan.
"Ahaha benarkah "
"Hmm iya" Jawab singkat Disa membuat Erlan melirik ke arah singkat Disa.
"Apakah kau masih belum memaafkan ku untuk waktu itu" Ucap Erlan yang melihat sekilas ke arah Disa.
"Apa yang kau katakan tuan Erlan, aku sudah memaafkan mu"
"Lalu kenapa aku merasa kita memiliki jarak"
__ADS_1
"Jarak? bukankah kita hanya berjarak beberapa jengkal saja apa maksud tuan Erlan"
"Maksud ku bisakah kau tidak memanggilku tuan? " Ucapan Erlan membuat Disa terkejut dan menatapnya kebetulan Erlan juga menatap ke arah Disa, pandangan keduanya saling bertemu.